Tradisi Balimau Kasai: Ritual Mandi Khas Riau Untuk Menyambut Bulan Ramadhan


Tradisi Balimau Kasai – Bulan Ramadhan atau bulan ke-8 dalam penanggalan hijriyah dalam Islam dianggap sebagai bulan sakral.

Ya, di bulan ini, seluruh umat Islam melakukan ibadah puasa sebulan penuh sampai memasuki Bulan Syawal.

Baca Juga: 9 Prosesi Pernikahan Adat Melayu Riau

Bulan Ramadhan dipercaya merupakan bulan suci yang penuh dengan limpahan berkah dan menjadi bulan dimana Al-Qur’an diturunkan.

Dengan kesakralannya, tak mengherankan jika umat Muslim selalu menyambut bulan ini dengan penuh suka cita serta persiapan.

Misalnya saja di Riau dimana di kota ini terdapat ritual yang selalu digelar dimana ritual tersebut bernama Balimau Kasai.

Tradisi Balimau Kasai: Ritual Mandi Khas Riau Untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Sekilas Tentang Tradisi Balimau Kasai 

Balimau Kasai merupakan ritual mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan jeruk limau. 

Menurut kepercayaan masyarakat Riau, jeruk yang digunakan untuk mandi Balimau Kasai merupakan air bersih yang dicampur dengan bunga wangian.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Brobosan Adat Jawa

Air tersebut kemudian dicampur dengan aneka jeruk seperti jeruk nipis, jeruk purut dan jeruk kapas. Sedangkan kasai merupakan wangi-wangian yang digunakan ketika keramas.

Bagi masyarakat asli Kampar, pengharum rambut tersebut dipercaya bisa mengusir berbagai macam rasa dengki dalam kepala sebelum memasuki bulan puasa.

Tradisi Balimau Kasai sudah dikenal sangat lama dan merupakan kebiasaan masyarakat Riau untuk mensucikan diri. Biasanya ketika sudah mendekati Bulan Ramadhan, masyarakat Riau akan mandi di aliran Sungai Kampar, Riau.

Tata Cara Mandi Balimau Kasai 

Ritual mandi Balimau Kasai tentu saja tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat beberapa peralatan serta bahan yang digunakan dalam ritual ini. 

Baca Juga: Kalender Jawa Maret 2023 Lengkap Hari Baik

Beberapa peralatan yang harus disiapkan mulai dari enam warna baju yaitu putih, merah, hitam, hijau, kuning serta kelabu. 

Baju berwarna putih biasanya digunakan oleh pemimpin upacara sementara sisanya digunakan oleh pembantunya. 

Lima warna memiliki makna yang dihubungkan dengan malaikat serta empat Khulafaur-rasyidin, yaitu: 

  • Kain berwarna hitam memiliki arti sabar dan penyimpan rahasia yang melambangkan Jibril dan Abu Bakar.
  • Kain berwarna merah memiliki arti panglima yang melambangkan Isrofil dan Usman.
  • Kain berwarna kuning memiliki arti pengrajin yang melambangkan Mikail Istana dan Umar.
  • Kain berwarna Kelabu memiliki arti pemberani yang melambangkan Isroil dan Alin.
  • Kain berwarna putih memiliki arti kesucian yang melambangkan titisan cahaya Nabi Muhammad SAW.

Selain baju, terdapat juga guci/kendi. Guci yang digunakan dalam ritual ini tentu saja merupakan guci khusu yang telah berumur ratusan tahun.

Baca Juga: Kalender Mancing Juli 2023 Fase Bulan

Guci ini tentu saja digunakan sebagai tempat ramuan khusus yang akan digunakan dalam ritual. Ramuan khusus yang dimasukkan biasanya berisi campuran air yang diambil dari sumur kampung yang sudah dibacakan mantra.

Campuran air tersebut diantaranya seperti:

  • Tujuh buah jeruk nipis yang melambangkan penguasaan terhadap ilmu sakti.
  • Tujuh butir pinang yang melambangkan kesucian batin pendekar.
  • Bonglai kering sebanyak 76 iris yang melambangkan sikap pemberani, pemberantas iblis, jin dan ahli politik.
  • Tujuh mata kunyit yang melambangkan bahwa orang yang rajin musuhnya iblis sedangkan orang malas temannya iblis.
  • Tujuh jumput mata mukot serta tujuh biji bawang merah yang melambangkan sifat penurut.
  • Arang using yang melambangkan sifat sabar, pandai menyimpan rahasia serta kuat melakukan jihad fisabilillah.

Sebelum ritual mandi Balimau Kasai dilakukan, masyarakat Riau akan mengadakan ziarah ke makam tokoh masyarakat setempat terlebih dahulu.

Baca Juga: Tradisi Bali Potong Gigi: Ritual Keagamaan Wajib Bagi Umat Hindu Di Bali

Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk napak tilas atas perjuangan tokoh masyarakat tersebut. Setelah sampai di makam, para peziarah akan berdoa yang didampingi oleh tokoh Agama. Selanjutnya, mereka akan menuju ke dermaga Lubuk Bunter yang jaraknya 3 meter dari lokasi makam.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan menyeberangi sungai Jada. Sementara itu, pemimpin ritual akan menyiapkan ramuan khusus dan menyiapkan lima kain dengan warna berbeda.

Di hari berikutnya, pemimpin akan menuju tempat pelaksanaan upacara dengan menggunakan kain putih. Pemimpin tersebut akan dikawal oleh para pengawal dengan menggunakan baju berwarna abu-abu, hitam, hijau, kuning dan merah.

Setelah persiapan cukup, upacara Balimau Kasai dimulai kemudian para peserta harus mengucapkan niat sebelum memulai.

Pemimpin upacara yang didampingi oleh 5 laki-laki akan membaca doa serta memantrai air ramuan yang ada di dalam guci. Setelah itu, air akan disiramkan ke masyarakat.

Acara pemandian ini dimulai dengan membasahi telapak tangan kanan yang dilanjutkan dengan tangan kiri.

Baca Juga: Kalender Bali Oktober 2023 Lengkap

Apabila dalam upacara hadir pejabat penting, maka pejabat tersebut dimandikan terlebih dahulu. Setelah membasuh tangan, prosesi dilanjutkan dengan membasuh kaki kanan kemudian kaki kiri. Selanjutnya membasahi ubun-ubun dan terakhir seluruh badan.

Itulah sekilas tentang tradisi Balimau Kasai dan bagaimana tata cara mandi yang dilakukannya. Tradisi ini masih tetap dipakai oleh sebagian masyarakat Riau.

Jadi, jika anda berkunjung ke Riau mendekati bulan Ramadhan, maka anda bisa melihat ritual ini. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar