Mitos Bulan dan Wuku dalam Kalender Jawa!


Mitos pada bulan dan wuku dalam kalender Jawa memang menjadi bahan yang menarik untuk diperbincangkan. 

Misalnya saja pada bulan suro yang dianggap sangat keramat bagi masyarakat Jawa dan Bali. 

Baca Juga: Unduh Kalender Lengkap Tahun 2023 Format PDF PNG

Selain itu, mengenai mitos penamaan wuku yang tak kalah menarik juga untuk dikulik.

Selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini!

Mitos Bulan dan Wuku dalam Kalender Jawa!

Mitos Terkenal Bulan dan Wuku dalam Kalender Jawa

Di pembahasan kali ini kita akan mengupas dua mitos yang terkenal dalam kalender Jawa. 

Baik yang berkaitan dengan bulan maupun wuku. Berikut penjelasannya!

Mitos Bulan Suro dalam Kalender Jawa

Bagi masyarakat Jawa, bulan suro merupakan bulan yang cukup keramat. 

Oleh sebab itu sangat wajar jika ada cukup banyak mitos yang beredar mengenai bulan ini. 

Dipercaya bulan suro dianggap keramat karena berkaitan dengan bala atau kesialan. 

Hal inilah yang membuat beberapa mitos tertanam dengan baik di pikiran masyarakat mengenai bulan suro tersebut. 

Dibawah ini adalah beberapa mitos terkait dengan bulan suro diantaranya ialah:

  1. Perlu melakukan ruwatan guna melepaskan kotoran dan segala kesialan. 
  2. Dilarang atau tidak disarankan untuk menggelar pesta atau hajatan. Baik yang berhubungan dengan pernikahan maupun sunatan. 
  3. Sebagian orang melakukan ritual mandi di tujuh sungai guna menghilangkan kesialan. Tradisi ini masih dilakukan di daerah Sleman, Yogyakarta. 
  4. Melakukan pencucian terhadap benda maupun jimat yang dianggap keramat. Umumnya orang akan memandikan kerisnya pada bulan ini. 

Baca Juga: 5 Mitos Larangan Pernikahan dalam Adat Jawa

Mitos pada bulan dan wuku pada kalender Jawa masih melekat dalam kehidupan masyarakat. 

Terlebih lagi untuk mitos mengenai bulan suro yang dianggap sangat keramat. Untuk itu perlu melakukan hal-hal khusus guna menolak bala. 

Mitos Wuku dalam Kalender Jawa

Wuku ialah pekan tujuh harian. Dalam kalender Jawa, wuku ini dikelompokkan menjadi 30 nama yang berbeda. 

Adapun daftar wuku tersebut diantaranya ialah:

  1. Sinta.
  2. Landep.
  3. Wukir.
  4. Kurantil.
  5. Tolu.
  6. Gumbreg.
  7. Warigalit.
  8. Warigagung.
  9. Julungwangi.
  10. Sungsang.
  11. Galungan.
  12. Kuningan.
  13. Langkir.
  14. Mandasiya.
  15. Julungpujud.
  16. Pahang.
  17. Kuruwelut.
  18. Marakeh.
  19. Tambir.
  20. Madangkungan.
  21. Maktal.
  22. Wuye.
  23. Manahil.
  24. Prangbakat.
  25. Bala.
  26. Wugu.
  27. Wayang.
  28. Kulawu.
  29. Dukut.
  30. Watugunung.

Perlu diketahui, mitos pada bulan dan wuku ini sangat unik. 

Baca Juga: 15 Fakta Menarik Tentang Hari Susu Sedunia 1 Juni

Mengingat penamaannya yang sebanyak 30 wuku itu disesuaikan dengan anggota kelompok dari negeri antah-berantah. Negeri tersebut diceritakan sebagai Gilingwesi.

Sejarah Penamaan Wuku Pada Kalender Jawa

Dalam hal ini, Sinta yang memiliki wuku nomor 1 merupakan permaisuri dari kerajaan yang ada di Gilingwesi. 

Lalu, wuku nomor 30 yakni Watugunung merupakan raja dari kerajaan tersebut. Adapun wuku lainnya yang berjumlah 28 merupakan anak-anak dari keduanya. 

Lebih menarik lagi karena mitos mengenai wuku Sinta dan Watugunung ini memikirkan kemiripannya dengan legenda Tangkuban perahu yang ada di tanah Sunda. 

Hal itu dikarenakan sebenarnya baik Sinta maupun Watugunung sebenarnya merupakan pasangan ibu dan anak yang sudah lama terpisah. 

Keduanya sama-sama tidak menyadari akan status atau hubungan tersebut. Sampai pada akhirnya sudah memiliki 28 anak. 

Layaknya legenda Tangkuban perahu dimana sang anak Sangkuriang jatuh cinta dengan ibu kandungnya sendiri yakni Dayang Sumbi. 

Tak hanya mirip dengan legenda Tangkuban perahu saja. Mitos pada bulan dan wuku ini sangat mirip juga dengan cerita asal Yunani Kuno. 

Baca Juga: Daftar Hari Penting Nasional & Internasional Bulan Juni

Yakni mengenai kisah raja Oedipus. Dimana ia juga diceritakan menikahi ibu kandungnya yakni Jocasta dan memiliki anak melalui hubungan tersebut. 

Intinya mitos atau cerita di balik setiap bulan maupun wuku yang ada di kalender Jawa tentu menimbulkan dasar tersendiri. Hingga hal itu mulai diyakini oleh masyarakat umum. 

Tentang Mitos Pada Bulan Dan Wuku Kalender Jawa

Jadi itulah tadi pembahasan mengenai mitos pada bulan dan wuku yang dapat kita bahas. 

Sangat menarik untuk diketahui, terlebih mengenai kisah penamaan wuku yang ternyata mirip dengan mitos asal Yunani kuno.

Baca Juga: Arti Mimpi Sakit Menurut Primbon Jawa Bisa Menjadi Pertanda Baik Dan Buruk

Mudah-mudahan informasi mitos pada bulan dan wuku kalender jawa diatas dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar