Sejarah Hari Pembebasan Irian Barat 1 Mei

Sejarah Hari Pembebasan Irian Barat 1 Mei

Sejarah 1 Mei Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

Selain diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia “May Day” ternyata pada tanggal 1 Mei juga terdapat hari bersejarah yang selayaknya diperingati juga. Ya, hari tersebut yaitu Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat. Berbicara tentang hari bersejarah tersebut tentu saja banyak diantara Anda yang belum mengetahuinya bukan? Jika Ya, berikut ini sejarah 1 Mei Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat. 

Sejarah Di Balik 1 Mei, Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia telah megklaim bahwa seluruh wilayah Hindia Belanda termasuk Pulau Papua. Namun sayang pada saat itu, pihak Belanda menganggap bahwa wilayah tersebut masih menjadi provinsi di kerajaan Belanda. 

Pemerintah Belanda memulai persiapan untuk menjadikan Papua sebagai negara merdeka selambat-lambatnya sekitar tahun 1970-an. Namun, tentu Pemerintah Indonesia pada saat itu sangat menentang hal tersebut dan terjadilah Papua atau Irian Barat menjadi wilayah yang diperebutkan oleh Indonesia dan Belanda. 

Hal tersebut dibicarakan pada beberapa pertemuan serta dalam beberapa forum Internasional. Misalnya saja pada Konferensi Meja Bundar di tahun 1949. Indonesia dan Belanda tidak berhasil mencapai mufakat mengenai Irian Barat. Namun dalam keputusannya mereka setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka 1 tahun. 


Tepatnya dipenghujung tahun 1950, PBB telah memutuskan bahwa Irian Barat memiliki hak untuk merdeka sesuai dengan pasal 73e PBB. Dikarenakan Indonesia telah mengklaim bahwa Irian Barat menjadi salah satu wilayahnya, maka Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional. Tujuannya tentu untuk menyelesaikan masalah tersebut namun Indonesia menolak. 

Setelah Indonesia beberapa kali mencoba untuk menyerang Irian Barat, Belanda kemudian mempercepat program pendidikannya untuk persiapan kemerdekaan. Hasil dari programnya tersebut yaitu terdapat sebuah akademi angakatan laut yang telah berdiri pada tahun 1956 serta tentara Papua pada tahun 1957. 

Dari kelanjutan persoalan tersebut, pada tanggal 17 Agustus 1956, Indonesia membentuk sebuah Provinsi Irian Barat dimana Ibu Kotanya sendiri di Soasiu Pulau Tidore. Pada saat itu gubernur pertama yaitu Zainal Abidin Syah yang telah dilantik pada 23 September 1956. 

Indonesia terus berjuang untuk merebut kembali Irian Barat hingga akhirnya tepat pada tanggal 19 Desember 1962, Presiden Soekarno mengumumkan Trikora atau Tri Komando Rakyat. Operasi Trikora ini merupakan konflik selama 2 tahun yang dilancarkan oleh Indonesia untuk menggabungkan wilayah barat tepatnya Irian Barat. 

Pelaksanaan Trikora 

Pada tahun 1961 tepatnya tanggal 19 Desember, Ir Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Pada saat itu, Soekarno juga membentuk Komando Mandala dimana Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglimanya. Tugas Soeharto yaitu untuk mempersiapkan, merencanakan serta menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Irian Barat dengan Indonesia. 

Setelah berbagai gerakan, perjanjian dan peristiwa, tepat pada tanggal 15 Agustus 1962 diperolehlah perjanjian New York. Dalam pernjanjian tersebut berisi penyerahan Papua Barat dari Belanda melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). 

Pada tanggal 1 Mei 1963, Papua Bagian Barat (Irian Barat) kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan pada tahun 1969 diselenggarakanlah Papera yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo. Beberapa minggu sebelum Papera di selenggarakan, angkatan bersenjata Indonesia berhasil menangkap para pemimpin rakyat Papua. 

Hasil dari Papera sendiri yaitu Papua bergaung dengan Indonesia namun keputusan tersebut dicurigai oleh Organisasi Papua Merdeka serta berbagai pengamat Independen lain. Walaupun demikian AS tidak ingin Indonesia bergabung dengan pihak Uni Soviet sehingga mereka mendukung keputusan tersebut. Kedudukan Papua Barat menjadi lebih pasti setelah diadakannya Penentuan Pendapat Rakyat (Papera) dimana rakyat Papua memilih untuk tetap dilingkungan RI. 

Ditetapkannya 1 Mei Sebagai Hari Pembebasan Irian Barat

Pada tanggal 1 Mei 1963, berlangsung upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada Indonesia di Hollandia Jayapura. Papua Barat menjadi provinsi ke 26 Indonesia dengan nama Irian Jaya. Nah, dari sejarah panjang inilah mengapa tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat.  

Semoga dengan informasi penting mengenai Sejarah Pembebasan Irian Barat 1 Mei di atas dapat memberikan wawasan untuk kita semua tentang betapa pentingnya untuk selalu memperingati hari-hari bersejarah di Indonesia dengan hikmat. Paling tidak kita dapat merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut agar kita tidak lupa dengan jati diri bangsa, sehingga dapat terus memperjuangkan wiayah NKRI dari gangguan negara lain.

Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • pembebasan irian barat brainly
  • dan irian barat dipimpin oleh
  • mendukung irian barat demokrasi terpimpin
  • di irian barat terjadi pada masa
  • perjuangan mengalahkan irian barat
  • rangkuman mengambarkan irian barat
  • tokoh sukses irian barat
  • latar belakang irian barat
  • sejarah singkat pembebasan irian barat
  • materi sejarah tentang hal irian barat
Enkosa.Com
Enkosa.Com Informasi Kalender Lengkap - Hari Penting & Sejarahnya

Review Enkosa.Com