Menilik Tradisi Menaruh Mayat di Bawah Pohon


Bali merupakan tempat yang indah untuk dijadikan tujuan berlibur. Selain terdapat pantai, danau, gunung, kuliner yang lezat, ada pula hal menarik lainnya. 

Salah satunya ialah desa wisata yang bernama Trunyan. Dimana di desa tersebut memiliki tradisi menaruh mayat di bawah pohon masih dilakukan. 

Baca Juga: 6 Menu Makanan Tradisional Bali Yang Lezat!

Desa Trunyan ini letaknya berada di kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, Bali. Tradisi pemakaman unik di desa ini memang masih terus dilakukan. 

Tidak ada penguburan maupun keramaian. Melainkan hanya diletakkan di bawah pohon. Nama pohon tersebut bernama Taru Menyan.

Menilik Tradisi Menaruh Mayat di Bawah Pohon

Tujuan Menaruh Mayat di Bawah Pohon

Menaruh mayat di bawah pohon ini memiliki tujuan tersendiri. Diantaranya adalah:

  1. Agar bau pohon Taru Menyan yang harum tidak tercium. Serta jenazah yang berada di bawahnya dapat tertutupi baunya oleh harum pohon Tau Menhan tersebut. 
  2. Ada Alain alim mengatakan jika tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Cara Pemakaman di Desa Trunyan

Perlu diketahui, jumlah jenazah yang akan ditaruh di bawah pohon Taru Menyan memang tidak boleh lebih dari 11 orang. Berikut beberapa cara pemakaman di desa Trunyan:

Baca Juga: Wanita Bali Bertelanjang Dada, Salah Satu Tradisi Bali Tahun 1950-an

Dimakamkan Secara Mepasah 

Pertama akan dilakukan secara Mepasah atau diletakkan di bawah pohon Taru Menyan jika memenuhi beberapa kriteria khusus. Diantara kriteria tersebut ialah:

  1. Meninggal dalam keadaan yang wajar. 
  2. Sudah menikah atau berumah tangga. 
  3. Bujangan maupun anak-anak yang sudah lepas gigi susunya. 
  4. Tidak ada luka yang belum sembuh. 
  5. Anggota tubuhnya lengkap atau tidak rusak. 

Perlu diketahui, tidak semua orang akan dimakamkan dengan tradisi menaruh mayat di bawah pohon (Sema Wayah). 

Mengingat area pemakaman Sema Wayah ini diyakini sebagai pemakaman yang paling suci. Hal ini pula yang membuat area tersebut terkenal dengan sebutan kuburan suci. 

Dimakamkan di Sema Muda

Jika tidak memenuhi kriteria di atas, ada cara lain yang dilakukan. Yakni dimakamkan di area pemakaman Sema Muda. 

Hal ini dilakukan jika yang meninggal merupakan anak-anak yang belum tanggal gigi susunya. 

Baca Juga: 5+ Tradisi Jawa Barat dan Tujuannya!

Dimakamkan di Sema Bantas

Adapun pemakaman ini dilakukan untuk jasad yang meninggal karena sebab khusus. Dalam artian kematiannya tidak wajar. 

Misalnya saja mengalami kecelakaan, dibunuh, bunuh diri sampai dengan tubuh yang masih luka atau tidak lengkap. 

Bagaimana, cukup unik bukan pemakaman yang ada di desa Trunyan ini? Selain itu ada sebuah mitos yang juga unik. 

Dimana dikatakan jika seseorang yang diletakkan di bawah pohon dan ia merupakan orang yang suka berbuat baik maka jenazahnya akan menjadi cepat busuk. Hal ini berbeda dibandingkan dengan jenazah seseorang yang kerap melakukan dosa. 

Tradisi menaruh mayat di bawah pohon ini hingga saat ini memang masih terus dilakukan. 

Tujuannya tentu untuk menghormati para leluhur dan sebagai pelestarian tradisi dari nenek moyang.

Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon
Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon
Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon – Bali merupakan tempat yang indah untuk dijadikan tujuan berlibur. Selain terdapat pantai, danau, gunung, kuliner yang lezat, ada pula hal menarik lainnya.
Oleh Endik Eko

Aturan di Desa Trunyan

Apakah anda Ingin berkunjung ke desa Trunyan? Nah, sebelum itu anda perlu tahu, ada beberapa aturan yang perlu diketahui. 

Tentunya aturan yang berlaku harus dipatuhi dengan baik. Berikut beberapa aturannya:

  1. Pengunjung dilarang untuk mengambil apapun di pemakaman desa Trunyan tersebut. 

Meskipun begitu, jika anda ingin mengambil foto tidak ada masalah. Hanya saja perlu meminta izin dengan mengatakan permisi terlebih dulu. 

  1. Dilarang berbicara kotor atau kasar ketika berada di pemakaman. 

Ikuti saja aturan dan kebiasaan masyarakat di daerah tersebut sebagai bentuk penghormatan. 

Baca Juga: Referensi Lengkap Kalender Bali Juli 2023

Tentang Tradisi Menaruh Mayat Di Bawah Pohon Desa Trunyan

Nah jadi itulah tadi pembahasan mengenai tradisi menaruh mayat di bawah pohon yang dapat kita bahas. 

Mudah-mudahan informasi tradisi trunyan menaruh mayat dibawah pohon diatas dapat menjadi referensi dan menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat!

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar


Tradisi Bali Menaruh Mayat di Bawah Pohon