Sejarah Gambang Semarang: Akulturasi Budaya Dalam Seni Tradisi 


Semarang adalah Ibu Kota Jawa Tengah yang masuk ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kota ini merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah kota Jakarta, Surabaya, Medan serta Bandung. 

Baca Juga: Mengenal Tradisi dan Ritual Setiap Bulan Masyarakat Jawa

Julukan dari kota Semarang juga beragam ada Kota Lumpia hingga Kota Atlas. 

Sama halnya dengan kota-kota besar yang ada di Indonesia, Semarang juga memiliki tradisi dan masih lestari sampai sekarang ini. 

Tradisi yang terkenal seperti tradisi Dugderan, tradisi Popokan dan tradisi Sesaji Rewanda. 

Terlepas dari tradisinya, Semarang juga memiliki kesenian musik tradisional yang salah satunya yaitu Gambang Semarang. 

Sejarah Gambang Semarang: Akulturasi Budaya Dalam Seni Tradisi 

Sekilas Tentang Gambang Semarang 

Gambang Semarang merupakan kesenian tradisional yang lahir dan berkembang di Kota Semarang. 

Kesenian ini menampilkan unsur-unsur seperti seni musik, tari, vokal serta lawak. 

Gambang Semarang telah ada sejak tahun 1930 dalam bentuk paguyuban dimana anggotanya terdiri dari masyarakat Semarang dan peranakan Tionghoa. 

Baca Juga: 4 Tradisi Kenduren Adat Jawa Yang Tak Terpisahkan

Jenis musik yang dipakai dalam kesenian ini yaitu bonang, suling, kendang, gambang, kempul, gong, kecrek dan alat musik gesek seperti biola/kongahyan/tehyan. 

Disamping itu, kesenian Gambang Semarang juga menampilkan penari serta penyanyi. 

Ada banyak sekali lagu yang akan dinyanyikan dalam tradisi ini, salah satu lagu yang hingga saat ini masih diingat adalah Empat Penari yang diciptakan oleh Oei Yok Siang. 

Seiring dengan berkembangnya zaman, lagu-lagu Gambang Semarang juga terasa lebih gembira serta menyatu dengan gerak gerik tari yang cenderung gemulai. 

Ciri khas dari kesenian ini yaitu terletak dari gerak telapak kaki yang berjungkat-jungkit sesuai dengan irama lagu yang lincah serta dinamis. 

Sejarah Gambang Semarang 

Gambang Semarang adalah turunan dari kesenian Betawi Gambang Kromong yang lekat dengan budaya Tionghoa. 

Gambang Semarang awal mulanya merupakan gagasan dari Lie Hok Sun pada tahun 1930 untuk membawa serta mengembangkan Gambang Kromong di Semarang. 

Gagasan ini kemudian disampaikan kepada Burgemeester yang kala itu menjabat sebagai Wali Kota. 

Baca Juga: Kalender Jawa dalam Perspektif Filosofi Jawa: Keseimbangan dan Harmoni Alam Semesta

Gagasan Lee Ho Sun ini mendapatkan tanggapan baik dari Wali Kota. 

Nah, kala itu Lie Hok Sun adalah seorang anggota volksraad yang gemar bermain musik keroncong dan merupakan anggota dari organisasi kesenian bernama Krido Handoyo. 

Dengan dukungan serta bantuan biaya dari Walikota, Lee Ho Sun membeli peralatan Gambang Kromong di Batavia bersama dengan kelompok senimannya. 

Setelah itu kemudian bermunculanlah komunitas-komunitas Gambang di Semarang. 

Kegiatan kesenian Gambang pertama digawangi oleh beberapa pemain kelompok Gambang Kromong yaitu Kedaung yang melatih pemain baru yang berasal dari grup keroncong yaitu Irama Indonesia. 

Pada tahun 1942, Gambang Semarang dinyatakan bubar serta berhenti untuk sementara waktu karena adanya perang antara rakyat Indonesia melawan Jepang. 

Pada tahun 1949, Cik Boen kembali mengaktifkan Gambang Semarang dan di tahun yang sama juga The Lian Kian memulai kembali Gambang Semarang namun sayang tidak bertahan lama. 

Sekitar tahun 1957, muncullah generasi kedua dengan tokoh utamanya yaitu Yaw Tia Boen. 

Pada generasi kedua ini, telah terjadi kolaborasi antara Gambang Semarang dengan musik lain seperti keroncong, jazz, lagu barat dan dangdut. 

Baca Juga: Arti Mimpi Mati Suri, Sebuah Peringatan Penting

Sedangkan generasi ketiga terbentuk sekitar tahun 1974 dengan tokohnya yaitu Sunoto, Jayadi dan Bah Kalud. 

Di generasi ketiga ini didirikan juga Paguyuban Gambang Semarang yang mendapatkan pengesahan langsung dari Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 1979 sebagai kategori Kesenian Rakyat. 

Tentang Sejarah Gambang Semarang

Nah itulah sekilas tentang sejarah Gambang Semarang yang sebaiknya anda ketahui. 

Kesenian ini biasanya akan muncul pada event-event tertentu misalnya seperti festival Dugderan dan festival Jajan Pasar. 

Gambang Semarang merupakan salah satu kesenian dengan akar sejarah serta estetika yang kuat sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan. 

Baca Juga: Daftar Universitas di Semarang

Bahkan, kesenian ini juga bisa menjadi salah satu identitas kota Semarang. 

Mudah-mudahan informasi tentang sejarah gambang semarang di atas dapat menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar