Perkembangan Kalender Jawa dari Masa ke Masa!


Kalender Jawa tentu saja mengalami evolusi sejak pertama kali dibentuk hingga saat ini. 

Penasaran dengan bagaimana perjalanan dan perkembangan kalender Jawa dari masa ke masa? Tenang, kita akan bahas secara ringkas di sini!

Perkembangan Kalender Jawa dari Masa ke Masa!

Tentang Kalender Jawa

Kalender Jawa merupakan salah satu jenis perhitungan yang sudah sejak lama akrab di kalangan masyarakat Jawa. 

Tidak berbeda jauh dari kalender biasanya yakni memiliki 12 bulan. Adapun jumlah harinya ialah 29-30 hari di setiap bulannya. 

Baca Juga: Tanggalan Jawa Juli 2023 Lengkap Hari Baik

Uniknya dalam kalender Jawa terdapat sesuatu yang dinamakan dengan pasaran. Adapun pasaran tersebut tentu saja memiliki nilai atau neptu. 

Kalender Jawa sangat penting digunakan untuk memperhitungkan waktu cocok tanam, bepergian hingga watak dan sifat, nasib seseorang. 

Perkembangan Kalender Jawa 

Seperti yang kita ketahui, tidak banyak suku yang memiliki sistem penanggalan tersendiri. 

Tentu sangat wajar jika masyarakat Jawa berbangga atas kalender Jawa yang mereka miliki. 

Memang benar jika kalender ini tidak digunakan secara umum layaknya kalender Masehi. 

Hanya saja, kalender Jawa juga cukup erat kaitannya dengan kehidupan keseharian masyarakat. 

Berikut kita akan bahas mengenai perkembangan kalender Jawa. Tentunya sejarahnya juga cukup panjang untuk diulas. Berikut pembahasan singkatnya!

Awal Mula Penggunaan Kalender Jawa

Kalender Jawa ini mulai dipakai oleh masyarakat ketika tahun 1633 M. 

Penggunaan kalender tersebut tentu saja setelah dicetuskan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. 

Pada akhirnya kalender ini digunakan oleh kesultanan Mataram dan sekitarnya. 

Baca Juga: Ilmu Astrologi dan Astronomi Kalender Jawa

Perlu diketahui, kalender Jawa ini memang sudah lahir jauh sebelum Masehi yakni pada 911. 

Dimana pencipta kalender tersebut merupakan seseorang yang memiliki nama Mpu Hubayun. 

Setelah itu, terdapat perubahan terhadap beberapa huruf serta sastra Jawa oleh Prabu Sri Mahapunggung I pada 50 tahun sebelum Masehi. 

Adapun penciptaan kalender Jawa ini tentu bukan tanpa sebab. 

Asal mula dibuatnya kalender ini ialah didasarkan pada asal mula isi semesta atau Sangkan Paraning Bawana. 

Nah untuk penyebaran kalender jawa, kesultanan Mataram sangat berperan penting karena mewariskan kalender tersebut secara turun-temurun. 

Perkembangan kalender Jawa dari masa ke masa memang cukup mengagumkan. Terlebih lagi setelah kalender Jawa menggabungkan tiga sistem penanggalan. 

Yakni sistem penanggalan Hijriyah (Islam), Hindu, serta Masehi (Julian). 

Sistem tersebut pada akhirnya digabungkan atas usul Sultan Agung guna membuat persatuan Mataram semakin mantap.

Perlu diketahui pula, meski telah digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi kalender Jawa baru dimulai pada 21 Juni 78 Masehi. 

Tepat pada tanggal 1 Badrawana tahun Sri Harsa Windu Kuntara. Lebih tepatnya pada tanggal, bulan, tahun dan windu ke 1. Hal itu bertepatan pula dengan Redite kasih (Minggu Kliwon).

Baca Juga: Cara Menentukan Hari Baik Untuk Bepergian Menurut Primbon Jawa 

Adanya Siklus Kurup, Apa itu?

Sebenarnya untuk penanggalan Jawa ini memang mengikuti kalender Hijriyah. Hanya saja tetap ada perbedaan diantara keduanya. 

Dimana pada kalender Jawa terdapat 3 tahun kabisat yakni setiap windu terdiri dari 8 tahun. 

Adapun dalam kalender Islam sendiri terdapat 11 tahun kabisat per 30 tahunnya.

Melalui perbedaan tersebut tentu sangat jelas jika wajar dalam kalender Jawa terdapat satu hari yang akan dibuang guna membuat perhitungan kalender Jawa dan Hijriyah menjadi sama. 

Peristiwa tersebut terjadi setiap 120 tahun sekali. Adapun nama dari siklus itu ialah Kurup. Ya, itulah yang dinamakan dengan siklus Kurup.

Tentang Perkembangan Kalender Jawa Dari Masa ke Masa

Melalui perkembangan kalender Jawa di atas dapat kita simpulkan. Jika hingga kini masyarakat masih menjunjung tinggi perhitungan Jawa. 

Baca Juga: Tanggalan Mancing Juli 2023 Fase Bulan

Hal itu selaras dengan kepercayaan masyarakat mengenai perhitungan nasib melalui kalender Jawa.

Mudah-mudahan informasi perkembangan kalender jawa diatas dapat menjadi referensi serta menambah wawasan. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar