Perbedaan Kalender Masehi dan Hijriah

Perbedaan Kalender Masehi dan Hijriah

Kalender Masehi dan Hijriyah: Apa Perbedaanya?

Siapa disini yang tidak tahu kalender? Meski keberadaannya seringkali dilupakan, nyatanya kalender sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kalender atau penanggalan adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memberi nama pada sebuah periode waktu. Nama-nama ini kemudian dikenal sebagai tanggalan atau kalender.

Tanggal ini bisa didasarkan pada gerakan-gerakan benda di angkasa seperti matahari dan bulan. Selain itu kalender juga dapat mengacu kepada alat yang mengilustrasikan sistem tersebut seperti contohnya kalender dinding.

Ada banyak jenis kalender yang digunakan di muka bumi ini. Seperti contohnya kalender qibti, kalender maya, kalender julian, kalender masehi, kalender hijriah dan masih banyak lagi.

Di indonesia kalender yang paling banyak digunakan ialah kalender Masehi dan kalender Hijriah.

Perbedaan Kalender Masehi dan Kalender Hijriyah

Lalu apa perbedaan kalender masehi dan hijriah? Ada perbedaan perhitungan pada 2 jenis kalender ini, hal ini dikarenakan perputarannya pun didasarkan pada 2 hal yang berbeda.

Jika kalender Masehi dihitung berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari atau yang lebih dikenal revolusi bumi, lain beda halnya dengan kalender Hijriah yang dihitung berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi atau revolusi bulan.

Pada kalender Hijriyah tahun baru islam jatuh pada tanggal 1 Muharam, hal ini berbeda dengan tahun baru masehi yang dirayakan pada 1 Januari.

Selain itu kalender hijriah dan kalender masehi memang memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut terlihat bukan hanya pada penanggalan tahun baru saja.

Perhitungan Kalender Masehi

Kalender masehi dihitung berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari atau yang dikenal dengan revolusi bumi, itulah kenapa kalender atau tahun Masehi disebut juga sebagai tahun syamsiah atau tahun matahari.

Selain berevolusi, bumi juga berputar atau berotasi pada porosnya dengan jumlah waktu yang diperlukan ialah selama satu hari.

Baca juga:  Dasar Perhitungan Kalender Masehi

Sedangkan waktu yang dibutuhkan bagi bumi untuk mengelilingi matahari adalah selama satu tahun. Satu tahun sendiri sama dengan 365,25 hari.

Sehingga satu tahun pada kalender Masehi sama dengan 365 hari, hal ini juga sudah disahkan sejak era kejayaan Kerajaan Romawi lebih tepatnya pada masa pemerintahan Julius Caesar.

Lalu kemana 0,25 hari alias 1/4 hari yang sudah terkumpul sebelumnya, jika dikali 4 maka jumlahnya akan menjadi 1 hari, namun hal ini berarti butuh waktu 4 tahun untuk mengumpulkannya menjadi 1 hari, dan 1 hari inilah yang nantinya akan ditambahkan pada Bulan Februari.

Itulah mengapa Bulan Februari akan bertambah jumlahnya 1 hari setiap 4 tahun sekali, jika biasanya Bulan Februari berjumlah 28 hari maka setiap 4 tahun sekali jumlahnya akan bertambah menjadi 29 hari.

Hal ini juga disebut sebagai tahun kabisat. Tahun kabisat sendiri terjadi apabila suatu tahun habis dibagi 4, misalnya pada tahun 2012, 2016, dan tahun 2020.

Jumlah Hari Setiap Bulan Pada Kalender Masehi

Satu tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan dengan jumlah hari seperti di bawah ini:

  • Januari: 31 hari
  • Februari: 28 atau 29 hari
  • Maret: 31 hari
  • April: 30 hari
  • Mei: 31 hari
  • Juni: 30 hari
  • Juli: 31 hari
  • Agustus: 31 hari
  • September: 30 hari
  • Oktober: 31 hari
  • November: 30 hari
  • Desember: 31 hari

Perhitungan Kalender Hijriyah

Disebut juga sebagai tahun bulan, perhitungan kalender Hijriah dihitung berdasarkan lamanya bulan memutari bumi atau revolusi bulan. Itulah kenapa tahun yang satu ini juga dikenal sebagai tahun komariah atau tahun bulan.

Waktu yang dibutuhkan bagi bulan mengelilingi bumi sendiri berjumlah sekitar 29,5 hari. Hal inilah yang membuat jumlah hari pada kalender hijriah dan masehi berbeda.

Pada kalender hijriyah jumlahnya terhitung 11-12 hari lebih sedikit dibanding kalender masehi. Dalam 1 tahunnya terdiri dari 354 hari.

Baca juga:  Kalender Bulan Oktober 2022 dan Hari Peringatannya

Perhitungan penanggalan tahun hijriah pun diadakan pembulatan, sehingga di dalam kalender Hijriah jumlah hari pada setiap bulannya berkisar antara 29 dan 30 hari secara selang-seling, kecuali untuk bulan Zulhijah.

Lain halnya dengan tahun kabisat pada kalender masehi yang terjadi setiap 4 tahun sekali, tahun kabisat pada kalender Hijriah menjadikan tahunnya terdiri dari 355 hari dan dihitung setiap 30 tahun sejak tahun itu ditetapkan, yaitu pada tahun 638 Masehi.

Di tahun kabisat Hijriah, jumlah hari pada bulan Zulhijah menjadi 30 hari.

Berbeda dengan kalender masehi yang pergantian harinya dihitung sejak tengah malam pukul 12 malam, awal hari pada kalender hijriah sendiri dimulai sejak matahari terbenam.

Perhitungan hari pada kalender hijriah pun cenderung tidak tetap, hal ini dikarenakan oleh siklus sinodis bulan.

Siklus ini ditentukan dari terlihatnya hilal atau bulan sabit pertama di awal bulan. Itulah sebabnya jumlah hari dalam sebulannya bisa 29 atau 30 hari.

Hal itu jugalah yang menjadikan hari-hari besar Islam setiap tahunnya tidaklah tetap, atau selalu bergeser lebih awal 11 hari pada tahun Hijriah biasa dan 12 hari pada tahun kabisat Hijriah.

Selama 30 tahun, ada 11 tahun kabisat, yaitu pada tahun ke-2, ke-5, ke-6, ke-10, ke-13, ke-16, ke-18, ke-21, ke-24, ke-26, dan tahun ke-29.

Jika suatu tahun hijriah dibagi 30 dan menyisakan angka-angka di atas, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.

Sama seperti tahun masehi yang terdiri dari 12 bulan, satu tahun Hijriah juga dibagi menjadi 12 bulan.

Hanya saja yang membedakan ialah nama-nama bulannya serta jumlah hari dalam setiap bulan.

Nama-Nama Bulan dan Jumlah Hari Kalender Hijriyah

Berikut adalah nama-nama bulan pada kalender hijriah :

  • Muharram: 29 hari
  • Safar: 30 hari
  • Rabiul Awal: 29 hari
  • Rabiul Akhir: 30 hari
  • Jumadil Awal: 29 hari
  • Jumadil Akhir: 30 hari
  • Rajab: 29 hari
  • Syaban: 30 hari
  • Ramadhan: 30 hari
  • Syawal: 30 hari
  • Zulkaidah: 29 hari
  • Zulhijah: 29 atau 30 hari
Baca juga:  Mengetahui Karakter Seseorang Dari Weton Jawa

Fungsi Kalender dan Manfaatnya

Dibawah ini adalah fungsi dan manfaat kalender dalam kehidupan sehari-hari:

1. Pengingat Waktu

Kegiatan yang padat dan rutin seringkali membuat kita sibuk sehingga melupakan waktu. Di sinilah fungsi kalender terasa membantu dalam mengatur jadwal kegiatan sehingga kita bisa memaksimalkan waktu yang ada.

Dengan adanya kalender kita bisa membuat segala kegiatan menjadi lebih teratur dan terorganisir agar tidak ada yang terlewat satupun.

2. Media Promosi

Penggunaan kalender juga nyatanya tidak hanya untuk penanggalan semata. Saat ini kalender bahkan banyak digunakan untuk melancarkan suatu urusan dengan seseorang atau suatu kelompok tertentu.

Contohnya saja beberapa perusahaan menjadikan kalender sebagai media promosi untuk memperkenalkan produk dan jasa yang dijualnya pada masyarakat.

Penggunaan kalender juga dianggap sebagai cara yang efektif untuk menjual usahanya pada masyarakat, bahkan tidak sedikit para politisi yang memanfaatkan kalender sebagai media dalam mempromosikan dirinya.

3. Dekorasi

Seiring berkembangnya zaman kalender juga mengalami banyak perubahan dari segi bentuk dan model, hal inilah yang membuat kalender dinilai dapat memberi nilai tambah pada suatu dekorasi ruangan.

Itulah sebabnya kalender sering dimanfaatkan sebagai penghias sebuah tempat. Sehingga selain berguna sebagai pengingat hari dan tanggal, kalender juga bisa mempercantik dinding atau meja di ruangan itu.

Itu tadi penjelasan mengenai perbedaan kalender masehi dan hijriah. Semoga informasi di atas bisa membantumu, ya.

Akurat dan terpercaya. Suka berbagi informasi bermanfaat seperti kalender, sejarah, dan adat-istiadat. Lebih dekat dengan saya cek IG @endikekos atau bisa cek disini

Tinggalkan komentar