Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret

Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret

Inilah Sejarah 1 Maret, Peristiwa Serangan Umum Yang Sebaiknya Diketahui!

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan serangan yang terjadi di Yogyakarta yang dilakukan oleh jajaran tinggi militer di wilayah Divisi III/GSM.

Tujuan dari serangan tersebut yaitu untuk membuktikan kepada dunia Internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia masih ada dan kuat.

Dikarenakan merupakan moment yang sangat penting maka tidak mengherankan jika setiap tanggal 1 Maret selalu diperingati sebagai Peristiwa Serangan Umum.

Lihat Juga: Ucapan Selamat Hari Pertahanan Sipil (HANSIP) 19 April

Bagaimana sejarah dan latar belakang 1 Maret, Peristiwa Serangan Umum? Simak berikut ulasannya!

Latar Belakang Dan Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret

Sekitar awal Februari 1948, di perbatasan Jawa Timur, Letkol Wiliater Hutagalung, ditugaskan untuk membentuk jaringan persiapan gerilya di wilayah Divisi II dan III.

Wiliater Hutagalung lalu bertemu dengan Panglima Besar Sudirman untuk melaporkan perihal resolusi Dewan Keamanan PBB.

Beliau menyampaikan penolakan Belanda akan resolusi tersebut serta melancarkan propaganda yang menyatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada lagi.

Baca Juga: Kalender 2023 Lengkap Format PDF CDR AI PNG

Pasca Agresi Militer Belanda II dilancarkan pada Desember 1948, TNI mulai kembali menyusun strateginya untuk melakukan serangan balik terhadap sekutu.

Serangan dimulai dengan memutuskan telepon, menyerang konvoi belanda hingga merusak jalan kereta api.

Wiliater Hutagalung melakukan serangan tersebut dengan tujuan untuk meyakinkan dunia Internasional khususnya untuk Amerika Serikat dan Inggris bahwa Indonesia masih ada dan memiliki TNI.

Untuk membuktikan hal tersebut, maka perlu dilakukan serangan yang tidak bisa disembunyikan oleh sekutu.

Lihat Juga: Sejarah Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien) 5 Februari

Tak hanya itu saja, keberadaan Republik Indonesia juga harus diketahui oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI).

Nah rencana penyerangan tersebut yaitu:

  1. Serangan akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Divisi III yang melibatkan Wehrkreise I, II dan III.
  2. Mengerahkan seluruh potensi militer serta sipil di bawah Gubernur Militer III.
  3. Mengadakan serangan terhadap satu kota besar di wilayah Divisi III.
  4. Melakukan koordinasi dengan Divisi II untuk memperoleh efek lebih besar.

Rencana serangan tersebut tentu harus diketahui oleh dunia internasional, tujuannys untuk mendapatkan dukungan dari Wakil Kepala Staf Angkatan Perang guna koordinasi pemancar radio yang dimiliki oleh AURI.

Selain Wakil Kepala Staf Angkatan Perang, dukungan yang dibutuhkan juga dari Koordinator Pemerintahan pusat serta Unit PEPOLIT Kementerian Pertahanan.

Lihat juga: Sejarah Hari KOSTRAD

Setelah melakukan pembahasan, Panglima Divisi III, Kolonel Bambang Sugeng memutuskan untuk menyerang Yogyakarta.

Mengapa harus Yogyakarta? Hal tersebut dikarenakan pada saat itu Yogyakarta merupakan ibu kota Indonesia.

Tak hanya itu saja, di kota tersebut juga banyak wartawan asing yang berada di Hotel Merdeka Yogyakarta dan masih banyak anggota delegasi UNCI serta pengamat militer dari PBB.

Peristiwa 1 Maret 1949

Pada pagi hari di tanggal 1 Maret 1949, serangan besar-besaran dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Divisi III.

Di waktu yang bersamaan, fokus penyerangan juga dilakukan di Surakarta yang bertujuan untuk menahan tentara Belanda dalam pertempuran untuk tidak mengirimkan bantuan ke Yogyakarta.

Malam hari, pasukan telah merayap mendekati kota dan beberapa pasukan mulai menyusup ke dalam kota.

Sekitar pukul 06.00, sirine mulai dibunyikan yang berarti serangan segera dilancarkan ke segala penjuru kota.

Hanya membutuhkan waktu 6 jam, Tentara Negara Indonesia berhasil menduduki Yogyakarta tepatnya pada pukul 12.00.

Penyerangan ini dipimpin langsung oleh Letkol Soeharto dari sektor barat sampai batas Malioboro.

Lihat Juga: Sejarah Hari Rotary Club 23 Februari

Sementara sektor timur dipimpin oleh Ventje Sumual, sektor utara oleh Mayor Kusno dan sektor selatan dipimpin oleh Mayor Sardjono.

Untuk sektor kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono serta Letnan Masduki.

Serangan di Surakarta untuk menahan Belanda dapat teratasi. Namun tentara Belanda dari Magelang bisa menerobos pasukan Indonesia.

Belanda berhasil masuk ke Yogyakarta dan melumpuhkan serangan tersebut.

Sementara terdapat dampak setelah serangan yang terjadi dimana dari pihak Belanda terdapat enam orang tewas yang diantaranya yaitu 3 polisi dan 14 orang luka-luka.

Sedangkan di pihak Indonesia, tercatat 300 prajurit dan 53 anggota polisi tewas.

Itulah sekilas tentang sejarah 1 Maret, Peristiwa Serangan Umum.

Peristiwa tersebut tentu saja merupakan peristiwa yang sangat penting dan sangat berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Jadi tentu sudah sepatutnya anda mengetahuinya bukan!

Lihat Juga: Sejarah Hari Juang Kartika TNI-AD 15 Desember

Mudah-mudahan informasi Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret diatas dapat menambah wawasan kita terhadap lika-liku perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.

Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • peristiwa serangan umum 1 maret terjadi di kota yogyakarta
  • latar belakang peristiwa serangan umum 1 maret 1949
  • peristiwa serangan umum 1 maret dikenang dengan monumen
  • peringatan hari peristiwa serangan umum
  • tema peringatan peristiwa serangan umum 2022
  • quotes ucapan selamat memperingati hari serangan umum 1 maret 2022

aplikasi crypto terbaik
gudang meme enkosa

Ahli dalam menulis artikel sejarah seperti sejarah hari besar dan hari penting baik di Indonesia maupun Dunia. Semoga artikel yang saya terbitkan dapat bermanfaat. Lebih dekat dengan saya bisa cek disini

   
   
Hari Artileri Hari Penyandang Cacat Internasional Hari Bakti PU Hari Konvensi Ikan Paus Hari Penghapusan Perbudakan Hari AIDS Sedunia Hari Solidaritas Rakyat Palestina HUT KORPRI Hari Menanam Pohon Hari Tanpa Belanja