Tradisi Yaqowiyu Klaten: Festival Penyebaran Kue Apem Di Klaten


Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan budayanya. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi-tradisi berbeda yang selalu diperingati oleh masyarakat setiap daerah. 

Berbicara tentang tradisi, Klaten juga pastinya memiliki tradisi yang tak kalah unik yaitu tradisi Yaqowiyu. 

Baca Juga: Sejarah Gambang Semarang: Akulturasi Budaya Dalam Seni Tradisi 

Lalu, apa sebenarnya tradisi Yaqowiyu Klaten? Simak berikut ulasannya!

Tradisi Yaqowiyu Klaten: Festival Penyebaran Kue Apem Di Klaten

Mengenal Tradisi Yaqowiyu Klaten 

Yaqowiyu adalah sebuah festival tradisi yang diadakan di Jatinom, Klaten. 

Tradisi ini biasanya diadakan setiap bulan Safar atau bulan kedua dalam penanggalan Jawa. 

Masyarakat setempat juga sering menyebut tradisi Yaqowiyu Klaten ini sebagai Saparan. 

Tradisi ini selalu diperingati setiap tahunnya oleh masyarakat Jatinom, Klaten. 

Ciri khas dari tradisi Yaqowiyu yaitu penyebaran kue apem yang merupakan penganan bundar terbuat dari tepung beras. 

Baca Juga: Kalender Jawa dalam Perspektif Kesehatan

Kue ini akan dibagikan kepada ribuan warga yang nantinya akan saling berebut untuk mendapatkannya. 

Banyak warga yang meyakini jika apem tersebut akan membawa kesejahteraan untuk semua yang berhasil mendapatkannya. 

Asal Muasal Tradisi Yaqowiyu Klaten 

Yaqowiyu adalah sebuah tradisi yang pertama kali diperkenalkan oleh Ki Ageng Gribig. 

Nah Ki Ageng Gribig ini adalah seorang ulama besar yang ada di daerah Klaten dan sekitarnya yang berperan menyebarkan Islam. 

Dengan kata lain Ki Ageng Gribig ini menjadi salah satu tokoh penting di masyarakat yang dihormati dan dihargai.

Tradisi ini bermula saat Ki Ageng Gribig pulang dari menunaikan ibadah haji. 

Beliau membawa oleh-oleh berupa kue apem yang dibagikan kepada saudara, murid serta tetangganya. 

Namun, oleh-oleh yang dibawa oleh Ki Ageng Gribig ini ternyata tidak cukup, beliau kemudian meminta keluarganya untuk membuatkan kue apem untuk dibagikan. 

Baca Juga: Arti Mimpi Mati Suri

Setelah kejadian tersebut maka sejak tahun 1589 Masehi atau 1551 Saka, Ki Ageng Gribig selalu membagikan kue apem kepada orang-orang yang ada disekitarnya. 

Mulai dari situlah, Ki Ageng Gribig mengamanatkan kepada seluruh masyarakat khususnya di Jatinom, Klaten untuk memasak yang kemudian dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan. 

Amanat inilah yang kemudian mengawali adanya tradisi Yaqowiyu Klaten. 

Kisah Dibalik Penamaan “Yaqowiyu” 

 Setelah mengetahui asal muasal tradisi ini, tentu akan muncul pertanyaan mengapa dinamakan “Yaqowiyu”. 

Penanaman tradisi ini sebenarnya diambil dari bagian akhir doa memohon kekuatan dalam bahasa arab yaitu yaa qowiyyu, yaa aziz, qowina wal muslimiin, yaa qowiyyu warzuqna wal muslimin

Doa tersebut memiliki arti yaitu “Ya Tuhan, zat yang Maha kuat, Ya Allah dzat yang Maha menang, mudah-mudahan memberikan kekuatan kepada kami dan kaum muslimin”. 

Tak hanya itu saja, penggunaan kue apem pada tradisi ini juga memiliki maksud tersendiri dimana kue apem diambil dari bahasa Arab yaitu Affum. 

Nah, Affum sendiri mengandung arti kata Maaf. Oleh sebab itulah makanan yang dibagikan dalam tradisi ini kemudian disebut dengan apem Yaqowiyu.

Baca Juga: Mengenal Tradisi dan Ritual Setiap Bulan Masyarakat Jawa

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini juga kemudian berubah menjadi sebuah festival unggulan dari daerah Klaten. 

Saat ini tradisi Yaqowiyu sudah mulai dikenal sehingga tak heran ketika tradisi ini akan digelar banyak warga dari Boyolali, Sragen, Solo bahkan Yogyakarta yang datang ke Klaten untuk ikut ataupun menyaksikan festival tersebut. 

Tentang Sejarah & Asal Muasal Tradisi Yaqowiyu Klaten

Nah itulah sekilas tentang tradisi Yaqowiyu Klaten yang sebaiknya anda ketahui juga. 

Dibalik tradisi ini tentu saja menyimpan makna yang sangat mendalam dimana sebagai manusia kita sudah sepatutnya saling berbagi. 

Baca Juga: Sejarah Hari Tari Internasional 29 April

Terlebih lagi jika anda sudah mampu dalam hal materi, maka tidak ada salahnya jika menolong orang yang sedang membutuhkan. 

Mudah-mudahan informasi tradisi Yaqowiyu klaten diatas dapat menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar