Mengenal Tradisi Bali Calonarang: Asal Usul Leak Di Bali


Calonarang merupakan sebuah seni pertunjukan tari yang berasal dari Pulau Bali. Pertunjukan seni ini diperkirakan muncul pada zaman Kerajaan Klungkung. 

Tradisi Bali Calonarang biasanya dipentaskan saat ada upacara atau yadnya. Tradisi ini cukup populer di tengah masyarakat Bali dan selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat desa yang menyelenggarakannya. 

Baca Juga: Catat! Ini Tanggal Upacara Galungan Tahun 2023

Umumnya, banyak masyarakat Bali yang mengetahui jika pentas seni tari ini merupakan prosesi watangan dan prosesi untuk mengundang leak. 

Namun, apakah tradisi Bali Calonarang ini hanya dilakukan untuk prosesi watangan dan mengundang leak saja? Untuk lebih jelasnya, simak berikut ulasannya!

Mengenal Tradisi Bali Calonarang: Asal Usul Leak Di Bali

Asal Usul Tradisi Bali Calonarang 

Tradisi Bali Calonarang diambil dari sebuah cerita pada masa kerajaan Airlangga dari Kerajaan Kahuripan yang pernah berdiri di Jawa Timur. 

Sebenarnya Calonarang adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali pada abad ke-12. Namun di Pulau Bali, Calonarang merupakan sebuah tarian sakral umat Hindu yang bersifat spiritual dan mistis. 

Drama tari ini mengisahkan tentang seorang janda dari Negeri Dirah yang bernama Calon Arang. Calon Arang ini dikenal sebagai dukun sakti yang menguasai ilmu hitam. Calon Arang memiliki seorang putri cantik bernama Ratna Manggali. 

Baca Juga: Mengenal Tradisi Brobosan Adat Jawa

Walaupun parasnya sangat cantik, namun tidak ada satupun laki-laki yang mendekatinya karena takut dengan ibunya. 

Hal ini sontak membuat Calon Arang marah dan melakukan balas dendam dengan menculik gadis muda untuk dikorbankan ke Dewi Durga. 

Tak hanya itu saja, Calon Arang juga telah menyebarkan penyakit kepada masyarakat Kerajaan Kahuripan sampai tidak sedikit orang yang meninggal dunia. 

Mengetahui hal tersebut, akhirnya Raja Airlangga mengutus Mpu Baradah yang merupakan penasehat dan gurunya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Mpu Baradah menyanggupi hal tersebut yang kemudian memanfaatkan Ratna Manggali untuk dinikahkan dengan muridnya yaitu Mpu Bahula. 

Keduanya menikah dengan perayaan yang sangat meriah selama 7 hari 7 malam. Tujuannya Mpu Baradah menikahkan putri Calon Arang dengan muridnya ini semata untuk mengambil kitab hitam yang dimiliki dukun ini. 

Siasatnya tersebut akhirnya berhasil, Calon Arang yang telah mengetahui kitabnya hilang sangat murka dan kemudian menantang Mpu Baradah untuk tanding. Mpu Baradah menerima tantangannya yang pada akhirnya adu tanding tersebut dimenangkan oleh Mpu Baradah. 

Baca Juga: Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu Bali

Setelah Calon Arang kalah, wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi lebih aman dan damai dari ancaman ilmu hitam. Namun kesaktiannya dianggap terus ada dan hidup untuk menuntut balas. 

Pertunjukkan Tari Tradisi Bali Calonarang

Tarian Calonarang umumnya dipentaskan pada tengah malam di pinggir kuburan umat Hindu Bali pada kondisi gelap gulita tanpa ada penerangan sedikitpun. 

Dalam setiap pertunjukannya, akan ada cerita menarik, menegangkan dan mengandung unsur mistis yang menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan untuk menonton. 

Pertunjukan tarian ini juga selalu identik dengan cerita antara perang kebaikan melawan keburukan dimana dalam kehidupan, karakter ini selalu datang bersama-sama.

Penonton yang ingin menyaksikan pentas ini tidak diizinkan untuk meninggalkan pertunjukan sebelum ritual selesai. 

Jadi jika anda tidak cukup berani untuk menyaksikan tarian ini, lebih baik jangan. Konon katanya, jika ada yang meninggalkan pentas sebelum selesai, akan ada resiko besar yang terjadi yaitu dihadang “leak” yang diyakini mengelilingi area pementasan dan mencari jiwa yang lemah. 

Semakin lama pertunjukan tersebut maka suasananya akan semakin berubah menjadi lebih menakutkan. Bahkan terkadang ada penonton yang kerasukan dan bisa disembuhkan oleh Balian atau dukun kuat. 

Baca Juga: Kenali Tradisi Upacara Neloni (Ngapati)

Puncaknya, dukun akan memanggil leak dimana perang antara Balian dan Leak akan dimulai. Upacara ini akan selesai oleh fajar dan semua penonton dan pihak yang terlibat bisa pulang. 

Jenis Tarian Tradisi Bali Calonarang

Terdapat dua jenis tarian tradisi Bali Calonarang yang sering dipentaskan. Berikut jenis tarian Calonarang yang dimaksud: 

  • Calonarang Prembon 

Pentas seni tari Calonarang Prembon merupakan sebuah drama tari yang memadukan seni tari seperti Pengambuhan, Paarjaan, Barongan dan Palegongan. 

Dalam pertunjukannya, akan terjadi dialog dengan menggunakan tembang atau magending.

  • Calonarang Arang (Kontemporer)

Calonarang Arang merupakan bentuk dari perkembangan seni tari Calonarang yang lebih modern atau baru. 

Calonarang Arang ini umumnya memadukan berbagai media mulai dari wayang listrik, wayang kulit Calonarang, seni ogoh-ogoh, pameran seni pangleyakan dan tari kontemporer. 

Baca Juga: 6 Tradisi Jawa Yang Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Itulah sekilas tentang tradisi Bali Calonarang yang sebaiknya anda ketahui. Calonarang merupakan tarian keramat yang identik dengan unsur magis. 

Drama tari ini juga termasuk dalam kategori pementasan tradisional karena latar belakang pementasan umumnya diambil dari cerita kerajaan masa lalu.

Mudah-mudahan informasi Tradisi Bali Calonarang diatas dapat menjadi referensi sekalibus menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Kalender Bali Februari 2023 Free Download

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar