Pengertian Saptawara Dalam Kalender Bali, Lengkap!


Saptawara mungkin akan terdengar asing bagi masyarakat di luar Bali. Karena memang saptawara hanya ditemukan pada kalender bali.

Baca Juga: Pengertian Dedauhan Pada Kalender Bali, Lengkap!

Tak masalah, kita akan bahas pengertian Sapta Wara dalam kalender Bali hingga sifat yang menyertainya pada pembahasan kali ini. Yuk simak!

Pengertian Saptawara Dalam Kalender Bali, Lengkap!

Pengertian Saptawara

Saptawara adalah nama dari sebuah pekan atau siklus yang ada dalam budaya Bali maupun Jawa. 

Adapun siklus ini terdiri dari 7 hari. Berikut ini anggota atau nama hari dalam siklus Saptawara:

  1. Redite: Senin
  2. Soma: Senin
  3. Anggara: Selasa
  4. Budha: Rabu
  5. Wraspati: Kamis
  6. Sukra: Jumat
  7. Saniscara: Sabtu

Baca Juga: Mitos Pandan Bali, Benarkah Dapat Menangkal Hal Buruk?

Siklus Saptawara Dan Sifatnya

Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, siklus Saptawara terdiri dari 7 hari. Adapun hari-hari tersebut juga memiliki sifat yang menyertainya. Berikut diantaranya adalah seperti dibawah ini:

  1. Redite (Minggu)

Redite atau Raditya (Minggu) memiliki sifat seperti matahari. Memberikan penerangan serta kehangatan tanpa imbalan. Redite ini akan berulang setiap 7 hari di musim apapun. 

Umumnya pada hari ini para petani akan menanam tanaman yang memiliki ruas atau berbuku. Misalnya saja bambu, tebu, sirih dan lainnya. 

Perlu diketahui pula, Raditya ini dilambangkan dengan simbol warna putih. Dijaga oleh Dewata Hyang Iswara yang berada di timur. 

  1. Soma (Senin)

Pengertian Sapta Wara dalam kalender Bali untuk hari Senin atau Soma ialah layaknya bulan. 

Ya, sifat dari Soma ialah seperti bulan yakni mudah berubah, indah, melankolis serta dapat menghanyutkan perasaan. 

Intinya pada hari ini biasanya perasan kita akan mudah berubah-ubah. Umumnya pada hari ini para petani akan melakukan pembibitan atau memanen umbi-umbian. 

Lambang Soma ialah warna hitam atau kelam. Dijaga oleh Dewata Hyang Wisnu dari Utara. 

  1. Anggara (Selasa)

Saptawara ini memiliki sifat seperti api yakni panas, membara, meluluhkan segala sesuatu. Biasanya pada hari ini hawa yang terasa akan lebih panas. 

Umumnya pada hari ini petani akan lebih memusatkan perhatian pada tanaman berdaun. Mengingat tidak ada buah maupun bunga yang bagus pada hari tersebut. 

Adapun Dewata dari Anggara ialah Hyang Rudra di Barat Daya. Disimbolkan dengan bendera jingga memegang moksala (bumerang). 

Usahakan untuk bijak dalam bersikap dan tidak bermudah-mudahan dalam mengeluarkan amarah. 

Baca Juga: Pengertian Neptu Dalam Kalender Jawa Serta Fungsinya!

  1. Budha (Rabu)

Pengertian Sapta Wara dalam kalender Bali untuk hari Rabu atau Budha ialah layaknya bumi. 

Memiliki sifat yang tenang, diam, berwibawa, menyangga serta menerima dengan rela. Pada hari ini anda akan diliputi oleh perasaan tenang layaknya berada di rumah sendiri. 

Hari Rabu ini sangat baik guna menanam bunga. Selain itu cocok untuk membuat puisi, melukis, mengubah lagu, menikmati aktivitas serta rutinitas dan kegiatan lain yang membutuhkan ketenangan. 

Simbol Budha ialah warna kuning dengan Dewata Hyang Mahadewa di Barat. 

  1. Wraspati (Kamis)

Sifat wraspati ialah layaknya halilintar. Yakni menakutkan dan mengerikan. Biasanya pada hari ini anda akan merasa segala sesuatu yang dikerjakan terasa lebih lambat dibandingkan suasana sekitar. 

Biasanya para petani pada hari ini akan menanam biji-bijian. Misalnya saja beras, jagung, gandum, kedelai dan lainnya. 

Wraspati dilindungi oleh Hyang Maheswara di Tenggara. 

  1. Sukra (Jumat)

Dalam bahasa Bali, Jumat disebut dengan nama Sukra. Sifat dari Sukra ialah layaknya air yang mendinginkan panas, menyegarkan akan tetapi jika datang dalam jumlah banyak maka bisa memusnahkan. 

Bagi para petani hari ini dikenal dengan hari buah-buahan. Adapun Dewata dari Sukra ialah Hyang Sambhu di Timur Laut dan Hyang Sankara di Barat Laut. 

  1. Saniscara (Sabtu)

Sifat dari Saniscara ialah layaknya angin. Dimana ia meniupkan kesehatan dan kesejukan. 

Pada hari ini anda akan merasa segala sesuatu bergerak lambat hingga menjadi putus kesabaran. 

Baca Juga: Pengertian Weton Dalam Kalender Jawa Serta Kegunaannya!

Para petani disarankan untuk tidak menanam maupun memetik apapun. Hanya boleh memperbaiki pematang, saluran air sampai dengan pagar. 

Saniscaya dilindungi oleh Hyang Brahmana di Selatan.

Tentang Pengertian Sapta Wara Pada Kalender Bali

Nah itulah pembahasan mengenai pengertian Sapta Wara dalam kalender Bali serta sifatnya.

Ulasan diatas merupakan kepercayaan umat hindu yang berada di bali, namun tidak menutup kemungkinan akan memiliki kemiripan dengan kepercayaan kejawen.

Baca Juga: Kalender Jawa Online Lengkap

Mudah-mudahan informasi pengertian Sapta Wara pada kalender bali diatas dapat menjadi referensi serta menambah wawasan. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar