Penggunaan Kalender Jawa Pada Sistem Perkawinan dan Penentuan Pasangan Hidup


Penggunaan kalender Jawa dalam sistem perkawinan dan penentuan pasangan hidup sudah sangat umum dalam masyarakat adat Jawa.

Menurut masyarakat Jawa, hari lahir dalam kalender Jawa dapat mempengaruhi jodoh, perkawinan, dan kerukunan dalam rumah tangga. 

Baca Juga: Penggunaan Kalender Jawa dalam Kesenian Tradisional Jawa

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan kalender Jawa dalam sistem perkawinan dan penentuan pasangan hidup. Simak ulasannya sampai akhir.

Penggunaan Kalender Jawa Pada Sistem Perkawinan dan Penentuan Pasangan Hidup

Pengaruh kalender Jawa dalam Sistem Perkawinan dan Pasangan Hidup

Dalam penentuan pasangan hidup, masyarakat Jawa mempercayai bahwa kesesuaian antara dua orang dapat ditentukan berdasarkan perhitungan hari lahir mereka. 

Kalender Jawa digunakan untuk mengidentifikasi “weton” atau kombinasi kelahiran yang dianggap memiliki keselarasan. 

Setiap kombinasi weton memiliki makna dan interpretasi yang berbeda.

Berikut contoh jelas penggunaan kalender Jawa dalam sistem perkawinan dan penentuan pasangan hidup.

Menghitung Weton Jodoh

Weton jodoh adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah dua orang cocok atau tidak untuk menjadi pasangan hidup. 

Baca Juga: Pentingnya Pelestarian Kalender Jawa dalam Bermasyarakat!

Kita dapat mengetahuinya dengan cara menjumlahkan neptu (jumlah angka hari dan pasaran) kelahiran masing-masing pasangan dan mencari sisa bagi hasilnya dengan lima. 

Sisa bagi tersebut memiliki makna simbolik sebagai berikut:

  • Pegat (1, 9, 17, 25, 33): Hubungan tidak harmonis, sering bertengkar atau bercerai.
  • Ratu (2, 10, 18, 26, 34): Hubungan harmonis, saling menghormati dan mencintai
  • Jodoh (3, 11, 19, 27, 35): Hubungan sangat harmonis, saling melengkapi dan mendukung.
  • Topo (4, 12, 20, 28, 36): Hubungan kurang harmonis, sering salah paham atau curiga.
  • Tinari (5, 13, 21, 29): Hubungan cukup harmonis, saling mengerti dan bekerja sama.

Contoh: Andi lahir pada hari Senin Kliwon dengan neptu 15 dan Rina lahir pada hari Selasa Legi dengan neptu 10. 

Weton jodoh mereka adalah (15 + 10) : 5 = sisa 0 atau Ratu. 

Artinya, Andi dan Rina cocok untuk menjadi pasangan hidup karena hubungan mereka harmonis.

Menghitung Neptu Pernikahan

Neptu pernikahan adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah pernikahan akan berjalan lancar atau tidak. 

Penggunaan kalender Jawa dalam sistem perkawinan ini masih terus dilakukan hingga kini.

Kita  bisa tahu dengan cara menjumlahkan neptu kelahiran masing-masing pasangan. 

Baca Juga: Perbandingan Kalender Jawa dan Kalender Gregorian

Jumlah tersebut memiliki makna simbolik sebagai berikut:

  • Satrio (2): Pernikahan penuh kesulitan dan cobaan.
  • Sumurup (3): Pernikahan penuh kemakmuran dan kebahagiaan.
  • Sumur Sinaba (4): Pernikahan penuh perselisihan dan pertengkaran.
  • Tunggak Semi (5): Pernikahan penuh kesetiaan dan kejujuran.
  • Banyu Mili (6): Pernikahan penuh kesuburan dan keturunan.

Contoh: Budi lahir pada hari Rabu Pahing dengan neptu 9 dan Sari lahir pada hari Kamis Pon dengan neptu 14. 

Neptu pernikahan mereka adalah (9 + 14) = 23 atau Banyu Mili. 

Artinya, Budi dan Sari akan memiliki pernikahan yang penuh kesuburan dan keturunan.

Menentukan Hari Baik Pernikahan 

Hari baik pernikahan adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah tanggal cocok atau tidak untuk melangsungkan pernikahan. 

Hal ini dapat diketahui dengan cara mencari weton yang memiliki neptu genap dan besar, yaitu 8, 10, 12, 14, atau 15. 

Baca Juga: Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Primbon Jawa

Weton tersebut memiliki makna simbolik sebagai berikut:

  • Senin Kliwon (15): Pernikahan penuh keberuntungan dan kebahagiaan.
  • Selasa Legi (10): Pernikahan penuh kemakmuran dan kesejahteraan.
  • Rabu Pahing (9): Pernikahan penuh keharmonisan dan keserasian.
  • Kamis Pon (14): Pernikahan penuh kekuatan dan keteguhan.
  • Jumat Wage (13): Pernikahan penuh kesetiaan dan kejujuran.

Contoh: Dedi dan Lina ingin menikah pada bulan Juni 2023. Mereka mencari hari baik pernikahan berdasarkan weton mereka. 

Dedi lahir pada hari Senin Kliwon dengan neptu 15 dan Lina lahir pada hari Selasa Legi dengan neptu 10. 

Mereka dapat memilih salah satu dari weton berikut untuk melangsungkan pernikahan mereka:

  • Senin Kliwon (15): Tanggal 5 atau 26 Juni 2023.
  • Selasa Legi (10): Tanggal 6 atau 27 Juni 2023.
  • Rabu Pahing (9): Tanggal 7 atau 28 Juni 2023.
  • Kamis Pon (14): Tanggal 1, 8, atau 29 Juni 2023.
  • Jumat Wage (13): Tanggal 2, 9, atau 30 Juni 2023.

Tentang Kalender Jawa Dalam Sistem Perkawinan

Penggunaan kalender Jawa dalam sistem perkawinan dan penentuan pasangan hidup merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang perlu dilestarikan. 

Dengan demikian, budaya daerah yang menjadi sendi budaya bangsa akan tetap terpelihara dengan baik.

Baca Juga: Arti Kedutan di Pinggang Kiri Menurut Primbon dan Kesehatan!

Mudah-mudahan informasi tentang kalender jawa dalam sistem perkawinan diatas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar