Mitos Pandan Bali, Benarkah Dapat Menangkal Hal Buruk?


Mitos pandan Bali memang menarik sekali untuk diperbincangkan. Terlebih lagi pandan Bali merupakan salah satu tanaman yang erat kaitannya dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. 

Baca Juga: Pengertian Wewaran Dalam Kalender Bali, Lengkap!

Bahkan ada cukup banyak ritual keagamaan yang menggunakan daun pandan berduri ini. 

Mitos Pandan Bali, Benarkah Dapat Menangkal Hal Buruk?

Mitos Pandan Bali Yang Dipercayai

Perlu diketahui, dalam kepercayaan masyarakat Bali, pandan berduri ini dipercaya dapat menangkal berbagai kekuatan negatif yang berada di sekitarnya. 

Hal ini pula yang menjadikan anda dapat dengan mudah menemui pandan berduri pada acara ritual keagamaan masyarakat Bali.

Penggunaan Pandan Bali Dalam Kehidupan Masyarakat

Adapun penggunaan pandan Bali dalam masyarakat memang cukup banyak. Diantaranya seperti:

  1. Pada Ogoh-Ogoh

Umumnya sebelum dilakukan upacara pada ogoh-ogoh, masyarakat akan meletakkan daun pandan berduri. 

Tujuannya tentu agar segala bentuk kekuatan buruk dapat ditangkal oleh daun pandan tersebut. 

Baca Juga: Mitos Perkutut Bali Benarkah Dapat Memperbanyak Rezeki?

  1. Pada Bangunan

Selain digunakan pada ogoh-ogoh, mitos pandan Bali yang cukup kental ialah mampu menangkal hal buruk agar tidak masuk dalam sebuah bangunan. 

Hal inilah yang membuat masyarakat kerap menaruh pandan berduri ini pada bangunan yang belum diupacarai. 

Tentu saja tujuannya agar tidak ada hal jahat maupun kekuatan negatif yang bisa memasuki bangunan tersebut. 

  1. Ditanam di Sekeliling Rumah

Tidak hanya digunakan pada ogoh-ogoh dan bangunan yang belum diupacarai saja. Pandan Bali juga kerap ditanam di sekeliling rumah. 

Tujuannya ialah agar aura negatif yang akan masuk ke pekarangan rumah dapat dinetralisir. 

  1. Digunakan Untuk Ritual Bulan Ke-enam

Penggunaan daun pandan Bali selanjutnya bisa Anda lihat ketika bulan keenam dalam kalender Bali tiba. 

Pada bulan ini biasanya masyarakat akan meletakkan daun pandan di sekeliling rumah. Mulai dari sanggah, kamar sampai dengan pekarangan. 

Hal ini dilakukan karena masyarakat percaya pada bulan ini biasanya sering terjadi penyakit atau gerubug. 

Adapun ritual meletakkan pandan berduri tersebut tentu sebagai bentuk usaha untuk menangkalnya. 

Selain digunakan untuk beberapa hal di atas, pandan bali juga dipakai untuk membuat anyaman sebagai tempat sesaji. 

Sesajen itu nantinya akan digunakan untuk upacara adat serta acara besar dalam adat masyarakat Bali itu sendiri. 

Baca Juga: Link Download Kalender Bali Agustus 2023 Lengkap

  1. Upacara Perang Pandan

Tak hanya membahas mitos pandan Bali saja. Kita juga akan bahas mengenai peristiwa penting atau upacara dalam tradisi masyarakat Bali yang menggunakan pandan sebagai salah satu media pentingnya. 

Upacara ini dikenal dengan perang pandan. Ya, dalam budaya masyarakat Bali Tenganan, yakni orang Bali asli bukan keturunan Majapahit.

Pandan berduri merupakan unsur yang penting dalam mengadakan upacara perang pandan. Umumnya acara ini akan dilakukan antara bulan Mei hingga Juni setiap tahun. 

Tujuan dari diadakannya upacara ini ialah untuk menghormati Dewa Indra (dipercayai sebagai dewa masyarakat adat Tenganan) karena masyarakat percaya jika desa yang mereka huni merupakan hadiah dari dewa tersebut. 

Asal mula upacara ini tentu dikarenakan suatu peristiwa. Dimana ada seorang raja bernama Maya Denata yang menganggap dirinya sebagai seorang dewa. 

Tidak sampai disitu, raja tersebut bahkan melarang masyarakat untuk melakukan ritual keagamaan. 

Hal ini jelas memicu kemarahan para dewa sehingga diutuslah dewa Indra yang merupakan dewa perang. 

Pada akhirnya peperangan tersebut dimenangkan oleh dewa Indra. Hal inilah yang pada akhirnya memicu peringatan perang pandan.

Pada upacara ini biasanya antara lelaki akan menggunakan daun pandan serta sebuah tameng untuk melindungi diri.

Nantinya daun pandan tersebut akan saling digosokkan satu sama lain kepada lawan. Umumnya punggung orang-orang yang mengikutinya upacara ini akan sampai berdarah.

Meskipun terasa perih jika dilihat oleh mata, nyatanya mereka tidak merasakan kesakitan sama sekali.

Baca Juga: Download Logo Provinsi Bali PNG

Perlu diketahui, upacara perang pandan ini bahkan cukup populer di kalangan turis mancanegara lho.

Tentang Mitos Pandan Bali

Nah itulah tadi pembahasan mengenai mitos pandan Bali yang dapat kita ulas. Tentunya kita hanya perlu menghormatinya jika tidak mempercayai akan mitos tersebut.

Mudah-mudahan informasi mitos pandan bali diatas dapat menjadi referensi serta menambah wawasan untuk kita. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar