5 Mitos Larangan Pernikahan dalam Adat Jawa

5 Mitos Larangan Pernikahan dalam Adat Jawa

5 Mitos Larangan Pernikahan dalam Adat Jawa, Penting Tahu!

Bagi masyarakat suku Jawa, ketika akan menikah biasanya kedua keluarga akan bertemu guna menentukan tanggal. Umumnya mereka akan mencari tanggal baik sesuai dengan tradisi dan adat jawa, agar pernikahan berjalan langgeng. Selain tanggal, mitos larangan pernikahan juga sangat diperhatikan. 

Memperhatikan larangan pernikahan dalam adat Jawa tentu masih dipercaya oleh cukup banyak orang. Kira-kira apa saja mitos larangan tersebut? Berikut penjelasannya:

Pernikahan Jilu (Siji Karo Telu)

Pernikahan jilu atau pernikahan yang dilakukan oleh anak pertama dan anak ketiga menjadi salah satu larangan dalam adat Jawa. Untuk itu, jika kamu anak pertama sedangkan calon pasanganmu anak ketiga serta orang tua masih memegang keyakinan tradisi, bersiaplah untuk berjuang. 


Dalam kepercayaan adat Jawa, jika anak pertama dan anak ketiga tetap menikah, maka keduanya harus bersiap untuk menghadapi kesialan. Kesialan semacam apa? Mulai dari tidak akur, terjadi perceraian, hingga salah satu diantaranya ditinggal mati. 

Jangan Menikah di Bulan Muharram Atau Suro

Ketika ingin mencari hari baik untuk pernikahan, biasanya orang tua yang masih memegang tradisi Jawa akan langsung mengatakan tidak untuk bulan Muharram dan Suro. Dua bulan tersebut memang sangat dihindari karena dianggap dan dipercaya merupakan bulan keramat.

Masyarakat bahkan percaya jika pada bulan ini Nyai Roro Kidul sedang menggelar hajatan. Maka dari itu, masyarakat dilarang untuk menyelenggarakan hajatan apapun demi terhindar dari kesialan. Kepercayaan ini tentu saja bukan lagi sebuah hal baru, bahkan sudah berkembang luas di masyarakat. 

Rumah Yang Berhadapan 

Kamu ingin menikah dengan tetangga sendiri? Sudah cek rumah kamu dan pasangan apakah berhadapan atau tidak? Jika berhadapan dan orang tua masih memegang prinsip tradisi, maka agaknya perjuangan kalian harus cukup kuat. 


Dalam mitos larangan adat Jawa mengenai pernikahan, bagi dua orang yang memiliki rumah berhadapan, akan lebih baik untuk tidak menikah. Pasalnya, jika calon kedua mempelai yang memiliki rumah berhadapan namun tetap menikah diyakini rumah tangganya akan terus menjadi serba kekurangan. 

Weton Merupakan Hal Penting 

Bagi kamu yang ingin menikahi pujaan hati, sudah cek weton masing-masing belum? Pasalnya, bagi masyarakat suku Jawa, weton menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu sebelum meminta restu dan mencari hari baik pernikahan kalian, cek kecocokan weton. Jangan sampai ditolak karena weton yang dinilai tidak cocok karena jika dipaksakan menikah diyakini akan mendapatkan kesialan. 

Rumah Pasangan Dekat Kakak Atau Adik Ipar

Apakah kamu dulu bertemu dan jatuh cinta dengan si dia karena sering berkunjung ke rumah kakak atau adik ipar? Rumah kekasih dekat dengan kakak atau adik ipar kamu? Wah, sepertinya kamu harus lebih legowo untuk itu. 

Pasalnya, dalam mitos Jawa jika seseorang menikah dengan orang yang tinggal satu kampung dengan saudaranya maka salah satu orang tua akan ada yang meninggal. Untuk itu masih banyak orang-orang zaman dulu yang tidak merestui jika calon pasangan sang anak tinggal tak jauh dari saudara yang lain. 

Bagaimana, apakah kamu aman dari mitos-mitos yang disebutkan di atas? Memang benar jika ulasan di atas hanyalah sebuah mitos belaka. Akan tetapi, tentu orang-orang yang masih memegang tradisi adat Jawa masih mempercayai semua mitos itu. Meskipun begitu, tentu saja semua kembali ke kepercayaan masing-masing. 


Jadi itulah tadi beberapa mitos larangan pernikahan yang dapat kita bahas. Semoga dengan mengetahuinya dapat menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • mitos larangan menikah adat jawa
  • pantangan menikah bagi adat jawa
  • bulan-bulan dilarang menikah
  • waktu dilarang menikah menurut adat jawa
Kaylea
Kaylea Mengisi waktu luang dengan baca Teenlit dan Metropop

Review Enkosa.Com