Daftar Tradisi Upacara Adat Bali, Sangat Unik dan Sarat Makna!


Bali merupakan salah satu tempat yang memiliki pesona wisata yang indah di Indonesia. 

Oleh sebab itu sangat wajar jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berlibur ke Bali. 

Baca Juga: 6 Tradisi Bali Yang Mendunia!

Selain keindahan alamnya, tradisi Bali Upacara adat yang ada juga menjadi daya tarik tersendiri. 

Ada beberapa upacara adat yang masih dilestarikan hingga kini. Berikut penjelasannya. 

Daftar Tradisi Upacara Adat Bali, Sangat Unik dan Sarat Makna!

Tradisi Upacara Adat Bali Yang Masih Lestari

Ada beberapa tradisi Bali yang masih lestari sampai saat ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ngaben

Merupakan upacara adat yang dilakukan dengan cara pembakaran jenazah. Masyarakat Hindu Bali sendiri meyakini jika ritual ngaben ini dilakukan untuk menyempurnakan jenazah agar kembali kepada sang pencipta. 

Baca Juga: Tradisi Bali Ngaben Ritual Pembakaran Mayat

Upacara ngaben ini terbagi menjadi tiga jenis: 

  • Ngaben Sawa Wedana: Jenazah akan diawetkan terlebih dahulu sebelum pembakaran dilakukan. 
  • Ngaben Asti Wedana: Dilakukan setelah jenazah dikubur terlebih dahulu. 
  • Ngaben Swasta: Upacara ini dilakukan ketika penduduk Bali meninggal di luar daerah atau jenazahnya tidak ditemukan. 

Perlu diketahui, biaya untuk melakukan upacara ini sangatlah besar. Hal ini membuat tidak semua masyarakat akan melakukannya. 

Akan tetapi dari pemerintah provinsi Bali sendiri telah memberikan solusi bagi warga yang tidak mampu yakni dengan cara mengikuti upacara ngaben secara massal. 

  1. Melasti

Tradisi Bali Upacara adat Melasti ini merupakan ritual penyucian. Baik ditujukan untuk diri maupun benda sakral Pura. 

Dalam kepercayaan masyarakat Hindu Bali, sumber air seperti laut, mata air maupun danau merupakan sumber kehidupan (tirta Amerta).

Dalam ritual ini nantinya masyarakat akan datang bersama-sama ke mata air maupun laut dengan menggunakan pakaian putih. 

Tidak lupa pula membawa perlengkapan sembahyang serta benda-benda sakral yang akan disucikan. Upacara ini biasanya dilakukan 3 atau 4 hari sebelum Nyepi. 

Baca Juga: Melukat Tradisi Bali Mandi Untuk Mensucikan Diri!

  1. Mepandes

Mepandes atau Metatah (Mesuhuh) merupakan upacara yang akan dilakukan ketika anak mulai memasuki masa remaja. Pada upacara ini, sebanyak 6 gigi taring bagian atas anak tersebut akan dikikis. 

Tujuan upacara ini ialah guna menghilangkankan sifat buruk berupaya keserakahan, mudah marah, kecemburuan dan lain sebagainya. 

Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon
Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon
Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon – Bali merupakan tempat yang indah untuk dijadikan tujuan berlibur. Selain terdapat pantai, danau, gunung, kuliner yang lezat, ada pula hal menarik lainnya.
Oleh Endik Eko
  1. Ngerupuk

Ngerupuk merupakan salah satu upacara yang dilakukan sehari sebelum perayaan Nyepi. Dalam hal ini masyarakat wajib memberikan persembahan kepada Bhuta Kala. 

Tujuan upacara ini ialah guna mengusir Bhuta Kala agar tidak mengganggu masyarakat dalam melakukan Brata penyepian. 

Ritual tradisi Bali upacara adat ini akan dimulai dengan mengotori rumah. Serta pekarangan akan disembur dengan mesiu. 

Selain itu, akan dilakukan pemukulan benda pula agar menimbulkan suara berisik dan gaduh. 

Biasanya setelah selesai akan ada pawai ogoh-ogoh, diikuti dengan obor juga yang diarak ke seluruh kampung. 

Baca Juga: Tradisi Bali Yang Terkenal: Dari Ngaben Sampai Galungan

  1. Tumpek Landep

Upacara ini digelar untuk menyucikan senjata maupun peralatan yang dimiliki oleh masyarakat. 

Penyucian ini dilakukan dengan persembahan sesaji dan doa-doa juga. Nantinya upacara akan dilakukan dengan dipimpin oleh pemula adat. 

Tujuan dari upacara ini ialah agar senjata maupun peralatan yang disucikan dapat memberikan keberkahan kepada pemiliknya. 

  1. Upacara Saraswati

Upacara Saraswati atau lebih dikenal dengan hari raya Saraswati merupakan upacara yang dilakukan untuk memuja maupun mengagungkan Dewi Saraswati. 

Hal itu dikarenakan Dewi Saraswati dipercaya telah membawa ilmu pengetahuan ke bumi. Sehingga semua orang menjadi terpelajar dan pintar. 

Dalam upacara ini segala bentuk yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, baik buku maupun kitab akan didoakan. 

Selain itu, biasanya juga digelar hiburan berupa pentas seni maupun pembacaan cerita, kegiatan ini dilakukan selama semalaman suntuk. 

  1. Upacara Galungan

Upacara ini ditujukan untuk merayakan kemenangan atas kejahatan. Biasanya digelar sekitar 25 hari sebelum hari raya Galungan itu sendiri. 

Tentang Daftar Tradisi Upacara Adat Di Bali

Nah itulah tadi ulasan mengenai tradisi Bali upacara adat yang dapat kita bahas. Tentunya semua upacara yang ada memang penuh makna.

Baca Juga: Daftar Kalender Bali Lengkap

Mudah-mudahan informasi daftar tradisi upacara adat bali di atas dapat menjadi referensi serta menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar


Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon