Pelestarian Kalender Jawa Oleh Generasi Muda


Peran generasi muda dalam melestarikan warisan budaya sangat penting mengingat kalender Jawa saat ini di ambang kepunahan. 

Baca Juga: Kalender Jawa dan Perkembangannya di Luar Nusantara

Pandangan tentang klenik dan tidak modern merupakan salah satu alasan kenapa kalender jawa kurang diminati.

Pelestarian Kalender Jawa Oleh Generasi Muda

Kenapa Perlu Melestarikan Kalender Jawa

Kalender Jawa ini unik, karena tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu.

Melainkan memiliki makna filosofis yang terkait dengan ritual, tradisi, serta kepercayaan masyarakat Jawa.

Alasan Kalender Jawa Perlu Dilestarikan

Beberapa alasan kenapa kalender Jawa perlu dilestarikan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Warisan budaya yang unik dan kaya makna yang mencerminkan kearifan dan kebudayaan masyarakat jawa;
  • Pedoman untuk menjalani kehidupan yang harmonis dan berkah yang menggabungkan tiga unsur perhitungan (saka, masehi, hijriyah) dan sistem saptawara, pancawara, neptu, dan weton;
  • Sumber inspirasi dan inovasi bagi generasi muda yang kreatif dan dinamis yang dapat meneliti, mengembangkan, dan mengadaptasi kalender jawa sesuai dengan perkembangan zaman;
  • Identitas budaya yang harus kita hargai dan jaga sebagai bagian dari kekayaan dan kebanggaan bangsa indonesia. Kebanggaan bangsa indonesia.

Baca Juga: Festival Jondang Kawak Jepara: Sedekah Bumi

Tantangan Apa yang Dihadapi oleh Kalender Jawa?

Upaya untuk melestarikan kalender Jawa tidaklah mudah. 

Ada banyak tantangan yang membuat sistem almanak lokal ini menjadi kurang menarik, khususnya bagi generasi muda.

Di antara tantangan pelestarian dan revitalisasi kalender Jawa oleh generasi muda tersebut ialah:

  1. Kurangnya pemahaman dan penggunaan kalender Jawa oleh generasi muda. Banyak generasi muda yang lebih akrab dengan kalender masehi atau hijriyah daripada kalender Jawa. Banyak generasi muda yang tidak tahu atau tidak peduli dengan makna dan fungsi kalender Jawa dalam kehidupan mereka;
  2. Kurangnya minat dan apresiasi terhadap seni dan kesenian tradisional Jawa yang menggunakan kalender Jawa sebagai acuan. Banyak seni dan kesenian tradisional Jawa yang mulai ditinggalkan atau dilupakan. Akibatnya, sulit bersaing dengan seni modern atau populer yang lebih mudah diakses atau dinikmati oleh masyarakat;
  3. Kurangnya dokumentasi dan penelitian tentang kalender Jawa sebagai warisan budaya. Banyak informasi dan pengetahuan tentang kalender Jawa yang belum tercatat atau dipublikasikan secara luas sehingga sulit ditemukan atau diakses oleh masyarakat. Banyak aspek dan dimensi tentang kalender Jawa yang belum terungkap atau dijelaskan secara ilmiah.

Upaya Pelestarian dan Peran Generasi Muda

Meski menghadapi tantangan yang berat, tapi bukan berarti tidak mungkin untuk melakukan pelestarian dan revitalisasi kalender Jawa, budaya dan kearifan lokal. 

Ada beberapa upaya pelestarian yang dapat dilakukan, baik oleh pihak pemerintah, masyarakat, maupun individu.

Baca Juga: Tradisi Sedekah Bumi “Apitan” Sebagai Ungkapan Rasa Syukur

Contoh pelestarian tersebut antara lain:

  1. Membuat regulasi atau kebijakan yang mendukung pelestarian kalender Jawa, misalnya dengan mengatur penggunaan kalender Jawa dalam acara resmi atau publik;
  2. Membuat program atau kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kalender Jawa, misalnya dengan mengadakan festival, pameran, lomba, seminar, workshop, dan lain-lain;
  3. Membuat media atau sarana yang memudahkan akses dan informasi tentang kalender Jawa, misalnya dengan membuat aplikasi, website, buku, majalah, dan lain-lain;
  4. Membuat karya atau produk yang menginspirasi atau mengadaptasi kalender Jawa, misalnya dengan membuat film, musik, lukisan, kerajinan, dan lain-lain.

Peran Generasi Muda Dalam Melestarikan Kalender Jawa

Sebagai generasi muda, sangat penting untuk terlibat dalam upaya pelestarian kalender Jawa. 

Ini karena generasi muda merupakan penggenggam masa depan. Generasi muda dapat terlibat dalam upaya pelestarian nomor 2,3, dan 4 di atas.

Baca Juga: Mengenal Tradisi dan Ritual Setiap Bulan Masyarakat Jawa

Memahami pelestarian dan revitalisasi kalender Jawa bagi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya akan membantu almanak tersebut tetap eksis. 

Dengan demikian juga mendukung pelestarian kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Mudah-mudahan informasi tantangan pelestarian kalender jawa diatas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar