Sejarah Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata 6 November

Sejarah Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata 6 November

Sejarah 6 November, Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata

6 November, Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata - Seperti yang kita ketahui bahwa perang merupakan sebuah konflik paling merugikan yang pernah dialami oleh umat manusia, dimana sesama manusia akan saling menyakiti bahkan sampai saling membunuh. 

Selain manusia, lingkungan juga kerap kali menjadi korban perang yang tidak dipublikasikan misalnya seperti hutan dibakar, kota hancur, sumur air tercemar, tanah diracuni, hewan dibunuh sampai tanaman dibakar hanya untuk mendapatkan keuntungan militer. 

Karena hal tersebut maka tanggal 6 November menjadi tanggal yang ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata.
 
Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah dibalik penetapan hari tersebut? Simak ulasannya berikut ini!

Berikut Sejarah Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan Dari Perang dan Konflik Bersenjata 6 November

Pada tanggal 5 November 2001, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa setiap tanggal 6 November ditetapkan sebagai Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan dari Perang dan Konflik Bersenjata, atau International Day for Preventing the Exploitation of the Environment in War and Armed Conflict. 

Penetapan tersebut tentu bukan tanpa adanya tujuan. Perang konflik bersenjata memang seringkali menyisakan kesedihan seperti korban jiwa, korban luka-luka sampai hancurnya kota dan rasa trauma. 

Namun sadarkah kita jika terdapat korban lain yang jarang sekali dipublikasikan karena mereka selalu diam? 

Ya, korban lain tersebut yaitu lingkungan yang sering kali menjadi korban diam yang tidak berdaya diamuk dalam perang. 

Akibat dari adanya perang bersenjata, banyak sekali air yang tercemari, tumbuhan yang terbakar, hutan-hutan yang dibakar, hewan yang dibunuh bahkan tanah yang diracuni karena kepentingan perang. 

Dalam kurun waktu 60 tahun terakhir ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa setidaknya terdapat 40% konflik bersenjata yang berkaitan langsung dengan eksploitasi sumber daya alam. 

Selain sumber daya alam seperti kayu, berlian emas dan minyak, hewan langka juga tidak luput dari eksploitasi. 

Misalnya saja seperti kelompok bersenjata di Afrika dimana mereka menjual gading gajah serta cula badak ke pasar gelap Internasional demi membiayai gerakan mereka. 

Belum lagi dengan adanya teknologi perang saat ini yang semakin canggih. Misalnya seperti senjata nuklir, senjata biologi, senjata pemusnah massal dan senjata kimia yang sangat berbahaya. 

Ketika ditembakkan, senjata-senjata tersebut akan menimbulkan dampak yang luar biasa serta bisa menyemburkan zat-zat radioaktif yang akan tersebar di tanah, udara dan air. 


Dengan daya ledak yang luar biasa juga tentu senjata-senjata tersebut tidak hanya akan merenggut nyawa saja melainkan juga kerusakan lingkungan. 

Kerusakan lingkungan akibat perang bersenjata berdampak serius dan jangka panjang. Kerusakan tersebut dapat menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem. 

Awalnya permasalahan mengenai dampak perang terhadap lingkungan menjadi suatu hal yang tidak pernah diperhitungkan. 

Namun ketika meletusnya Perang Dunia II telah membuka wacana berpikir para pemimpin dunia akan bahayanya persenjataan perang bagi lingkungan. 

Dikarenakan hal tersebutlah dibuatlah sebuah peraturan untuk membatasinya. 

Berdasarkan Konvensi Jenewa tahun 1949 yang dikuatkan oleh protokol tambahan Jenewa tahun 1977, maka diaturlah mengenai larangan penggunaan cara-cara dalam perang yang menyebabkan kerusakan lingkungan. 

Hal tersebut kemudian ditambahkan kedalam Deklarasi Stockholm tahun 1972 dan Deklarasi Rio 1992 yang berisi perlindungan terhadap lingkungan pada masa perang dan konflik bersenjata.

Selain itu, dalam deklarasi tersebut juga diatur mengenai tanggung jawab akibat timbulnya kerusakan oleh perang.

Jika ada orang yang melanggar aturan tersebut maka akan dipidana berupa pelanggaran berat yang dianggap sebagai penjahat perang.

Dari hal tersebut, masyarakat dunia kini semakin sadar tentang dampak yang terjadi akibat perang dan konflik bersenjata terhadap lingkungan. 

Lingkungan hidup sebagai warisan bersama seluruh umat manusia sudah sepatutnya terus dijaga kelestariannya.

Untuk itulah maka hadirlah Hari Internasional Bagi Penyelamatan Lingkungan dari Perang dan Konflik Bersenjata setiap tanggal 6 November.


Mudah-mudahan informasi diatas dapat menambah wawasan serta menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • hari penyelamatan lingkungan
  • sejarah hari penyelamatan lingkungan dan gencatan senjata
  • peringatan hari internasional bagi penyelamatan lingkungan dan dari perang konflik
  • tema hari penyelamatan perang dan konflik bersenjata 2021
  • tema hari penyelamatan lingkungan dari perang
  • ucapan hari selamat hari penyelamatan lingkungan dari perang
Enkosa
Enkosa Akurat dan terpercaya. Lebih dekat dengan saya cek IG @endikekos

Review Enkosa.Com