Cara Menghitung Kalender Jawa Untuk Pernikahan


Cara Menghitung Kalender Jawa Untuk Pernikahan

Menghitung Hari Pernikahan Berdasarkan Weton Jawa

Sebagian di antara kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah weton Jawa. Weton sendiri dipahami sebagai hitungan kecocokan suatu hal dengan peruntungan atau nasib yang akan dialami.

Sehingga tidak heran banyak masyarakat Jawa yang menjadikan weton sebagai acuan dalam menentukan hari-hari besar seperti pernikahan.

Tujuan Menentukan Hari Baik

Tujuan dari menentukan hari baik pernikahan berdasarkan hitungan weton ialah agar hubungan dalam rumah tangga bisa berjalan dengan baik dan harmonis.

Jika kamu tertarik untuk menghitung kalender weton Jawa untuk pernikahanmu. Maka kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Ketahui Tanggal dan Hari Lahir Berdasarkan Kalender Jawa

Dalam masyarakat Jawa ada sistem yang dikenal dengan sebutan pancawara atau pasaran, yang mana itu adalah nama dari sebuah pekan dalam kepercayaan Jawa yang terdiri dari 5 hari.

Pasaran tersebut yaitu: Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

Misalnya, kamu lahir pada tanggal 10 Oktober 1996, maka menurut pasaran kamu lahir pada hari Kamis Pon.

Untuk mencari pasaran ini, kamu dapat menggunakan kalkulator penghitungan kalender Jawa dibawah ini. Setelah menemukan milikmu, lakukan hal yang sama untuk mencari hari lahir pasanganmu, ya.

2. Mengetahui Angka Berdasarkan Hari Lahir

Setelah mengetahui hari lahir serta pasaran milikmu dan pasangan, maka langkah kedua yang harus kamu lakukan adalah menentukan angka dari hari lahirmu berdasarkan hari yang kita kenal dengan hitungan berikut :

  • Minggu = 5
  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9

Sehingga bisa disimpulkan jika kamu lahir pada hari Kamis maka angka dari hari lahirmu ialah 8. Lakukan hal yang sama terhadap hari pasanganmu juga.

3. Mengetahui Angka Berdasarkan Hari Lahir Jawa

Jika tadi sudah mencari angka dari hari lahir kita dan pasangan. Berikutnya, kamu perlu mencari angka berdasarkan hari lahir Jawa dengan perhitungan sebagai berikut:

  • Pahing = 9
  • Pon = 7
  • Wage = 4
  • Kliwon = 8
  • Legi = 5

Jika kamu lahir di pasaran Kliwon maka angkanya ialah 7. Begitu juga dengan pasanganmu yang bisa kalian peroleh melalui perhitungan di atas.

4. Menentukan Neptu Kedua Calon Mempelai dan Menjumlahkannya

Setelah mengetahui angka tersebut, maka kita perlu menjumlahkannya untuk mendapatkan neptu kedua calon mempelai.

Apa itu neptu?

Neptu ialah nilai dari suatu weton yang diperoleh dengan menjumlahkan nilai dari hari dan pasaran lahirmu.

Caranya ialah jumlahkan dulu milikmu sesuai dengan angka yang kita peroleh sebelumnya. Misal, jika kamu lahir pada Kamis Pos, artinya 8 ditambah 7 maka hasilnya 13.

Setelah itu cari tahu angka milik pasanganmu, misalnya Sabtu Kliwon yang artinya 9 ditambah 8 lalu hasilnya 17.

Setelah itu tambahkan jumlah angka dengan pasangan yakni 13 ditambah 17 maka total neptunya adalah 30.

5. Menghitung Hari Baik Pernikahan

Hal ini mungkin menjadi bagian yang paling penting dalam menentukan hari pernikahanmu. Cara perhitungannya ialah dengan menggunakan rumus berikut :

(Jumlah Neptu + Hari Baik)/5

Hasil dari perhitungan tersebut harus menyisakan angka 3. Jadi apabila total neptu kamu dan pasangan adalah 30, maka perhitungannya menjadi:

(30 + 13)/5= 8, sisa 3

(30 + 18)/5= 9, sisa 3

Dari hasil ini, maka kamu sebaiknya melangsungkan pernikahan di hari yang neptunya ialah 13 dan 18, seperti Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon, Kamis Legi, Senin Pahing, dan Sabtu Pahing.

6. Mengetahui Bulan yang Kurang Baik Untuk Pernikahan

Setelah menemukan hari yang baik sesuai dengan perhitungan weton di atas. Ada baiknya kamu juga mengetahui bulan yang kurang baik di setiap tahunnya, sehingga kamu tidak disarankan melaksanakan pernikahan di bulan-bulan tersebut pada tahun tertentu.

Dalam kalender jawa ada yang dikenal dengan istilah windu atau 8 tahun. Masyarakat Jawa sendiri juga menamai tahun menjadi delapan.

Delapan nama tahun tersebut yaitu: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu dan Jimakir.

Terlepas dari apa makna nama tadi, tapi yang jelas dari nama tersebut orang Jawa dapat mengetahui suatu hari pada tanggal 1 Syawal, (Bada), 12 rabiul awal (mulud), 1 Muharram (suro) dan 10 Dzulhijjah (besar).

Adapun bulan yang sebaiknya dihindari untuk melangsungkan pernikahan. Berikut penjelasannya ;

  • Tahun Alip : Sura (1).
  • Tahun Ehe : Sura (1), Sapar (2), Jumadilakir (6), Rejeb (7), Ruwah (8), Sawal (10).
  • Tahun Jimawal : Rejeb (7), Ruwah (8), Sawal (10).
  • Tahun Je : Bakda Mulud (4), Jumadil Awal (5), Jumadil Akhir (6), Rejeb (7), Ruwah (8), Pasa (9), Besar (12).
  • Tahun Dal : Jumadil Akhir (6), Rejeb (7), Pasa (9), Syawal (10).
  • Tahun Be : Jumadil Akhir (6), Besar (12).
  • Tahun Wawu : Sapar (2), Mulud (3), Bakda Mulud (4), Jumadil Awal (5), Pasa (9).
  • Tahun Jimakir : Mulud (3), Jumadilawal (5), Rejeb (7), Ruwah (8), Sawal (10), Besar (12).

7. Mengetahui Hari yang Kurang Baik Untuk Pernikahan

Selain ada bulan-bulan yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan, dalam hitungan jawa juga ternyata ada hari-hari dimana sebaiknya dihindari untuk menikah.

Pemilihan hari dalam hitungan weton Jawa sendiri terbagi menjadi 2, yakni Saptawara dan Pancawara.

Saptawara adalah hari yang kita kenal dengan Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan Pancawara adalah hari Jawa yang dikenal dengan Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing.

Dalam kepercayaan Jawa, hari yang terkenal buruk ialah jatuh pada Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi, dan Kamis Wage.

Adapula hari yang sangat buruk, yaitu jatuh pada hari Rabu Legi, Minggu Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.

8. Mengetahui Tanggal yang Buruk pada Setiap Bulan untuk Pernikahan

Tidak hanya bulan dan hari saja yang harus diperhatikan, rupanya dalam weton Jawa juga ada beberapa tanggal dalam setiap bulannya yang dipercaya buruk untuk melangsungkan pernikahan.

Apa saja kira-kira? Berikut daftarnya:

  • Sura : 17, 27, 11, dan 14
  • Sapar : 19, 22, 1, dan 20
  • Mulud : 13, 23, 10, dan 15
  • Bakda Mulud : 15, 25, 10, dan 20
  • Jumadilawal : 16. 26, 10, dan 11
  • Jumadilakir : 11, 21, 3, dan 14
  • Rejeb : 12, 22, 11, dan 12
  • Ruwah : 14, 24, 19, dan 28
  • Pasa : 15, 25, 10, dan 20
  • Sawal : 17, 27, 2, dan 20
  • Sela : 11, 21, 6, dan 12
  • Besar : 13, 23, 1, dan 20.

Wah, ternyata banyak ya yang harus diperhatikan untuk menentukan tanggal pernikahan melalui weton Jawa.

Jadi, bagi kamu yang sedang menentukan hari pernikahan berdasarkan weton jawa, jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal di atas, ya.

Baca Juga: Kalender Jawa Bulan Desember 2023 Lengkap

Mudah-mudahan informasi cara menghitung kalender jawa untuk pernikahan di atas dapat membantumu. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • menghitung kalender jawa untuk pernikahan
  • cara menghitung jodoh kalender jawa
  • metode menghitung hari baik kalender jawa untuk pernikahan
  • contoh hitungan jawa untuk mencari jodoh
  • kalender jawa untuk perjodohan
  • ramalan jodoh menggunakan kalender jawa

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar