Tradisi Padusan Masyarakat Jawa

Tradisi Padusan Masyarakat Jawa

Mengulik Asal Mula dan Hal Positif Dari Tradisi Padusan Penyucian Diri

Tradisi Padusan - Membahas seputar tradisi memang tak ada habisnya, apalagi tradisi yang sudah tersebar di tanah air. 

Masyarakat Jawa dikenal sebagai salah satu suku yang paling banyak memiliki tradisi. Bahkan keberadaan suku Jawa pun mudah dijumpai di manapun tempatnya, hal ini dikarenakan mereka suka merantau. 

Ada salah satu tradisi menarik yang sampai sekarang masih dipertahankan keberadaannya, yakni Padusan. 

Tradisi Padusan merupakan salah satu kebiasaan yang biasa dilakukan untuk menyucikan diri. 

Berikut ini ada beberapa ulasan mengenai tradisi Padusan!

Asal Mula Tradisi Padusan 

Daerah Jawa termasuk D.I Yogyakarta selalu menyimpan beragam kekayaan budaya dan tradisi, salah satunya Padusan. 

Padusan dipercaya sebagai salah satu bentuk kepercayaan masyarakat Jawa untuk menyucikan diri. 

Biasanya tradisi ini dilakukan sebelum melaksanakan puasa dan menyambut bulan Ramadhan. 

Kata Padusan sendiri berasal dari Bahasa jawa yakni Adus yang berarti mandi. Tentu, ini bukan mandi seperti biasanya. 

Bahkan memiliki filosofi untuk membersihkan jiwa dan raga juga dianggap sebagai bentuk penyucian diri.

Konon Tradisi Padusan ini sudah ada sejak zaman Sultan Hamengkubuwono I. 

Yang sebelumnya juga telah diterapkan oleh Walisongo sebagai salah satu bentuk intropeksi diri terhadap segala dosa. 


Bahkan pada zaman leluhur dulu tradisi ini juga dilakukan dengan cara berendam di salah satu sumber mata air atau mandi di sumur-sumur terdekat. 

Tradisi ini juga masih diterapkan hingga sekarang, walaupun sekarang ada yang berpendapat bahwa Padusan dapat dilakukan di rumah sehingga tak harus datang ke sumber mata air.

Sisi Positif Tradisi Padusan Khas Masyarakat Jawa

Di balik semua tradisi pasti memiliki sisi yang positif, termasuk dalam tradisi Padusan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. 

Tradisi yang dipercaya telah ada pada zaman Walisongo ini juga memiliki makna dan tujuan, yakni agar ketika menyambut bulan puasa Ramadhan jiwa seseorang sudah bersih dan suci baik lahir juga batin. 

Selain itu, Padusan juga sebagai bentuk renungan dan introspeksi diri dari beragam dosa kecil maupun besar yang telah dilakukan.

Maka dari itu lebih baik padusan dilakukan di tempat yang sepi dan tenang supaya seseorang bisa mengingat dan takkan mengulang kesalahan yang sama lagi di kemudian hari sehingga bisa menyambut Ramadhan dengan kesucian hati dan diri.

Lihat juga: Tradisi Ngapati

Untuk pelaksanaan ritual ini pun dilakukan setiap sebelum menjelang bulan Ramadhan. 

Pada awalnya tradisi ini dilakukan dengan cara berendam di sumber mata air, karena beberapa orang percaya jika dilakukan di sumber mata air maka akan mendatangkan keberkahan dalam hidup. 

Namun, di masa sekarang pelaksanaan padusan mulai bergeser. Beberapa pakar juga menyebutkan bahwa kebiasaan mandi besar penyucian diri dari ujung rambut hingga kaki ini juga dapat dilakukan di rumah.

Hukum Islam dalam melaksanakan Tradisi Padusan ini diperbolehkan, asalkan antara laki-laki dan perempuan tidak berbaur dalam satu kolam. 

Maka dari itu, untuk menjalankan adat ini laki-laki dan perempuan harus memakai pakaian menutup aurat seperti laki-laki menutup mulai pusar hingga ke bawah.

Itulah beberapa ulasan menarik mengenai asal mula dan sisi positif yang bisa diambil dari tradisi padusan yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Jawa, khususnya daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

Mudah-mudahan informasi Tradisi Padusan diatas dapat menambah wawasan, sekaligus menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • tradisi padusan dilakukan pada bulan
  • tradisi padusan ditindakake sadurunge
  • tradsi padusan wulan
  • arti tradisi padusan
  • upacara tradisi padusan
  • tradisi padusan menjelang ramadhan
  • tradisi padusan menggunakan bahasa jawa
Enkosa
Enkosa Akurat dan terpercaya. Lebih dekat dengan saya cek IG @endikekos

Review Enkosa.Com