Sejarah Hari Dermaga 17 Juni

Sejarah Hari Dermaga 17 Juni

Sejarah 17 Juni, Hari Dermaga: Mengenal Jenis Dan Fungsi Pelabuhan

Ada banyak hari peringatan di Indonesia yang biasanya diperingati setiap tahunnya. Misalnya seperti tanggal 17 Juni dimana tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Dermaga Nasional.

Mendengar kata “Dermaga” pastinya sudah tidak asing lagi bukan? Ya, dermaga merupakan sebuah jembatan memanjang yang digunakan oleh kapal-kapal untuk berlabuh.

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah 17 Juni, Hari Dermaga Nasional? Simak Berikut ulasannya!

Berikut Sejarah Hari Dermaga Nasional 17 Juni Yang Sebaiknya Diketahui!

Tak banyak informasi mengenai bagaimana awal mulai Hari Dermaga tersebut ditetapkan. Namun jika menilik dari kondisi Indonesia tentu kita tahu jika negara Indonesia terkenal dengan negara kepulauan.

Dengan kata lain banyak sekali pulau-pulau di Indonesia yang tentu menjadi perlintasan kapal. Nah, kapal-kapal tersebut akan menepi di sebuah dermaga.

Dermaga di Indonesia telah menjadi sumber penghasilan serta sarana transportasi untuk semua masyarakat Indonesia sejak berabad-abad yang lalu.

Sumber penghasilan tersebut tentu saja tidak lepas dari kegiatan perdagangan serta transportasi barang dan jasa.

Baca juga:  Sejarah Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April

Jadi, dermaga bukan hanya merujuk pada jembatan atau bangunan saja melainkan juga keseluruhan fungsi pelabuhan beserta dengan kegiatan yang dilaksanakan.

Fungsi Dermaga Dan Pelabuhan

Dermaga memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan transportasi serta ekonomi di Indonesia.

Tak hanya menjadi pintu penghubung saja, dermaga serta pelabuhan juga menjadi bagian yang penting dalam kegiatan perdagangan serta pariwisata.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 51 Tahun 2015 telah disebutkan beberapa fungsi dermaga dan pelabuhan, yaitu:

  • Sebagai tempat kapal bersandar.
  • Sarana untuk naik turun penumpang.
  • Untuk bongkar muat barang.
  • Terminal tempat kapal berlabuh.
  • Tempat perpindahan intra serta antar moda transportasi.

Tak hanya itu saja, dalam menjalankan fungsinya, dermaga dan pelabuhan juga memegang peran penting untuk menjaga kelancaran, ketertiban serta keselamatan setiap kegiatan.

Jenis-Jenis Dermaga

Berdasarkan fungsi terkait dengan perdagangan nasional serta internasional, dermaga dan pelabuhan dibagi dua jenis yaitu dermaga laut dan dermaga pantai.

Dermaga yang berada di wilayah laut umumnya digunakan sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal dari negara asing serta kapal yang digunakan untuk melakukan perjalanan lintas samudera.

Baca juga:  Sejarah Hari POM-TNI 11 Mei

Dengan demikian tak heran jika dermaga laut cenderung lebih besar dibandingkan dengan dermaga pantai.

Di sisi lain, dermaga pelabuhan disediakan untuk kegiatan dalam negeri dan umumnya hanya disinggahi oleh kapal lokal. Kapal dengan identitas bendera asing, dilarang masuk ke kawasan ini serta memerlukan izin dari pihak berwenang.

Sementara berdasarkan strukturnya, terdapat 3 tipe dermaga, yaitu:

  1. Wharf merupakan dermaga yang berimpit dengan garis pantai yang membentuk paralel.
  2. Pier merupakan dermaga yang tegak lurus pada garis pantai.
  3. Jetty merupakan dermaga dimana sisi depannya berada di kedalaman karena menjorok ke laut.

Itulah sekilas tentang sejarah 17 Juni Hari Dermaga Nasional, fungsi dan jenis dermaga yang ada di Indonesia.

Walaupun perannya penting dan terdapat hari peringatannya, namun sayang ternyata masih banyak orang yang belum tahu hari peringat ini.

Padahal fungsi dari dermaga dan pelabuhan tentu sudah sangat jelas dan terasa.

Mudah-mudahan dengan informasi Sejarah Hari Dermaga 17 Juni diatas dapat menambah wawasan serta menjadi referensi untuk kita semua.

Baca juga:  Sejarah Hari Kesehatan Internasional 7 April

Semoga bermanfaat dan Selamat Hari Dermaga Nasional!

Ahli dalam menulis artikel sejarah seperti sejarah hari besar dan hari penting baik di Indonesia maupun Dunia. Semoga artikel yang saya terbitkan dapat bermanfaat. Lebih dekat dengan saya bisa cek disini

Tinggalkan komentar