Sejarah Singkat Kota Madiun dan Penamaanya

Sejarah Singkat Kota Madiun dan Penamaanya

Menilik Dengan Singkat Sejarah Madiun dan Asal Mula Nama Madiun 

Kota Madiun yang berprovinsi di Jawa Timur mempunyai julukan sebagai Kota Pendekar. Madiun menyimpan beragam nilai budaya seperti, destinasi wisata, sejarah,  hingga ragam kuliner yang tak kalah populer. 

Layaknya seperti daerah lain yang terdapat di Indonesia, Madiun yang juga dijuluki sebagai Kota Pecel ini tentu sarat akan sejarah. 

Menilik Dengan Singkat Sejarah Madiun 

Madiun juga mempunyai beragam julukan selain sebagai Kota Pendekar dan Kota Pecel. Hingga saat ini masyarakat masih menggunakan julukan-julukan populer untuk menggambarkan Kota Madiun. 

Di antaranya yakni sebagai Kota Brem, Kota Gadis, Kota Industri, Kota Budaya, dan Kota Karismatik. 
Madiun adalah wilayah yang dirintis oleh Ki Ageng Ronggo atau yang juga dikenal dengan nama Ki Panembahan Ronggo Jumeno. 

Penamaan kata Madiun ternyata berasal dari kata “Medi” dan “Ayun-ayun” yang mempunyai arti “Hantu” dan “Berayun”. 

Hal ini didasari karena pada saat Ronggo Jumeno melakukan “Babat Tanah Madiun” terdapat banyak hantu yang berkeliaran.

Penjelasan lain yang dipercaya menjadi asal muasal nama Madiun yakni karena keris yang dimiliki Ronggo Jumeno ternyata bernama Tundhung Medhiun. 

Pada awalnya kota ini memang tidak dinamakan Madiun seperti saat ini, melainkan Wanasari dan Purabaya.

Madiun memang menjadi wilayah yang sangat strategis. Karena letaknya yang berada di tengah-tengah perbatasan dengan Kerajaan Daha (Kerajaan Kadiri). 

Sejak awal, Madiun memang sudah menjadi wilayah yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram.

Karena itulah pada masa pemerintahan tersebut terdapat banyak pemberontak kerajaan Mataram yang berusaha membangun basis kekuatan di Madiun. 

Salah satu peninggalan Kadipaten Madiun dapat dilihat di Kelurahan Kuncen. Di sanalah terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno dan makam Patih Wanaasri. 

Selain itu terdapat juga makam para Bupati Madiun, Masjid Nur Hidayatullah sebagai masjid tertua di Madiun, tempat pemandian keramat, dan artefak-artefak yang terletak di sekeliling masjid.

Dahulunya Kota Madiun menjadi pusat dari Karesidenan Madiun. Yang meliputi wilayah Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan. 

Sebenarnya walaupun terletak di wilayah Jawa Timur, tetapi kebudayaan Madiun lebih condong ke budaya Jawa Tengah (Solo-Yogya atau Mataraman). 

Hal tersebut dikarenakan Madiun telah lama berada dalam kekuasaan Kesultanan Mataram.
Kemudian pada tahun 1948, di Madiun terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh PKI. 

Peristiwa pemborantakan ini dipimpin oleh Musso atau pemilik nama Paul Mussotte atau Munawar Muso, atau juga Musi Manowar, di desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. 

Yang sekarang, dikenal dengan Monumen Kresek. Monumen tersebut mempunyai relief peninggalan yang turut menyimpan sejarah tentang keganasan serangan PKI pada tahun 1948 silam. 

Cerita Singkat Asal Mula Nama Madiun

Sultan Demak ketiga bernama Sultan Trenggono meninggal di medan perang pada tahun 1546 dalam usahanya menaklukkan daerah pasuruan, Jawa Timur. 

Peristiwa inilah yang kemudian mengakibatkan timbulnya perang saudara antara keturunan dari daerah Demak dalam memperebutkan tahta kerajaan.

Putra sulung Sultan Trenggono, Sultan Prawata, gugur dalam peperangan perebutan tahta tersebut. Tinggalah Pangeran Adiwijaya dan juga Pangeran Hadiri. 

Kedua pangeran ini merupakan menantu dari Sultan Trenggono. Sedangkan yang menjadi pemenangnya yakni Pangeran Adiwijaya.

Atas restu dari Sunan Kudus, Pangeran Adiwijaya kemudian ditetapkan sebagai seorang Sultan. Kemudian menetapkan Pajang sebagai pusat dari kerajaan. 

Pada saat yang bertepatan dengan dinobatkannya Sultan Adiwijaya, dilantik lah adik ipar sultan yang bernama Pangeran Timur, putra bungsu Sultan Trenggono, sebagai Bupati di Purabaya yang saat ini disebutlah sebagai Kabupaten Madiun.

Karena usianya yang sudah tua, Pangeran Adiwijaya pun mangkat sehingga pusat pemerintahan berpindah ke Kerajaan Mataram. 

Pada saat itu kerajaan dilanjutkan oleh Danang Sutowijoyo yang lebih dikenal dengan Panembahan Senopati. Dia merupakan putra sulung dari Pangeran Adiwijaya yang berkemauan keras, berwajah tampan, dan pandai berperang. 

Dengan itulah sebagai raja besar, Danang Sutowijoyo mempunyai keinginan menaklukkan para bupati di seluruh Tanah Jawa yang berada di bawah panji-panji Mataram.

Diceritakan setelah menjadi bupati, Pangeran Timur memerintah dengan sangat bijaksana dan adil hingga rakyat menjadi makmur dan aman. Dalam pemerintahan tersebut dia juga dikenal dengan sebutan Pangeran Ronggo Jumeno. 

Panembahan Senopati bahkan pernah menyerang Purabaya sebanyak dua kali, tetapi dia gagal. 

Kemudian dalam penyerangan yang ketiga, Panembahan mengambil siasat serta strategi yang lebih serius, membekali para prajurit dengan kemampuan serta keterampilannya dalam menggunakan senjata. 

Serta ketangkasan dalam mengendalikan dan menunggangi kuda. Mereka bermaksud menyerang Purabaya yang dipimpin Pangeran Timur.

Singkat cerita pada akhirnya Panembahan Senopati memimpin prajurit Mataram dalam menyerang Kabupaten Purabaya. 

Pada saat itu Raden Retno Dumilah yang merupakan putri Pangeran Timur turut memimpin prajurit untuk melawan prajurit Mataram. 

Hingga akhirnya pasukan Mataram langsung menyerang pertahanan terakhir dalam kompleks istana Kabupaten Purabaya. Peperangan sengit kemudian terjadi di sekitaran sendang di dalam kompleks istana.

Akhirnya Panembahan Senopati mengenang peristiwa itu dengan mengubah nama dari Purabaya menjadi Mbedi Ayun yang berarti sendang (dalam bahasa Jawa berasal dari Mbedi/mbeji/beji). 
Sedangkan Ayun berarti perang atau dapat juga diartikan “depan”. Sehingga Mbedi Ayun berarti perang yang terjadi di sekitar sendang. 

Pada akhirnya kata Mbedi Ayun mengalami pergeseran atau perubahan dalam ucapannya menjadi Mbediun. Lantas berubah lagi menjadi Mediyun, dan terakhir menjadi Madiun.

Itulah sejarah Madiun secara singkat yang dapat diketahui. Kini Kota Madiun menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai banyak budaya dan masyarakatnya pun hidup dengan tenteram dan damai.

Mudah-mudahan informasi Sejarah Singkat Kota Madiun di atas dapat menambah wawasan kita, sekaligus bisa menjadi referensi untuk kedepannya. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • sejarah madiun kota pendekar
  • sejarah madiun kota pesilat
  • sejarah kabupaten madiun
  • situs sejarah madiun
  • peninggalan sejarah madiun
  • sejarah madiun retno dumilah
  • kota madiun sekarang 2021
  • asal usul nama madiun
Kaylea
Kaylea Mengisi waktu luang dengan baca Teenlit dan Metropop

Review Enkosa.Com