Sejarah Hari Keluarga Nasional 29 Juni

Sejarah Hari Keluarga Nasional 29 Juni

Sejarah 29 Juni, Hari Keluarga Nasional “HARGANAS” 

29 Juni, Hari Keluarga Nasional - Tepat pada tanggal 29 Juni selalu diperingarti sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Walaupun peringatan ini selalu menjadi perhatian sebagian masyarakat, tidak sedikit yang belum mengetahui tentang Harganas. 

Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan. Harganas juga ditujukan untuk menghidupkan fungsi-fungsi dalam keluarga dimana keluarga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saja namun terdapat fungsi lain yang tidak kalah penting. 

UU Nomor 10 Tahun 1992 serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 menyebutkan bahwa minimal ada delapan fungsi yang harus dijalankan oleh sebuah keluarga. Fungsi tersebut meliputi Agama, cinta kasih, ekonomi, sosial budaya, melindungi, pendidikan, pembinaan lingkungan dan reproduksi. Kedelapan fungsi tersebut pastinya harus dijalankan dan diperhatikan oleh seluruh keluarga di Indonesia. 

Lalu, Bagaimana Sejarah 29 Juni, Hari Keluarga Nasional? Berikut Penjelasannya!

Menguntip dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sejarah awal mulanya Hari Keluarga Nasional bisa dilacak dari masa pasca kemerdekaan tahun 1945. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, bangsa kita ini kembali dihadapkan pada perang revolusi fisik karena kembalinya Belanda ke Indonesia. 

Situasi tersebut membuat kondisi negara masih belum kondusif terlebih lagi bangsa harus sekuat tenaga mempertahankan kemerdekaan dimana disinilah adanya pemberlakuan wajib militer bagi rakyat. Dikarenakan kondisi tersbeut, banyak sekali orang yang rela berpisah dengan keluarga tercintanya karena harus menjalankan wajib militer selama beberapa tahun lamanya. 

Pada tahun 1949 tepatnya pada 22 Juni, Belanda menyerahkan kedaulatan Bangsa Indonesia secara utuh. Lalu seminggu setelahnya yaitu pada tanggal 29 Juni 1949 para pejuang kembali pada keluarganya dimana moment inilah yang melandasi lahirnya Harganas atau Hari Keluarga Nasional.


Setelah peristiwa tersebut, Indonesia kembali dihadapkan pada masalah dimana pengetahuan keluarga tentang usia nikah sangatlah rendah. Disamping hal tersebut banyak sekali keingingan kuat untuk mengganti keluarganya yang gugur dalam peperangan. 

Kondisi hal tersebut tentu mengakibatkan perkawinan dini semakin tinggi. Pernikahan dini yang terjadi juga sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian antara ibu dan bayi. Mengingat hal ini sangat beresiko tinggi maka munculah gagasan akan keluarga berencana.  

Penetapan 29 Juni, Hari Keluarga Nasional (Harganas) 

Haryono Suyono merupakan penggagas Hari Keluarga Berencana Nasional. Kepada Presiden RI yang waktu itu adalah Presiden Soeharto, Haryono menyampaikan tiga pokok pikirannya. Tiga pokok pikirannya yaitu pertama mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa, kedua tetap menghargai serta perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa, dan yang ketiga membangun keluarga menjadi keluarga yang berkerja keras serta mampu berbenah diri menuju keluarga sejahtera. 

Tidak menunggu lama, Presiden Soeharto lalu menyetujui gagasan tersebut dan kemudian lahirlah Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni. Adapun pemilihan tanggal tersebut sebagai Harganas yaitu dikarenakan pada tanggal dan hari tersebut Tentara Republik Indonesia yang bergerilya dalam perjuangan melawan penjajah yang kala itu masuk ke Yogyakarta kembali ke keluarganya masing-masing. 

Dalam perkembangan selanjutnya organisasi keluarga berencana Indonesia mulai berubah menjadi lembaga semi Pemerintahan pada tanggal 17 Oktober 1968 dengan nama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Selama kurun waktu 20 tahun, telah banyak sekali keberhasilan program keluarga berencana yang sekaligus menjadi pembelajaran untuk negara lain. 

Akhirnya Hari Keluarga Nasional mendapatkan legalitas resmi pada tanggal 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014. Dalam keputusan tersebut menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional namun bukan hari libur. 

Selain Indonesia, tentu ada beberapa negara lainnya yang memperingati Harganas, misalnya saja seperti Amerika Serikat dimana “Family Day” pertama diperingati pada hari minggu pertama di bulan Agustus 1978. Kemudian Australia yang menetapkan Hari Keluarga Nasional pada Selasa minggu pertama bulan November 2007. 

Dikarenakan begitu banyak negara yang merayakan Hari Keluarga Nasonal, maka secara global Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan 15 Mei Sebagai Hari Keluarga Internasional pada tahun 1994. Jadi, itulah sejarah 29 Juni, Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peran keluarga sangatlah penting jadi sayangi dan lindungi keluarga Anda selalu. 

Nah itulah sejarah mengenai Hari Keluarga Nasional yang ternyata memiliki history yang panjang. Mudah-mudahan dengan informasi di atas dapat menambah wawasan kita tentang pentingnya menjaga keluarga agar tetap utuh dan bahagia. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • hari keluarga nasional 2021 indonesia
  • hari keluarga nasional kapan
  • seharah hari keluarga nasional indonesia
  • tema hari keluarga nasional tahun 2021 dan 2022
Enkosa.Com
Enkosa.Com Informasi Kalender Lengkap - Hari Penting & Sejarahnya

Review Enkosa.Com