Tradisi Bali Ngaben Ritual Pembakaran Mayat


Tahukah anda? Ternyata di Indonesia ada banyak sekali ritual pemakaman yang salah satunya yaitu ritual pemakaman yang diyakini oleh Agama Hindu yakni upacara Ngaben

Tak sama seperti upacara kematian lainnya, terdapat beberapa aturan cukup unik yang wajib dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan. 

Baca Juga: Mengenal Tradisi Bali Calonarang: Asal Usul Leak Di Bali

Nah, salah satu aturannya yaitu keluarga tidak boleh menunjukkan rasa sedih ataupun duka ketika prosesi ini berlangsung. Semakin penasaran dengan ritual ini? Simak berikut ulasannya! 

Tradisi Bali Ngaben Ritual Pembakaran Mayat

Asal Usul Tradisi Bali Ngaben

Ngaben merupakan ritual upacara kematian yang umumnya dilakukan di Bali. Upacara ini dinilai sebagai acara kebudayaan yang wajib dilakukan saat ada seseorang yang meninggal dunia. 

Dalam bahasa Hindu, Ngaben diartikan sebagai memisahkan jiwa dan jasad. Pemisahan jasad ini dilakukan melalui proses kremasi. 

Asal usul dari ritual Ngaben sendiri dilakukan oleh Bharatayudhha di India sekitar tahun 400 SM. Mereka mempercayai bahwa upacara kremasi akan membawa kembali tubuh yang sudah meninggal ke dasar alami tubuhnya. 

Hal ini berkaitan dengan energi air, angin, panas serta bumi pada alam. 

Baca Juga: Kalender Bali Maret 2023 Lengkap

Umat Hindu juga mempercayai bahwa upaya ini akan membebaskan jiwa almarhum dari perbuatan-perbuatan buruk selama hidup. Dengan kata lain, upacara ini bertujuan untuk mengantarkan orang yang sudah meninggal ke surga. 

Seiring perkembangan, tradisi ini mulai masuk ke Bali yang kemudian diwariskan secara turun temurun. 

Walaupun zaman semakin modern, namun tradisi Ngaben di Bali masih terus dilakukan khususnya oleh masyarakat yang memeluk agama Hindu.

Tujuan Upacara Ngaben

Tujuan dari upacara Ngaben yaitu sangat berhubungan dengan “pembersihan” amal seseorang yang telah meninggal dunia. 

Anggota keluarga yang ditinggalkan, wajib mengantarkan mendiang untuk memasuki kehidupan “selanjutnya”

Sama seperti kepercayaan lainnya, para umat Hindu Bali juga percaya bahwa tubuh terdiri dari fisik dan spiritual. 

Saat kematian tiba, umat Hindu percaya jika itu akan “memadamkan” fisik serta fungsi tubuh. Sedangkan roh atau atma akan tetap hidup selamanya. 

Baca Juga: 30 Ucapan Hari Dharma Samudra 15 Januari

Membakar jenazah kemudian melarungkan abunya ke sungai ataupun laut bisa membantu melepaskan roh atau atma dari belenggu keduniawian. Prosesi Ngaben ini dipercaya bisa mempermudah jenazah untuk bersatu dengan Tuhan. 

Bukan hanya itu saja, membakar jenazah pada prosesi Ngaben juga bertujuan untuk mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta atau 5 unsur pembangun badan kasar manusia pada asalnya. 

Selain memiliki tujuan untuk arwah, upacara Ngaben juga memiliki tujuan bagi keluarga yang ditinggalkan. Upacara ini menjadi simbolisasi jika keluarga telah ikhlas serta merelakan kepergian orang tersebut. 

Prosesi Upacara Ngaben 

Tradisi Bali Ngaben ini menjadi salah satu ritual kebudayaan yang cukup unik dan menjadi daya tarik masyarakat lokal serta wisatawan. 

Berikut ini prosesi upacara Ngaben di Bali yang sebaiknya diketahui: 

  • Memandikan Jenazah

Prosesi pertama diawali dengan memandikan jenazah. Prosesi ini biasanya dilakukan di halaman rumah keluarga yang ditinggalkan. 

Baca Juga: Catat! Ini Tanggal Upacara Galungan Tahun 2023

Setelah dimandikan (dalam keadaan sudah suci), jenazah akan dipasangkan sejumlah simbol seperti bunga melati, daun intaran dan serpihan kaca. 

  • Pemasangan Lembu Kayu 

Sebelum upacara intinya dimulai, anggota keluarga akan menyiapkan lembu kayu. Lembu kayu ini digunakan untuk menahan jenazah yang nantinya akan dibakar atau dikremasi. 

Tujuan khusus ketika lembu kayu yaitu untuk “membingungkan” arwah agar tidak menemukan “jalan pulang”

Saat lembu kayu dan bade (bangunan seperti candi) dibawa ke tempat kremasi, biasanya orang Bali akan mencoba mengacaukan arwah untuk memastikan mendiang tidak menemukan jalan pulang. 

Keluarga akan menggoyangkan lembu, melemparkan benda atau memelintirnya. Hal ini dimaksudkan untuk membingungkan roh. 

  • Pembakaran Atau Kremasi 

Prosesi inti dari upacara ini yaitu pembakaran jenazah atau kremasi. Upacara ini dilakukan untuk membebaskan roh dari tubuh mendiang. 

Saat api membakar tubuh, api akan “melahap” unsur yang membentuk tubuh fisik atau Panca Mahabutha. 

Baca Juga: 6 Upacara Keagamaan di Bali dan Penjelasannya

Tujuan dari prosesi ini yaitu untuk melepaskan roh dari belenggu duniawi serta membiarkannya ke kehidupan lain.

Prosesi upacara Ngaben ini harus diramaikan dengan berbagai acara kebudayaan. Anggota keluarga ataupun tetangga dekat akan berkumpul untuk mengantarkan mendiang. 

Acara ini juga diramaikan dengan tarian adat Bali yang meriah dan sukacita. Ya, walaupun mengantarkan orang meninggal, namun Ngaben harus dirayakan dengan perasaan suka. 

Tidak boleh ada unsur kesedihan di dalamnya karena orang Bali percaya jika ada kesedihan akan menghambat semangat kehidupan mendiang selanjutnya. 

Upacara Ngaben bisa dilakukan kapan saja sampai persiapan telah lengkap. Namun jika prosesi ini ditunda lama, maka rohnya dipercaya akan gentayangan yang kemudian menjadi Bhuta Cuil. 

Jenis-Jenis Upacara Ngaben

Walaupun memiliki prosesi yang sama yaitu “pembakaran jenazah”, ternyata Ngaben memiliki beragam jenis. 

Berikut ini beberapa jenis upacara Ngaben yang sebaiknya diketahui: 

  • Ngaben Sawa Wedana 
  • Ngaben Asti Wedana 
  • Swasta
  • Ngelungah
  • Warak Kruron

Itulah sekilas tentang tradisi Bali Ngaben. Tradisi ini menjadi warisan turun temurun khususnya masyarakat Bali yang menganut Agama Hindu. 

Baca Juga: Lengkap Kalender Tahun 2023

Tradisi Ngaben merupakan upacara sakral sekaligus semarak, tak hanya untuk masyarakat asli Bali saja melainkan juga para wisatawan. 

Mudah-mudahan informasi Tradisi Bali Ngaben diatas dapat menjadi referensi serta dapat menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar