Mengulas Tradisi Nyadran Masyarakat Jawa


Mengulas Tradisi Nyadran Masyarakat Jawa

Mengulas Tata Cara Pelaksanaan Tradisi Nyadran

Tradisi Nyadran – Tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia sangat melimpah ruah, dari Sabang hingga Merauke.

Terutama pulau Jawa yang memiliki banyak sekali Upacara adat, sampai saat ini masih terus dilestarikan.

Masyarakat Jawa akan melakukan sebuah tradisi atau upacara adat terhadap seseorang dimulai saat sebelum kelahirannya hingga kematiannya.

Upacara adat yang terdapat di Tanah Jawa saat ini terlahir akibat akulturasi yang dilakukan para Wali Songo, yang pada masa itu berusaha menyebarkan agama Islam.

Para Wali Allah SWT menyebarkan agama islam dengan cara damai. Yakni dengan cara memanfaatkan tradisi masyarakat Jawa yang saat itu masih cenderung mayoritas memeluk agama Hindu-Buddha.

Perjuangan para Walisongo sangat membuahkan hasil, bisa kita lihat bahwa kini masyarakat tanah Jawa sebagian besar sudah memeluk agama Islam.

Bahkan tradisi yang dilakukan di tanah Jawa pun mengandung unsur agama Islam.

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas Tradisi Nyadran yang berasal dari Tanah Jawa. Berikut ulasannya!

Mengenal Tradisi Nyadran

Tradisi Nyadran merupakan tradisi yang berasal dari Tanah Jawa, lebih tepatnya Jawa Tengah.

Kalimat Nyadran diambil dari kamus Bahasa Sansekerta “sraddha”, yang memiliki arti kepercayaan.

Namun dalam Bahasa jawa nyadran diambil dari kata “sadran” yang memiliki makna “ruwah sya’ban”.

Tradisi Nyadran merupakan sebuah kegiatan pembersihan area makam sanak keluarga.

Setelah melakukan pembersihan makam, langkah terakhir yang biasa dilakukan masyarakat Jawa adalah menabur bunga diatas tanah pemakaman.

Mengulas Tradisi Nyadran Masyarakat Jawa

Hal-hal yang Dilakukan Dalam Tradisi Nyadran

Dalam proses tradisi Nyadran terdapat beberapa tahapan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan seperti:
  • Melakukan acara kenduri atau selamatan yang dipimpin seorang tokoh agama untuk membacakan ayat al qur’an, tahlil, dan istighosah. Tak lupa di akhir acara kenduri akan diadakan makan bersama para undangan.
  • Setelah melakukan kenduri, para masyarakat Jawa biasanya menuju pemakaman sanak keluarga untuk memberi serangkaian do’a agar ruh jenazah bisa merasa tenang dan ditempatkan di tempat terbaik disisiNya dan segala dosa nya bisa di ampuni oleh sang Maha Kuasa.
  • Setelah para peziarah berdatangan di area makam, peziarah akan membersihkan pemakaman sanak keluarga dari kotoran berupa rumput atau dedaunan kering yang menimpa makam, tujuannya agar makam terawat dan tidak ada hewan liar yang menempati.
  • Setelah makam terlihat bersih maka bisa dimulai memanjatkan do’a untuk ditujukan kepada mendiang sanak keluarga, dan tak lupa untuk menabur bunga untuk diletakkan diatas pemakaman.
Bunga yang dipakai identik bernama bunga Telasih, masyarakat Jawa menganggap bahwa bunga Telasih memiliki arti kekeluargaan yang kental dan harmonis.


Sehingga keberadaan sanak keluarga yang telah meninggal dunia tetap terus dikenang dan tidak akan lupa untuk memberikan do’a kepada mendiang.

Waktu Pelaksanaan Tradisi Nyadran

Tradisi Nyadran tidak dilakukan setiap hari atau setiap bulan, namun tradisi Nyadran memiliki waktu tertentu.

Tradisi Nyadran biasa dilakukan masyarakat Jawa di setiap tanggal 10 pada bulan Rajab dan pada Bulan Sya’ban yang mendekati bulan puasa Ramadhan.

Nyadran yang dilakukan pada 10 Rajab dan pada bulan Sya’ban menjelang puasa Ramadhan memiliki Tujuan.

Tujuan tersebut berupa ungkapan rasa syukur kepada sang Maha Kuasa dan untuk menghormati para leluhur yang telah berjasa di masa kehidupannya.

Sebagai generasi Penerus Bangsa hendaklah kita melestarikan adat dan budaya yang ada di Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman.

Selain itu mulai dari sekarang kita wajib memperkenalkan segala kekayaan yang dimiliki Bangsa kepada anak cucu kita.

Dengan terus mempertahankan adat dan budaya bangsa maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, karena para generasi penerusnya mau menghargai jasa para Pahlawan Bangsa.

Itulah beberapa ulasan mengenai tradisi Nyadran yang berasal dari Tanah Jawa.

Mudah-mudahan informasi Tradisi Nyadran diatas dapat menambah wawasan serta menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • tradisi nyadran menurut islam
  • tradisi nyadran bahasa jawa
  • tradisi nyadran ana ing wulan
  • makna tradisi nyadran
  • sejarah tradisi nyadran
  • makna simbolik tradisi nyadran

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar