Sejarah Hari Puisi Nasional 28 April


Sejarah Singkat Hari Puisi Nasional 28 April

Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional setiap tahunnya pada tanggal 28 April.

Penetapan Hari Puisi Nasional ini sangat erat kaitannya dengan penyair tanah air yaitu Chairil Anwar. 

Momen yang satu ini juga menjadi kesempatan banyak orang untuk memposting status yang bergaya puitis seperti seorang pujangga di berbagai akun media sosial pribadi mereka.

Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional 28 April 2024

Namun tahukah kamu sejarah di balik Hari Puisi Nasional ini?

Sebenarnya penetapan Hari Puisi Nasional ini sangat erat kaitannya dengan penyair tanah air yaitu Chairil Anwar. 

Apabila kamu termasuk orang yang menyukai puisi dan pernah mendengar tentang puisi “Cerita Buat Dien Tamaela” tentunya nama Chairil Anwar sudah tidak asing lagi di telinga Anda. 

Yup benar karena dialah orang yang menciptakan karya yang sudah melegenda di indonesia tersebut.

Chairil Anwar adalah salah satu seorang penyair kebanggaan Indonesia. Ia lahir pada 26 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara.

Chairil Anwar merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleha. 

Pada saat usianya masih beranjak di 15 tahun, Chairil Anwar memang sudah memiliki tekad untuk menjadi seorang penyair.

Chairil Anwar merupakan orang yang cerdas dan menguasai 3 bahasa asing yaitu bahasa Inggris, Belanda dan Jerman. 

Chairil Anwar memulai pendidikannya di HIS (Hollandsch Inlandsche School) yang merupakan SD (Sekolah Dasar) untuk orang-orang pribumi ketika masih dalam masa penjajahan Belanda. 

Ia memang suka membaca buku sejak kecil. Namun sayangnya ketika Chairil Anwar memasuki usia 18 tahun, ia tidak melanjutkan sekolahnya.

Lihat juga: Sejarah Singkat Hari Bank Dunia 1 April

Setahun kemudian, setelah perceraian kedua orang tuanya, Chairil Anwar memutuskan untuk ikut ibundanya pindah ke Batavia yang saat ini disebut dengan Jakarta. 

Kepindahan Chairil Anwar ke Batavia menjadi permulaan perkenalan Chairil Anwar dengan dunia sastra. 

Kecintaan Chairil Anwar terhadap literasi membawanya bertemu dengan teman-teman sastrawan lain seperti Subagio Sastrowardoyo, H.B Jassin dan lain-lainnya. 

Kemudian pada tahun 1942, nama Chairil Anwar mulai melejit ketika tulisan pertamanya dipublikasikan oleh Majalah Nisan.

Chairil Anwar memang terkenal dengan berbagai gagasan puisinya yang mendobrak.

Salah satu puisi yang paling dikenal hingga saat ini yaitu puisi dengan judul “Aku” yang ia tulis pada tahun 1943. Puisi tersebut dimuat di majalah Timur pada tahun 1945. 

Bahkan puisi dengan judul “Aku” dianggap sebagai puisi yang berpengaruh cukup besar pada angkatan tahun 45.

Berbagai puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar seperti para pejuang kemerdekaan pada zamannya.

Puisi-puisi tersebut juga kerap berisi mengenai perlawanan dan semangat untuk merdeka. 

Chairul Anwar pernah menggambarkan tentang siksaan Kempetai Polisi Rahasia Jepang yang ditulis dalam puisinya yang berjudul “Siap Sedia”.

Hari Puisi Nasional
Hari Puisi Nasional
Hari Puisi Nasional selalu diperingati setiap tanggal 28 April setiap tahunnya – Adanya hari Puisi Nasional ini juga sebagai pecutan untuk generasi bangsa agar selalu semangat untuk terus berkarya dan
Oleh Endik Eko

Ditetapkannya 28 April Sebagai Hari Puisi Nasional

Sepanjang hidupnya, Chairil Anwar mampu menghasilkan sebanyak 94 karya, dimana 70 diantaranya adalah bentuk puisi. 

Tetapi sangat disayangkan, Chairil Anwar harus tutup usia ketika usianya masih muda.

Ayah dari 1 putri ini terserang beberapa penyakit ketika menjelang usia yang ke-27 tahun. 

Pada 28 April 1949, Chairil Anwar menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit CBZ atau yang sekarang disebut dengan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo).

Lihat juga: Hari Puisi Sedunia 21 Maret

Saat ini ada lebih dari setengah abad Chairil Anwar pergi sebagai penyair tanah air.

Tetapi karya karya yang diciptakan oleh Chairil Anwar terus hidup di tengah masyarakat. 

Itulah mengapa hari kematian Chairil Anwar menjadi sejarah yang diperingati sebagai Hari Puisi Nasional.

Daftar Puisi Ciptaan Chairil Anwar

Judul PuisiTahun
“?”24 Juli 1943
“1943”1943
“Ajakan”Februari 1943
“Aku”Maret 1943
“Aku”8 Juni 1943
(“Aku Berada Kembali”)1949
“Aku Berkisar Antara Mereka”1949
“Bercerai”7 Juni 1943
“‘Betina’-nya Affandi”1946
“Buat Album D.S.”1946
“Buat Gadis Rasid”1948
“Buat Nyonya N.”1949
“Catastrophe”23-Sep-45
“Catetan Tahun 1946”1946
“Cerita”9 Juni 1943
“Cerita Buat Dien Tamaela”1946
“Cintaku Jauh di Pulau”1946
“Dari Dia”1946
“Drama Kereta”15 Maret 1944
“Dendam”13 Juli 1943
“Derai-Derai Cemara”1949
“Di Masjid”29 Juni 1943
“Diponegoro”Februari 1943
“Doa”13-Nov-43
“Hampa”14 Mei 1943
“Hukum”Maret 1943
“Ina Mia”1948
“Isa”12-Nov-43
“Kabar dari Laut”1946
“Kawanku dan Aku”5 Juni 1943
“Kenangan”19-Apr-43
“Kepada Kawan”30-Nov-46
“Kepada Pelukis Affandi”1946
“Kepada Peminta-Peminta”Juni 1943
“Kepada Penyair Bohang”1945
“Kesabaran”Apr-43
(“Kita
Guyah Lemah”)
Juli 1943
“Karawang-Bekasi”1948
“Kupu Malam dan Biniku”Maret 1943
“Lagu Biasa”Maret 1943
“Lagu Siul”28-Nov-45
“Malam”1945
“Malam di Pegunungan”1947
“Mari”1949
“Merdeka”13 Juli 1943
“Mirat Muda, Chairil Muda”1949
(“Mulutmu Mencubit Mulutku”)12 Juli 1943
“Nisan”Oktober 1942
“Nocturno (Fragment)”1946
“Orang Berdua”8 Januari 1946
“Pelarian”Februari 1943
“Pemberian Tahu”1946
“Penerimaan”Maret 1943
“Penghidupan”Desember 1942
“Perhitungan”16-Apr-43
“Prajurit Jaga Malam”1948
“Persetujuan dengan Bung Karno”1948
“Puncak”1948
“Rumahku”27-Apr-43
“Sajak Buat Basuki Resobowo”28 Februari 1947
“Sajak Putih”18 Januari 1944
“Sebuah Kamar”1946
(“Selama Bulan Menyinari Dadanya Jadi Pualam”)1948
“Selamat Tinggal”12 Juli 1943
“Sendiri”Februari 1943
“Senja di Pelabuhan Kecil”1946
“Sia-Sia”Februari 1943
“Siap-Sedia”1944
“Situasi”1946
“Sorga”25 Februari 1947
“Suara
Malam”
Februari 1943
(“Sudah Dulu Lagi Terjadi Begini”)1948
“Taman”Maret 1943
“Tuti Artic”1947
“Yang Terampas dan Yang Luput”1949

FAQ Sejarah Hari Puisi Nasional 28 April

  1. Kapan Hari Puisi Nasional diperingati di Indonesia?

    Hari Puisi Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 April.

  2. Siapakah tokoh yang sangat berperan dalam penetapan Hari Puisi Nasional?

    Chairil Anwar adalah tokoh yang sangat berperan dalam penetapan Hari Puisi Nasional di Indonesia.

  3. Berapa banyak karya yang dihasilkan oleh Chairil Anwar selama hidupnya?

    Sebanyak 94 karya dihasilkan oleh Chairil Anwar, dengan 70 di antaranya adalah puisi.

  4. Bagaimana Chairil Anwar terlibat dalam dunia sastra?

    Kepindahan Chairil Anwar ke Batavia membawanya bertemu dengan teman-teman sastrawan dan memulai perkenalannya dengan dunia sastra.

  5. Kapan Chairil Anwar menghembuskan nafas terakhirnya?

    Chairil Anwar menghembuskan nafas terakhirnya pada 28 April 1949 di rumah sakit CBZ (sekarang RSCM).

  6. Bagaimana puisi-puisi Chairil Anwar mempengaruhi masyarakat pada zamannya?

    Puisi-puisi Chairil Anwar kerap berisi mengenai perlawanan dan semangat untuk merdeka, menginspirasi para pejuang kemerdekaan pada zamannya.

  7. Apa judul-judul puisi terkenal yang diciptakan oleh Chairil Anwar?

    Beberapa judul puisi terkenal Chairil Anwar antara lain “Aku,” “Derai-Derai Cemara,” “Bercerai,” dan “Cerita Buat Dien Tamaela.”

  8. Bagaimana Chairil Anwar dianggap dalam dunia sastra Indonesia?

    Chairil Anwar dianggap sebagai salah satu penyair kebanggaan Indonesia yang karyanya tetap hidup dan berpengaruh dalam masyarakat hingga kini.

Tentang Sejarah Hari Puisi Nasional 28 April

Demikianlah ulasan mengenai Sejarah Hari Puisi Nasional yang ditetapkan pada setiap tanggal 28 April. 

Baca Juga: Kalender Bulan Mei 2024 dan Hari Libur

Semoga dengan mengetahui sejarah hari-hari penting di Indonesia tersebut akan membuat kita semakin bangga dengan sejarah Indonesia. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • sejarah hari puisi nasional
  • hari puisi nasional jatuh pada tanggal
  • template ucapan selamat hari puisi nasional
  • selamat hari puisi nasional 2024

Review Google My Bussiness for Enkosa.com

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar


Hari Puisi Nasional