Hari Baik Menebang Pohon, Kenali Tradisi Brubuh!


Hari baik menebang pohon dalam masyarakat Jawa dikenal dengan budaya atau tradisi brubuh.

Bagi anda yang bukan dari masyarakat Jawa mungkin cukup asing dengan budaya ini.

Baca Juga: Cara Menentukan Hari Baik Untuk Bepergian Menurut Primbon Jawa 

Akan tetapi bagi masyarakat Jawa kebudayaan ini patut dilestarikan untuk menjaga alam dari kerusakan. Untuk lebih jauh mari kita simak di sini.

Hari Baik Menebang Pohon, Kenali Tradisi Brubuh!

Pengertian Brubuh

Brubuh merupakan cara atau metode menebang kayu yang dilakukan secara tradisional.

Dimana penebangan kayu tersebut mempertimbangkan perhitungan dalam kalender pertanian Jawa.

Dalam konsep brubuh ini seseorang dilarang menebang kayu di sembarang waktu. Intinya ada waktu-waktu yang tepat dimana pohon bisa ditebang.

Umumnya terjadi pada musim-musim tertentu. Nah dalam kalender Jawa pertanian atau Pranata Mangsa, musim tersebut terbagi menjadi 12. 

Adapun musim yang paling tepat untuk menebang pohon ini ialah ketika musim tuwa (musim tua) yang jatuh pada musim (mangsa) Kasanga, Kasadasa serta Dhesta.

Musim Untuk Menebang Pohon

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hari baik menebang pohon bisa dilakukan ketika musim yang tepat telah tiba. 

Yakni musim atau mangsa Kasanga, Kadasa dan Dhesta. Berikut kita akan bahas ciri-ciri dari musim tersebut:

  • Musim Kasanga (kesembilan)

Musim Kasanga atau mangsa Kasanga ini jatuh pada tanggal 1 Maret sampai dengan 25 Maret. 

Adapun ciri-ciri dari musim ini cukup banyak, yakni:

  1. Padi-padi yang ditanam mulai berbunga.
  2. Mulai muncul banyak jangkrik yang bernyanyi.
  3. Hewan tonggeret dan gangsir juga mulai lebih sering bersuara.
  4. Terlanjur, bunga padu glagah mulai gugur.

Jika anda mendapati ciri-ciri tersebut pada musim Kesanga, maka silahkan untuk melakukan penebangan pohon. 

Baca Juga: Cara Menentukan Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa 

  • Musim Kasadasa (kesepuluh)

Musim Kasadasa ini biasanya jatuh pada tanggal 26 Maret sampai dengan 18 April. 

Untuk ciri-ciri musim ini biasanya akan terjadi:

  1. Padi yang mulai menguning.
  2. Telur-telur burung yang kecil akan mulai menetas juga.

Jika mendapati dua ciri tersebut pada tanggal itu maka musim Kasadasa telah tiba. Pada waktu ini merupakan hari baik menebang pohon yang bisa anda lakukan. 

  • Musim Dhesta (kesebelas)

Musim Dhesta atau kesebelas ini biasanya akan jatuh pada tanggal 19 April sampai dengan 11 Mei. 

Adapun ciri-ciri dari musim ini ialah:

  1. Akan mulai banyak burung-burung yang memberi makan anaknya.
  2. Buah randu juga akan mekar.

Pada ciri-ciri tersebut bisa membuat anda lebih yakin jika musim Dhesta telah tiba. 

Setelah meyakini musim tersebut datang maka aktivitas menebang pohon bisa dilakukan dengan tenang. 

Manfaat Menebang Pohon Pada Musim Yang Tepat

Menebang pohon dengan mempertimbangkan musim bukanlah suatu yang dilakukan tanpa alasan. 

Tentunya hal ini dilakukan untuk beberapa manfaat tertentu, diantaranya seperti:

  • Kayu Tidak Mudah Dimakan Serangga 

Pohon yang ditebang pada tiga musim di atas akan memiliki kandungan Lignin yang rendah. Sehingga kayu tidak akan mudah dimakan oleh serangga. 

Hal ini tentu memberikan keuntungan khusus. Mengingat banyak masalah kayu yang dimakan serangga hingga menjadi rapuh dan secara penampilan tidak menarik. 

Baca Juga: Arti Mimpi Sakit Parah Hingga Masuk Rumah Sakit, Benarkah Pertanda Buruk? 

  • Kelenturan Yang Baik

Perlu diketahui, hari baik menebang pohon juga diperlukan jika anda ingin mendapatkan kayu dengan kelenturan yang baik. 

Selain itu, pada musim tersebut pula kayu memiliki kekuatan yang bagus. Intinya baik kelenturan sampai dengan kekuatan tidak perlu diragukan. 

  • Menjaga Kelestarian Alam

Metode brubuh ini memang sangat baik dalam menjaga kelestarian alam. Hal itu dikarenakan kayu yang ditebang pada musim tepat memiliki kekuatan yang baik sehingga lebih awet. 

Melalui hal ini jelas masyarakat tidak akan melakukan penebangan pohon berulang karena kebutuhan yang sudah terpenuhi. 

Tentang Ulasan Hari Baik Menebang Pohon

Demikianlah pembahasan mengenai hari baik menebang pohon yang dikenal dengan budaya brubuh. Sayangnya budaya ini semakin langka pelestariannya. 

Hal itu dikarenakan kurangnya wawasan anak-anak muda serta nafsu manusia yang terlalu besar menginginkan keuntungan berlebihan.

Baca Juga: Sifat dan Karakter Lahir 12 Agustus 1991 Menurut Weton Jawa

Mudah-mudahan informasi hari baik menebang pohon diatas dapat menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar