Tradisi Bali Potong Gigi: Ritual Keagamaan Wajib Bagi Umat Hindu Di Bali


Selain terkenal dengan destinasi wisatanya, Bali juga terkenal dengan tradisinya yang unik dan syarat akan makna. 

Menariknya, hampir semua masyarakat Bali sangat menjaga dan melestarikan tradisi dari nenek moyang sehingga inilah yang menjadi ciri khas dari Pulau Dewata. 

Baca Juga: Mengenal Tradisi Bali Megeburan: Tradisi Rebutan Pria Di Bali 

Berbicara tentang tradisi di Bali, tahukah anda? Ternyata di Bali terkenal dengan tradisi potong gigi

Tradisi Bali Potong Gigi: Ritual Keagamaan Wajib Bagi Umat Hindu Di Bali

Sekilas Tentang Tradisi Bali Potong Gigi

Potong gigi menjadi salah satu hal yang tidak asing lagi untuk kita dengar. Namun di Bali, ternyata ada upacara khusus potong gigi. 

Ya, upacara potong gigi atau dikenal dengan sebutan “mepandes, mesangih dan metatah” merupakan sebuah tradisi ritual keagamaan yang wajib dilaksanakan semua umat Hindu di Bali. 

Baca Juga: Tradisi Bali Yang Terkenal: Dari Ngaben Sampai Galungan

Upacara ini dikhususkan untuk masyarakat asli Bali yang telah menginjak remaja. Upacara Potong Gigi biasanya dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit. 

Namun di beberapa daerah di Bali, upacara ini dilaksanakan sebelum matahari terbit. Pakaian yang digunakan untuk upacara Potong Gigi juga sangat khusus yaitu warna putih dan kuning. 

Metatah merupakan ritual wajib bagi umat Hindu dan kewajiban bagi orangtua melaksanakannya sebelum anaknya memasuki masa perkawinan. 

Sehari sebelum upacara dilakukan, orang yang akan melakukan potong gigi biasanya akan melakukan upacara mekekeb/mepingit.  

Orang yang akan melakukan prosesi potong gigi, dilarang untuk keluar rumah. Upacara Metatah memerlukan dana yang cukup besar sehingga tidak jarang upacara ini dilakukan secara massal. 

Baca Juga: Kalender Bali Mei 2023 Lengkap

Makna Upacara Potong Gigi Di Bali 

Upacara Potong Gigi di Bali menjadi bagian dari Manusa Yadnya. Hal ini merupakan sebuah konsep siklus hidup manusia dari bayi dalam kandungan, lahir sampai dengan perkawinan. Manusa Yadnya sendiri merupakan filosofi untuk memanusiakan manusia. 

Upacara Potong Gigi dilakukan bukan tanpa adanya makna. Upacara ini mengandung makna menemukan hakikat manusia dan terlepas dari Sad Ripu. 

Sad Ripu sendiri merupakan enam jenis musuh manusia yang timbul akibat perbuatan yang tidak baik. 

Berikut ini enam jenis musuh yang dimaksud:

  • Kama : Keinginan/mengumbar nafsu
  • Lobha : Sifat serakah
  • Krodha : Sifat dendam/marah
  • Mada : Mabuk 
  • Moha : Angkuh dan bingung 
  • Matsarya : Sifat dengki dan iri hati

Jika keenam musuh tersebut menguasai manusia, maka orang tersebut bisa berbuat tidak baik. 

Baca Juga: Ketentuan Pernikahan Berdasarkan Kalender Bali

Dalam keyakinan Agama Hindu, tiga dari keenam musuh tersebut diyakini sebagai pintu neraka. Tiga musuh yang dimaksud yaitu Kama, Krodha serta Lobha. 

Tradisi Potong Gigi dilakukan sebagai bentuk doa dan ritual untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam melawan enam musuh. 

Selain itu, tradisi Potong Gigi di Bali juga mengandung makna mendalam bagi kehidupan manusia, yaitu: 

  1. Pergantian perilaku untuk menjadi manusia sejati yang bisa mengendalikan hawa nafsu serta mengendalikan diri. 
  2. Memenuhi kewajiban orangtua terhadap anak untuk menemukan hakekat manusia sejati. 
  3. Untuk bertemu kembali kelak di surga antara anak dengan orangtua setelah meninggal dunia. 

Lalu, Bagaimana Cara Potong Gigi Pada Tradisi Di Bali Ini? 

Pada prosesi tradisi Potong Gigi di Bali, pemotongan gigi dilakukan dengan cara mengikir kedua gigi taring serta empat gigi seri rahang atas. 

Baca Juga: Kalender Mancing Juli 2023 Fase Bulan

Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati karena jika dilakukan sembarangan beresiko menyebabkan kerusakan gigi. 

Setelah proses ini selesai, biasanya peserta akan diminta untuk mencicipi enam rasa. Enam rasa tersebut mulai dari pahit, pedas, asin, asam, manis dan sepat. 

Keenam rasa tersebut memiliki makna dimana rasa pahit dan rasa asam mengandung simbol agar tabah dalam menghadapi kehidupan. 

Rasa sepat merupakan simbol agar taat pada norma dan peraturan yang berlaku, rasa pedas sebagai simbol kemarahan yang membuat kita harus memiliki sifat sabar. 

Sedangkan rasa manis sebagai penanda kehidupan yang bahagia dan rasa asin menandakan kebijaksanaan. 

Tentang Informasi Tradisi Potong Gigi di Bali

Nah itulah sekilas tentang tradisi Potong Gigi di Bali yang sebaiknya anda ketahui. Tradisi ini menjadi ritual wajib bagi masyarakat asli di Bali yang beragama Hindu. 

Baca Juga: Kalender Bulan September 2023 Lengkap

Mudah-mudahan informasi tradisi Potong Gigi di Bali diatas dapat menjadi referensi serta dapat menambah wawasan kita semua. Semoga ulasan diatas bermanfaat dan bisa menjadi solusi untuk anda!

Tinggalkan komentar