Sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 5 Oktober

Sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 5 Oktober

Inilah Sejarah Dibalik Penetapan Tanggal 5 Oktober, Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Setiap tanggal 5 Oktober, Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu memperingati Hari Ulang Tahun (HUT). Di bulan Oktober nanti TNI akan memperingati hari jadinya yang ke-76. 

Diprediksikan peringatan Hari tentara Nasional Indonesia (TNI) ini akan sama seperti tahun sebelumnya karena negara kita masih menghadapi pandemi global COVID-19. 

Namun walaupun ditengah-tengah pandemi yang tidak kunjung berakhir ini, sebagai warga negara yang baik tentu kita juga perlu mengetahui bagaimana sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Berikut Ini Sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tanggal 5 Oktober

Walaupun bukan seorang TNI, kita juga perlu berpartisipasi dalam memperingati hari tersebut. 

Salah satu hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan memberikan ucapan kepada para TNI atas jasa-jasanya dalam melindungi negara kita. 

Selain itu, kita juga perlu tahu bagaimana sejarah dari Tentara Nasional Indonesia. 

Seperti telah disebutkan diatas bahwa setiap tanggal 5 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia. 

Peringatan tersebut tentu saja bertepatan dengan hari pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang terjadi pada tahun 1945 di tanggal 5 Oktober. 

Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat ini didahului dengan adanya pembentukkan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan secara umum. 

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali belum mempunyai kesatuan tentara. 

Riwayat terbentuknya TNI sebagai angkatan bersenjata Republik Indonesia telah melewati jalan yang cukup panjang sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Nama yang digunakan untuk angkatan perang ini juga mengalami beberapa kali pergantian hingga akhirnya kita mengenal nama ini dengan sebutan TNI

Pada tanggal 19 Agustus atau 2 hari setelah proklamasi kemerdekaan, para pemimpin & pemuda di Jakarta menyusun sebuah rancangan dekrit yang membentuk tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang telah merdeka. 


Upaya pembentukan tersebut dilakukan sekaligus untuk menghadapi para penguasa Jepang yang masih lengkap persenjataannya. 

Rancangan dekrit pembentukkan tentara tersebut lalu diubah menjadi maklumat pembentukan suatu badan keamanan dan akhirnya pada tanggal 22 Agustus dibentuklah Badan Keamanan Rakyat atau BKR. 

BKR awalnya hanya disisipkan sebagai bagian dari BPKKP (Badan Penolong Keluarga Korban Perang) yang telah didirikan sebelumnya agar para penguasa Jepang tidak mencurigai. 

Pembentukan BKR ini kemudian disetujui oleh Presiden Soekarno sehingga sehari kemudian yaitu pada tanggal 23 Agustus, BKR telah terdiri dari 3 golongan yaitu BKR Darat, BKR Laut dan BKR Udara. 

Namun walaupun demikian, BKR masih belum ditempatkan sebagai angkatan bersenjata melainkan hanya untuk menjaga keamanan. BKR juga dibebani tugas sebagai pertahanan Negara. 

Seiring dengan kedatangan sekutu yang diboncengi oleh Belanda dengan wujud NICA, peran BKR semakin ditingkatkan. 

Melalui Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 

Dan seiring dengan berjalannya waktu pada tanggal 7 Januari 1946, TKR mengalami perubahaan nama lagi menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR). 

Namun belum lama dari perubahaan nama tersebut tepatnya pada tanggal 26 Januari 1946, diterbitkan kembali maklumat pemerintah dimana terjadi lagi pergantian nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). 

Sama seperti sebelumnya, lagi-lagi terjadi pergantian nama dimana pada tanggal 3 Juni 1947, TRI berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia yang kemudian disahkan oleh Presiden Soekarno. 

TNI Setelah Belanda Menyerahkan Kedaulatannya Untuk Indonesia 

Setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 melalui KMB, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). 

Sejalan dengan hal tersebut maka dibentuklah Angkatan Perang RIS atau yang dikenal dengan APRIS. 

Lalu pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan negara Indonesia menjadi negara kesatuan. 

APRIS kemudian berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). 

Pada tahun 1962, terjadilah penyatuan antara organisasi angkatan perang dengan kepolisian yang disebut dengan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). 

Penyatuan tersebut dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mencapai tingkat efektivitas serta efisiensi dalam melaksanakan peran organisasi keamanan negara serta menjauhkannya dari pengaruh kelompok politik tertentu. 

Seiring dengan runtuhnya masa Orde Baru dengan lengsernya Presiden Soeharto, angkatan militer tersebut yaitu TNI AD, TNI AU, TNI AL dikembalikan menjadi TNI dan terpisah dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang kini telah memiliki institusinya masing-masing. 

Nah itulah sekilas tentang sejarah 5 Oktober, Hari Tentara Nasional Indonesia. 

Sebagai warga negara yang baik maka tentu saja kita patut berbangga kepada tentara-tentara Indonesia yang telah berjuang menjaga kedaulatan negara tercinta ini. 

Mudah-mudahan informasi Sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia 5 Oktober diatas dapat menambah wawasan serta dapat menjadi referensi. Semoga bermanfaat dan Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • sejarah tni di indonesia
  • perjalanan sejarah tni au
  • kepala pusat sejarah tni
  • sejarah tni dan polri
  • sejarah tentara republik indonesia
  • sejarah tentara nasional indonesia bkr
  • sejarah lahirnya tentara nasional indonesia
  • sejarah berdirinya tentara nasional indonesia
Enkosa
Enkosa Akurat dan terpercaya. Lebih dekat dengan saya cek IG @endikekos

Review Enkosa.Com