Mengenal Tradisi Petani Ruwat Rigen


Seperti yang kita tahu jika banyak sekali masyarakat pedesaan di Jawa yang sering menggelar tradisi untuk menyambut hari-hari penting. 

Hal sama dilakukan juga oleh para petani dari 13 desa di Temanggung, setiap tahunnya mereka menggelar Tradisi Petani Ruwat Rigen. 

Baca Juga: Kalender Jawa dan Perkembangannya di Luar Nusantara

Lalu, apa sebenarnya Ruwat Rigen? Simak berikut ulasannya!

Mengenal Tradisi Petani Ruwat Rigen

Sejarah Tentang Tradisi Petani Ruwat Rigen

Ruwat rigen umumnya sering digelar oleh para petani Temanggung sebelum akan memanen hasil bumi seperti tembakau. 

Rigen sendiri dalam tradisi ini berupa lembaran anyaman bambu yang berbentuk segi empat panjang. 

Rigen biasanya digunakan oleh para petani untuk menjemur tembakau. 

Dalam acara tersebut setiap perwakilan desa akan membawa rigen beserta dengan nasi tumpeng serta ingkung.

Tujuan Tradisi Ruwat Rigen

Tujuan dari Ruwat Rigen ini sendiri yaitu untuk mengajak seluruh masyarakat untuk kumpul bersama.

Berkumpul untuk berdoa kepada Allah SWT agar panen tembakau mendapatkan hasil maksimal, berkah barokah serta mendapatkan rezeki banyak. 

Baca Juga: Tradisi Tawur Sego: Tradisi Tolak Bala Warga Pelemsari

Tradisi Petani Ruwat Rigen ini diawali dengan pencipratan air dari 13 sumber mata air oleh Bupati Temanggung. 

Air tersebut dicipratkan pada rigen dan selanjutnya diiringi dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. 

Dalam tradisi ini juga, kelompok kesenian dari 13 desa di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung ikut serta memeriahkan ritual dengan menggelar pentas kesenian. 

Sebelumnya masyarakat akan mengarak rigen serta gunungan tumpeng dan ingkung dari lapangan desa menuju ke rest area Kledung. 

Ruwat Rigen merupakan syukuran panen tembakau yang sudah dikemas secara adat. 

Makna Yang Terkandung di Tradisi Ruwat Rigen

Ruwat Rigen mengandung makna merawat sesuatu yang berkaitan dengan pertembakauan serta panen tembakau. 

Tradisi ini merupakan wujud pengharapan para petani agar tahun ini panen bisa berjalan dengan lancar, berhasil, harga tinggi sehingga menjadi rezeki yang banyak untuk masyarakat. 

Baca Juga: 5 Adat Istiadat Suku Jawa Tengah

Tradisi ini sebagai wujud betapa petani melakukan ikhtiar dalam budidaya tembakau. 

Karena saking pentingnya, tak heran jika tradisi Ruwat Rigen dimasukkan pada kalender pariwisata Temanggung. 

Tentang Tradisi Ruwat Rigen

Tradisi Petani Ruwat Rigen ini memang selalu disambut dengan antusias oleh masyarakat. 

Bahkan pada gelaranya juga, tradisi tersebut tidak dihadiri oleh para petani saja melainkan juga masyarakat sekitar, tokoh pemerintahan, agama dan jajarannya. 

Tradisi Petani Ruwat Rigen merupakan sebuah ikhtiar dalam bertani tembakau yang dilakukan agar mendapatkan berkah dari Allah SWT. 

Baca Juga: Kalender Bali November 2023 Lengkap

Tradisi ini menjadi sebuah bukti adanya kedekatan masyarakat Temanggung antara ikhtiar dan permohonan kepada Allah SWT. 

Mudah-mudahan informasi tradisi ruwat rigen diatas dapat menjadi referensi serta menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat!

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar