Pergeseran Masa dan Perhitungan Tahun Saka dalam Kalender Jawa


Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang telah lama digunakan oleh masyarakat jawa. 

Meskipun begitu perhitungan tahun saka dalam kalender Jawa juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Pengaruh Kalender Jawa Terhadap Kesenian Jawa

Misalnya saja perubahan yang paling terlihat ialah pada pergantian Kalender Saka-Hindu ke Kalender Jawa-Islam pada masa pemerintahan Sultan Agung di Mataram. 

Pergeseran Masa dan Perhitungan Tahun Saka dalam Kalender Jawa

Tentang Penanggalan Kalender Saka

Penanggalan Saka adalah nama tahun yang digunakan dalam penanggalan Jawa sebelum masuknya pengaruh Islam. 

Kalender Saka berasal dari India dan diadaptasi oleh masyarakat Jawa yang menganut agama Hindu-Budha. 

Tahun Saka dimulai dari tahun 78 Masehi, yang dianggap sebagai tahun naik tahtanya Aji Saka, tokoh legendaris yang membawa aksara dan peradaban ke Jawa.

Sistem kalender Saka terdiri dari 12 bulan yang merujuk pada sistem lunisolar, yaitu sistem yang menggabungkan perputaran matahari dan bulan. 

Setiap bulan memiliki 30 hari yang dibagi menjadi dua paksa (paruh bulan), yaitu suklapaksa (paro terang) dan kresna paksa (paro gelap). 

Baca Juga: Pentingnya Pelestarian Kalender Jawa dalam Bermasyarakat!

Daftar Nama Bulan Kalender Saka

Berikut beberapa nama bulan dalam kalender Saka ialah:

  1. Caitra
  2. Waisaka
  3. Jyesta
  4. Asadha
  5. Srawana
  6. Badrawada
  7. Asuji
  8. Kartika
  9. Margasira
  10. Posya
  11. Magha
  12. Phalguna

Perubahan Kalender Saka-Hindu ke Kalender Jawa

Memasuki era Mataram-Islam, sistem penanggalan dan perhitungan tahun saka dalam kalender Jawa diperbaharui. 

Khususnya pada tahun 1613-1645 di era kesultanan Agung. Sultan Agung ialah raja ketiga dari Kerajaan Mataram Islam yang memeluk agama Islam. 

Ia mengharapkan agar perayaan adat keraton dapat sesuai dengan perayaan hari besar dalam Islam.

Perayaan adat dan Islam ketika itu memang tidak dapat selaras, karena sistem penanggalan yang digunakan. 

Dimana kalender saka-hindu berjalan berdasarkan putaran matahari. Sedangkan kalender Hijriyah menggunakan putaran bulan. 

Hal ini berdampak pada ketidakselarasan antara perayaan-perayaan adat yang diselenggarakan oleh keraton dan orang Jawa pada umumnya dengan perayaan-perayaan hari besar Islam.

Baca Juga: Arti Mimpi Bertemu Orangtua Yang Sudah Meninggal

Hal inilah yang memicu Sultan Agung membuat sistem penanggalan baru. Yakni perpaduan antara kalender Saka dan Hijriyah. 

Nama-nama bulan dalam kalender Saka juga disesuaikan dengan nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah.

Perbedaan Tahun Saka dan Kalender Jawa

Setelah membahas perubahan perhitungan tahun saka dalam kalender Jawa, kita akan bahas pula perbedaannya. 

Apakah tahun saka dan kalender Jawa sama? Mari simak lebih lanjut.

Kalender Jawa yang diciptakan oleh Sultan Agung memiliki beberapa perbedaan dengan tahun Saka yang sebelumnya digunakan. 

Daftar Perbedaan Kalender Saka Dengan Kalender Jawa

Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain adalah:

  1. Kalender Jawa menggunakan sistem perhitungan yang berdasar pergerakan bulan (lunar), sedangkan tahun Saka menggunakan sistem perhitungan yang berdasar pergerakan matahari (solar).
  2. Kalender Jawa memiliki 12 bulan yang masing-masing memiliki 29 atau 30 hari, sedangkan tahun Saka memiliki 12 bulan yang masing-masing memiliki 30 hari.
  3. Kalender Jawa memiliki siklus tahun kabisat yang terjadi setiap 2 atau 3 tahun sekali, sedangkan tahun Saka tidak memiliki siklus tahun kabisat.
  4. Kalender Jawa memiliki nama-nama bulan yang disesuaikan dengan nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah, sedangkan tahun Saka memiliki nama-nama bulan yang berasal dari India.
  5. Kalender Jawa mengenal istilah Pranata Mangsa, yaitu sistem penentuan musim bercocok tanam yang digunakan oleh para petani. Pranata Mangsa menyebabkan bulan-bulan dalam kalender Saka dapat bergeser sedikit.

Baca Juga: Mitos Kucing Hitam, Benarkah Pembawa Sial?

Kalender Jawa mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan pergeseran zaman dan peradaban. 

Salah satu perubahan yang signifikan adalah pergantian dari Kalender Saka-Hindu ke Kalender Jawa-Islam pada masa pemerintahan Sultan Agung di Mataram.

Tentang Informasi Pergeseran Masa Perhitungan Tahun Saka Kalender Jawa

Pergeseran masa dan perhitungan tahun saka dalam kalender Jawa menunjukkan kemampuan masyarakat Jawa dalam mengasimilasi budaya baru. 

Ini juga menunjukkan semangat toleransi yang sudah tertanam di masyarakat.

Baca Juga: Tanggalan Bali Bulan Agustus 2023 Lengkap

Mudah-mudahan informasi tentang pergeseran masa perhitungan tahun saka kalender jawa diatas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar