Tradisi Tawur Sego: Tradisi Tolak Bala Warga Pelemsari


“Tawuran” mendengar kata ini pastinya selalu identik dengan kekerasan dan merupakan peristiwa yang sangat menakutkan. 

Namun “tawuran” yang akan kita bahas kali ini tentu saja berbeda.

Baca Juga: Download Logo Kota Administrasi Jakarta Barat PNG

Ya, tawuran yang dimaksud kali ini adalah sebuah tradisi dari warga desa di Jawa Tengah.

Nama tradisi tersebut dikenal sebagai Tawuran Sego atau dikenal dengan Tradisi Tawur Sego.

Tradisi Tawur Sego: Tradisi Tolak Bala Warga Pelemsari

Sekilas Tentang Tradisi Tawur Sego

Tradisi Tawur Sego atau Perang Nasi adalah sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga di Desa Palem Sari, Jawa Tengah.

Tradisi ini sendiri merupakan sebuah wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen.

Biasanya, tradisi Tawur Sego ini bertepatan dengan hari besar penanggalan tahun Jawa.

Tradisi Tawur Sego umumnya dilakukan setelah masa panen tiba dan dilaksanakan di tanah lapang dari Desa masing-masing yang umumnya berdekatan dengan Punden Keramat.

Baca Juga: Festival Lima Gunung Dan Keunikannya!

Nah, Punden ini merupakan sebuah gundukan keramat atau makam keramat dari tokoh pendiri desa terdahulu yang pastinya dihormati oleh warga setempat.

Pelaksanaan Tradisi Tawur Sego

Pada pelaksanaannya, warga desa mulanya akan berbondong-bondong menuju ke tempat dimana ritual tersebut dilaksanakan.

Mereka akan membawa bekal seperti nasi dan lauk pauknya. makanan yang akan digunakan dalam tradisi Tawur Sego ini juga pastinya sudah dibungkus dengan daun pisang atau bisa juga daun jati.

Nasi yang dibawa dilengkapi dengan lauk pauk seperti tempat, ikan dan tahu. Ini sebagai syarat berkah rezeki yang sudah diberikan oleh Allah SWT yang wajib kita syukuri.

Sebelum tradisi Tawur Sego dimulai, terlebih dahulu akan dilakukan ritual sedekah bumi.

Pada ritual sedekah bumi ini, semua warga yang sudah membawa panganan diwajibkan untuk mengumpulkan penganan tersebut dan dijadikan gunungan sebanyak 7 gunungan.

Jika sudah membentuk 7 gunungan ini, warga harus mengelilingi gunungan tersebut dan kemudian memanjatkan Doa kepada Allah SWT.

Semua warga harus memohon doa kepada Allah SWT agar apa yang dilakukan pada tradisi ini akan memberikan keberkahan dan kelancaran di kemudian hari.

Nah setelah ritual sedekah bumi ini selesai, barulah tradisi tawur sego dimulai. Warga akan saling lempar melempar nasi.

Biasanya tradisi Tawur Sego ini juga diikuti oleh semua kalangan warga dari orang tua, dewasa hingga anak-anak.

Baca Juga: Sejarah Gambang Semarang: Akulturasi Budaya Dalam Seni Tradisi 

Tidak Seseram Namanya: Tawur Sego

Ritual lempar nasi ini akan dilakukan dengan perasaan suka cita dan bukan sebuah kekerasan pada umumnya.

Seluruh warga yang mengikuti ritual, akan saling lempar melempar nasi yang sudah dibungkus sebelumnya ke segala arah.

Jadi tak akan heran jika siapa saja yang mengikuti ritual tersebut bisa jadi korban pelemparan.

Saling lempar melempar nasi ini tentu saja akan membuat semua warga gembira bahkan sampai tertawa terbahak-bahak walaupun badannya sudah dilumuri dengan nasi putih.

Mitos Tradisi Tawur Sego

Tradisi Tawur Sego ini memang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Konon katanya, tradisi ini tidak pernah dijalankan oleh warga setempat dan bencana pun datang.

Bencana ini tentu saja paling ditakuti oleh petani di desa tersebut yaitu gagal panen.

Nah, karena ada fenomena tersebut, akhirnya warga memutuskan untuk melaksanakan tradisi tersebut setiap tahunnya.

Tradisi Tawur Sego ini baru akan selesai jika nasi yang dikumpulkan tersebut sudah habis sebagai alat perang.

Nasi-nasi yang tidak tertangkap serta jatuh dijalan, akan dibawa oleh warga untuk pakan ternak.

Baca Juga: Arti Mimpi Tersesat Yang Sebaiknya Diketahui!

Ritual ini pastinya tidak hanya sekedar perang nasi saja biasanya dibarengi dengan berbagai pertunjukan ketoprak yang pastinya akan membuat acara semakin menarik.

Tradisi Tawur Sego merupakan suatu kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tertentu.

Ritual melempar sego atau nasi ini adalah sebuah simbol rasa syukur atas berkat serta rahmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar