Keutamaan Puasa Rajab: Dalil dan Niatnya


Memahami keutamaan puasa Rajab dan semua yang disunnahkan dalam Islam dapat membawa kita lebih dekat kepada Rosulullah SAW.

Mari kita mempelajari hadits dalil puasa sunnah Rajab, bacaan niat puasa Rajab, doa Rasulullah saat memasuki bulan Rajab, dan kisah Rasulullah yang dimulai dari dikandungnya Siti Aminah pada bulan Rajab.

Puasa Rajab merupakan amalan sunnah yang memiliki sejumlah keutamaan.

Imam al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulumiddîn (juz 3, h. 431) mengutip dua hadits yang menjelaskan keutamaan puasa Rajab yaitu:

1. Puasa pada bulan Rajab lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya.

صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام

Artinya:

“Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.”

2. Setiap satu hari pelaksanaan puasa pada bulan Rajab, maka akan mendapat ganjaran pahala sebesar ibadah 900 tahun.

من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام

Artinya:

“Barang siapa berpuasa selama tiga hari dalam bulan haram, hari Jumat, dan Sabtu, maka Allah balas setiap satu harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun.”

Keutamaan Puasa Rajab: Dalil dan Niatnya

Hadits Dalil Puasa Rajab Sunnah

Sebagaimana hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan, hadits-hadits tentang puasa bulan Rajab juga menegaskan keutamaan dan pahala besar yang diperoleh bagi umat yang berpuasa pada bulan ini.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadhan bulan umatku.”

Hadits lainnya juga menegaskan keutamaan berpuasa di bulan Rajab sebagai salah satu amal yang dianjurkan.

  • HR. At-Thabrani

Rasulullah bersabda: “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan. Bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” (HR. At-Thabrani).

  • HR: Muslim

“Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim)

Baca Juga: Doa Buka Puasa Tahun Baru Islam Puasa Asyura!

Bacaan Niat Puasa Rajab

Dalam melakukan puasa di bulan Rajab, berikut adalah bacaan niat puasa rajab dengan lafal yang benar.

Niat puasa Rajab mengikuti aturan umum untuk niat puasa, namun dengan menyebutkan secara jelas bahwa puasa tersebut adalah sebagai ibadah puasa sunah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lafal Niat Puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبِ الْمُجِيبِ عَنِ اللَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu sauma shahri Rajabinil mujiibi ‘anillahi ta’aala.”

Artinya:

“Aku niat puasa di bulan Rajab yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ala.”

Makna yang terkandung dalam niat tersebut adalah sebagai bentuk kesungguhan hati untuk menjalankan puasa di bulan Rajab sebagai ibadah yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Dengan niat ini, seseorang menyatakan tekad dan keyakinan dalam menjalankan ibadah puasa sesuai dengan ajaran agama Islam dengan harapan mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Puasa Bulan Rajab

Melaksanakan puasa Rajab merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan pada sebagian besar hari bulan Rajab.

Dengan memberikan kesempatan untuk mendalami spiritualitas dan kontemplasi, puasa Rajab membawa umat muslim untuk lebih dekat kepada Tuha YME.

Pahala besar dan pembersihan diri dari dosa-dosa kecil adalah beberapa di antara manfaat besar dari puasa sunnah bulan Rajab.

Doa Rasulullah Saat Memasuki Bulan Rajab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memiliki doa khusus ketika memasuki bulan Rajab.

Doa ini merupakan manifestasi dari keagungan bulan Rajab dan memohon keberkahan serta perlindungan dari segala keburukan.

Dengan merenungkan doa Rasulullah ini, kita diberikan inspirasi dan kesempatan untuk menguatkan spiritualitas kita di bulan yang mulia ini.

Doa Rasulullah yang dipanjatkan saat memasuki bulan Rajab adalah sebagai berikut:

“اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ”

“Allahumma barik lana fi Rajabin wa Sha’ban wa ballighna Ramadan.”

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sha’ban, dan perkenankanlah kami mencapai bulan Ramadan.”

Doa ini mengandung permohonan akan keberkahan di bulan Rajab dan bulan Sha’ban, serta harapan agar kita diberi kesempatan untuk mencapai bulan Ramadan dengan keadaan yang baik.

Kisah Rasulullah Mulai Dikandung Siti Aminah pada Bulan Rajab

Bulan Rajab tidak hanya penting dari sisi ibadah, tetapi juga melalui peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan ini.

Salah satu kisah penting adalah tentang mulainya dikandungnya Rasulullah Muhammad SAW oleh Siti Aminah pada bulan Rajab.

Kisah ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan keajaiban dan keutamaan bulan Rajab.

Rasulullah Muhammad SAW mulai dikandung oleh Siti Aminah pada bulan Rajab.

Keajaiban dan keutamaan bulan Rajab begitu terasa ketika peristiwa mulia ini terjadi.

Pada bulan yang dianggap mulia ini, dimulailah perjalanan kehidupan Rasulullah yang penuh berkah, yang kelak akan membawa cahaya petunjuk bagi umat manusia.

Siti Aminah, ibunda tercinta, mulai merasakan anugerah besar ini pada bulan yang penuh keistimewaan.

Dikandungnya Rasulullah pada bulan Rajab menjadi suatu petanda akan keagungan dan keberkahan bulan tersebut.

Peristiwa ini memperlihatkan betapa pentingnya bulan Rajab dalam perjalanan kehidupan Rasulullah dan sekaligus mengisyaratkan keutamaan besar dari bulan Rajab yang harus dihormati dan dihayati oleh umat Islam.

Baca Juga: Kalender Hijriyah Bulan Rajab 1445 H Tahun Masehi 2024

Masuk Bulan Rajab, Berikut Doa yang Dipanjatkan Rasulullah

Dalam memasuki bulan Rajab, Rasulullah memiliki doa khusus untuk bulan tersebut.

Doa ini merupakan ungkapan syukur, permohonan ampunan, dan harapan akan keberkahan di bulan Rajab.

Memahami doa ini dan mengamalkannya adalah suatu bentuk penghormatan terhadap bulan yang istimewa ini.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang keutamaan puasa bulan Rajab, mari berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan spiritual kita.

Mari sebarkan kebaikan dengan membagikan informasi ini ke sosial media untuk mengajak orang lain dalam mendalami spiritualitas melalui praktik sunnah Rasulullah di bulan Rajab.

Semoga kita semua dapat merasakan manfaat spiritual yang besar dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui amalan sunnah ini.

Rasulullah Muhammad SAW memiliki doa khusus ketika memasuki bulan Rajab. Doa ini merupakan ungkapan syukur, permohonan ampunan, dan harapan akan keberkahan di bulan Rajab.

“Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab:

“اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ”

“Allahumma barik lana fi Rajabin wa Sha’ban wa ballighna Ramadan.”

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sha’ban, dan perkenankanlah kami mencapai bulan Ramadan.”

Doa ini mengandung permohonan akan keberkahan di bulan Rajab dan bulan Sha’ban, serta harapan agar kita diberi kesempatan untuk mencapai bulan Ramadan dengan keadaan yang baik.

Semoga doa ini memberikan kita keberkahan dan keselamatan di bulan Rajab ini.

Berzikir dan Berdoa Lebih Intensif

Selain menjalankan puasa, bulan Rajab juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kegiatan berzikir dan berdoa.

Memperbanyak dzikir kepada Allah serta berdoa memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan merupakan bagian penting dari keutamaan bulan Rajab.

Meningkatkan Amal dan Kebaikan

Selain puasa dan berzikir, bulan Rajab juga bisa menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan amal kebaikan.

Bersedekah, menolong sesama, dan melakukan amal kebajikan lainnya adalah bagian penting dari mengaktualisasikan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Keutamaan Puasa Rajab

Dengan membagikan informasi lebih dalam mengenai praktik-praktik spiritual dalam bulan Rajab, kami berharap dapat menginspirasi orang-orang untuk lebih mendalami makna spiritualitas dalam kehidupan mereka.

Dengan demikian, mari kita bersama-sama menyebarluaskan kebaikan melalui praktik-praktik sunnah dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga informasi keutamaan puasa sunah raab diatas juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pembaca.

Tinggalkan komentar