Perayaan Hari Raya Galungan di Bali


Istilah perayaan Hari Raya Galungan sepertinya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar umat Hindu yang tinggal di Bali. 

Perayaan yang diselenggarakan setiap 210 hari sekali ini merupakan acara untuk memperingati hari kemenangan Dharma alias kebaikan melawan Adharma yang merupakan keburukan. 

Baca Juga: Ketentuan Pernikahan Berdasarkan Kalender Bali

Penyelenggaraan Hari Raya Galungan sendiri dibuat berdasarkan perhitungan kalender Bali yang mana jatuh pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon Wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma.

Perayaan Hari Raya Galungan di Bali

Sejarah Hari Raya Galungan di Bali

Jika menilik dari sejarahnya, Galungan sendiri berasal dari kata  Jawa Kuno yang berarti menang. Selain itu, Galungan juga memiliki makna yang mirip dengan Dungulan dimana sama-sama berarti kemenangan. 

Baca Juga: Hari Baik Kalender Bali Maret 2023 Lengkap

Sehingga bisa disimpulkan bahwa Galungan memberikan pemahaman bahwa niat dan usaha yang baik akan selalu menang melawan keburukan maupun niat yang jahat. 

Selain untuk memperingati kemenangan Dharma melawan Adharma, Perayaan Hari Raya Galungan juga disimbolkan sebagai momen untuk mengucapkan rasa syukur atas terciptanya alam semesta.

Sehingga sebagai bentuk rasa terima kasihnya, umat Hindu akan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara.

Rangkaian Acara Upacara Galungan di Bali

Ada banyak rangkaian acara dalam Hari Raya Galungan ini dimana umat Hindu akan melakukan aktivitas yang cukup istimewa dan khusus. 

Dimulai dengan melakukan persembahan di rumah masing-masing yang kemudian berlanjut ke pura keluarga yang lebih besar seperti Pemerajan Agung, Dadia, Pura Ibu, Panti, Pura Banjar dan ke Kahyangan Tiga atau Pelinggih-pelinggih di tempat usaha.

Pada Hari Raya Galungan ini, umat Hindu di Bali akan merayakannya dengan menggunakan pakaian adat yang didominasi warna putih, lalu masing-masing dari mereka akan membawa sesajen di atas kepalanya. 

Baca Juga: Kalender Bali Februari 2023 Free Download

Bagi umat Hindu yang memiliki anggota keluarga yang sudah meninggal atau yang biasa disebut Mangkisan di Pertiwi, maka mereka juga harus membawa banten ke pemakaman. 

Makna Peringatan Hari Galungan di Bali

Jika dilihat dari sisi upacaranya, Umat Hindu yang merayakan Galungan dinilai sebagai momen untuk memperingati kebaikan secara spiritual serta sebagai bentuk ritual agar selalu melawan adharma alias keburukan. 

Bisa dikatakan, bahwa inti dari Galungan ialah untuk menyatukan kekuatan rohani serta pikiran yang terbuka agar umat Hindu memiliki prinsip hidup yang baik sebagai wujud dharma dalam diri manusia.

Baca Juga: Makna Hari Raya Galungan Bagi Umat Hindu Bali

Perayaan Sebelum Galungan Bali

Sebelum Hari Raya Galungan tiba, adapun upacara keagamaan lainnya yang juga diselenggarakan oleh Umat Hindu seperti Hari Tumpek Wariga (Pengatag) yang dilaksanakan 25 hari sebelum perayaan hari Galungan. 

Lalu, 6 hari sebelum Galungan juga terdapat rangkaian upacara bernama Sugihan Jawa. Istilah Sugihan Jawa sendiri berasal dari kata sugi yang berarti menyucikan dan Jawa alias jaba yang berarti di luar.

Lima hari sebelum Perayaan Galungan juga akan digelar upacara Sugihan Bali yang bermakna untuk membersihkan diri baik itu secara jiwa maupun raga, sehingga ketika nanti waktu Galungan tiba maka semuanya telah bersih dan suci agar acaranya bisa berlangsung dengan baik. 

Selanjutnya, tiga hari sebelum perayaan galungan tiba, akan diadakan Pahing wuku Dungulan terlebih dahulu atau yang lebih dikenal dengan Hari Penyekeban. 

Pada hari itu manusia diharapkan bisa nyekeb atau mengekang indra alias nafsu, serta menahan diri dari hal-hal yang dilarang agama.

Baca Juga: Penetapan Purnama-Tilem Pada Kalender Bali

Dua hari sebelum Hari Raya Galungan akan ada upacara Penyajaan, yang mana bertujuan untuk benar-benar memantapkan diri dalam pelaksanaan upacara. Sebab, akan ada banyak godaan dalam menghadapi Galungan.

Lalu, sehari sebelum perayaan Galungan tiba, akan ada acara Penampahan Galungan yang mana umat Hindu menyembelih babi sebagai bentuk membunuh nafsu binatang yang ada dalam diri manusia.

Itulah sejarah dan makna perayaan Hari Raya Galungan di Bali, semoga informasi yang kami sampaikan diatas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar