4 Tradisi Kenduren Adat Jawa Yang Tak Terpisahkan


4 Tradisi Kenduren Adat Jawa Yang Tak Terpisahkan

Mengulik Kisah Dibalik Tradisi Kenduren

Tradisi Kenduren – Banyak sekali hal menarik yang terjadi di tanah Jawa, beragam kisah, tradisi hingga adat istiadat yang masih terjaga hingga sekarang.

Salah satunya adalah kenduren atau orang menyebutnya kenduri. Kenduri adalah salah satu tradisi di mana mengundang sekerumun orang untuk berdoa bersama.

Selain sebagai bentuk permohonan hajat, acara kenduren lainnya adalah untuk mengirimkan doa kepada seseorang yang telah meninggal dunia, supaya segala dosa-dosa si mayit dapat diampuni dna diterima di sisi-Nya.

Berikut ini ada beberapa ulasan mengenai sejarah dan macam-macam jenis kenduren!

Sejarah Awal Tradisi Kenduren

Kenduren atau Kenduri merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan keberadaannya.

Di mana awal mulanya merupakan salah satu peninggalan Wali Songo dalam mengajarkan dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Jawa, yang telah dikemas sesuai dengan budaya Jawa sebelumnya.


Beberapa pakar juga ikut menyebutkan bahwa Kenduri ini merupakan salah satu tradisi Muslim Champa daerah Kamboja yang datang ke Jawa sekitar tahun 1446 hingga 1471 Masehi.

Dalam tradisi ini biasanya dilakukan untuk memperingati kematian seseorang baik dimulai dari 7 hari, 40 hari, 100 hari hingga 1000 harinya.

Adanya Kenduren ini adalah untuk mengirimkan doa kepada seseorang yang telah meninggal dan memohon ampunan untuknya.

Acara ini pun sampai saat ini masih dilakukan di beberapa pedesaan pulau Jawa.

Hal Positif Tradisi Kenduren

Kenduren atau kenduri adalah salah satu acara mengirim doa. Sehingga dalam acara ini diisi dengan beberapa kajian agama seperti pembacaan surat Yasin dan juga tahlil bersama yang dipimpin oleh pemuka agama.

Maka dari itu, acara ini lebih dikenal dengan nama yasinan atau tahlilan. Ada pun hal positif yang bisa diambil dari tradisi ini adalah sebagai salah satu bentuk mempererat tali silaturahmi, menjaga persatuan, dan kesatuan serta mengingatkan kita dengan kematian.

Karena tak ada yang bisa dibawa dalam alam kubur selain doa dan amal ibadah.


Adapun beberapa jenis kenduren yang paling sering dilakukan masyarakat terutama di tanah jawa, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kenduren Mitoni

Tujuan dari kenduren mitoni ini adalah berdoa bersama atas kehamilan seseorang yang masih berumur sekitar tujuh bulanan.

Hal ini dilakukan untuk meminta supaya Allah melancarkan persalinan si Ibu dan Anak agar terlahir dengan selamat.

2. Kenduren Puputan

Masih berhubungan dengan bayi, kenduren puputan ini adalah salah satu acara berdoa bersama karena  terlepasnya tali pusar pada bayi.

Biasanya dilakukan sebelum anak berumur selapan dan tali pusarnya lepas.

Tujuan kenduri ini adalah sebagai bentuk rasa syukur dan mengharap agar si anak selalu mendapatkan perlindungan dan berkah dari Allah SWT.

3. Kenduren Syukuran

Jenis kenduren syukuran adalah salah satu tradisi yang biasa dilakukan sebagai salah satu bentuk rasa syukur karena suatu harapan yang telah terwujud.

Biasanya ini dilakukan ketika seorang anak lulus sekolah, seseorang naik pangkat, atau membeli barang dan kendaraan baru.

4. Kenduren Kematian

Kenduren jenis ini biasanya dilakukan untuk mengirimkan doa kepada ahli kubur dan biasanya pula dilakukan setiap 7 hari kematian, 40 hari kematian, 100 hari hingga 1000 hari kematiannya.


Kenduren ini pun hanya melakukan pembacaan surat Yasin dan tahlil bersama-sama.

Itulah beberapa ulasan menarik mengenai asal mula dan jenis tradisi kenduren yang ada di tanah Jawa.

Mudah-mudahan dengan informasi Tradisi Kenduren Adat Jawa di atas dapat menambah wawasan kita, dan dapat menjadi referensi untuk kita kedepan. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • tradisi kenduri terdapat unsur
  • tradisi kenduren dalam bahasa jawa adalah bancaan
  • tradisi kenduren diluar pulau jawa
  • upacara kenduren dadi tradisi ing tlatah
  • mengundang kenduri dalam tradisi masyarakat lampung yolah

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar