Kalender Jawa dalam Tradisi Perkawinan Jawa: Tanggal Baik dan Simbolisme Mitologis


Tak dapat dipungkiri jika pengaruh kalender Jawa dalam tradisi perkawinan memang cukup besar. 

Mengingat salah satu fungsi dari kalender tersebut ialah digunakan sebagai dasar perhitungan Jawa. 

Baca Juga: 6 Tips Mencari Hari Baik untuk Pernikahan

Yakni sebuah perhitungan baik dan buruk yang dilukiskan melalui watak hari, tanggal, bulan hingga tahun. 

Kalender Jawa dalam Tradisi Perkawinan Jawa: Tanggal Baik dan Simbolisme Mitologis

Bulan Baik Untuk Melangsungkan Pernikahan

Menurut tradisi Jawa, ada beberapa bulan baik yang sangat dianjurkan bagi calon pasangan pengantin untuk melangsungkan sebuah pernikahan. 

Bulan-bulan baik ini diyakini memiliki makna dan dampak positif bagi kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.

Daftar Bulan Baik Untuk Pernikahan Berdasarkan Kalender Jawa

Berikut adalah beberapa contoh bulan baik untuk pernikahan menurut tradisi Jawa:

  • Bulan Besar: Bulan ini biasanya bertepatan dengan jatuhnya bulan Idul Adha. Pasangan pengantin yang menikah di bulan ini dipercaya akan mendapatkan rezeki, momongan, dan kebahagiaan yang berlimpah. Tanggal baik untuk menikah di bulan ini adalah 12, 14, dan 15.
  • Bulan Jumadil Akhir: Bulan ini merupakan bulan keenam dalam kalender Jawa dan Hijriyah. Pasangan pengantin yang menikah di bulan ini dipercaya akan mampu melewati setiap masalah dan rintangan yang hadir dalam bahtera rumah tangga mereka. Tanggal baik untuk menikah di bulan ini adalah 2, 10, dan 14.
  • Bulan lainnya yang baik untuk pernikahan adalah Bulan Safar, Bulan Ruwah, Bulan Suro, Bulan Mulud, Bulan Bakda Mulud, Bulan Rajab, Bulan Syawal, dan Bulan Zulkaidah.

Baca Juga: Menghitung Weton Jodoh Berdasarkan Kalender Jawa

Perhitungan Neptu untuk Kecocokan Pengantin

Pengaruh kalender jawa dalam tradisi perkawinan juga tampak begitu jelas dari kegiatan perhitungan neptu untuk kedua calon pengantin. 

Ya, masyarakat Jawa sangat memperhatikan hari lahir serta pasaran kedua calon pengantin guna menentukan kecocokan. 

Setiap hari lahir dan pasaran memiliki angka atau neptu tertentu. 

Dengan menjumlahkan neptu calon pengantin laki-laki dan perempuan, kita dapat mengetahui weton jodoh mereka.

Weton jodoh adalah kombinasi hari lahir dan pasaran yang memiliki keselarasan atau kecocokan antara calon pengantin laki-laki dan perempuan. 

Daftar Maka Weton Jodoh Dalam Kalender Jawa

Berikut makna dari weton jodoh berdasarkan kalender jawa:

  1. Pegat (sisa : 1, 9, 17, 25, 33) berarti rumah tangga tidak akan harmonis, akan sering bertengkar bahkan bercerai. 
  2. Ratu (jika sisa : 2, 10, 18, 26, 34) berarti hubungannya akan harmonis, saling mencintai serta menghormati.
  3. Jodoh (sisa : 3, 11, 19, 27, 35) berarti akan memiliki hubungan yang sangat harmonis, saling mendukung serta melengkapi satu dengan lainnya.
  4. Topo jika hasil didapatkan (4, 12, 20, 28, 36) berarti akan memiliki hubungan kurang harmonis dan akan sering salah paham maupun curiga.
  5. Tinari jika sisa (5, 13, 21, 29) berarti akan memiliki hubungan cukup harmonis, dapat bekerja sama dan saling mengerti.

Baca Juga: Kalender Jawa dalam Perspektif Kesehatan: Membaca Kondisi Tubuh dan Keseimbangan Energi

Simbolisme Mitologi Tradisi Perkawinan Jawa

Setelah membahas pengaruh kalender Jawa dalam tradisi perkawinan dalam hal mencocokkan kedua calon mempelai.

Kemudian kita akan bahas juga lebih lanjut tentang simbolisme mitologi-nya. 

Ya, simbolisme mitologi ini erat kaitannya dengan tradisi perkawinan Jawa.

Contoh Simbolisme Dalam Pernikahan Menurut Kalender Jawa

Contohnya pada simbolisme angka tujuh yang dianggap sebagai angka keramat dan sempurna dalam budaya Jawa. Misalnya:

  • Tujuh bulan atau pitu wasesa sebagai masa tunggu ideal bagi calon pengantin sebelum menikah.
  • Tujuh hari atau pitung dina sebagai masa bersih-bersih rumah sebelum pernikahan.
  • Tujuh macam sesaji atau pitung bubar yang disajikan dalam upacara siraman.

Simbolisme warna-warna yang digunakan dalam pakaian dan perlengkapan pernikahan. Misalnya:

  • Warna putih sebagai simbol kesucian dan kemurnian.
  • Warna kuning sebagai simbol keagungan dan kebesaran.
  • Warna merah sebagai simbol keberanian dan semangat.

Tentang Informasi Kalender Jawa Dalam Tradisi Perkawinan

Melalui pembahasan pengaruh kalender Jawa dalam tradisi perkawinan di atas membuktikan masyarakat Jawa memiliki nilai norma dan spiritual yang tinggi. 

Baca Juga: 5 Arti Mimpi Menikah Pertanda Baik Atau Buruk? 

Artinya hal itu merupakan suatu warisan leluhur yang terus coba dilestarikan hingga kini.

Mudah-mudahan informasi kalender jawa dalam tradisi perkawinan di atas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar