Home » Sejarah

Sejarah Hari Puisi Sedunia 21 Maret

Sejarah 21 Maret, Hari Puisi Sedunia Yang Penting Untuk Diketahui!

Setiap tanggal 21 Maret, hampir semua negara di dunia memperingati Hari Puisi Sedunia.

Peringatan tersebut menjadi momentum yang sangat penting khususnya untuk para pecinta karya ini.

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah 21 Maret, Hari Puisi Sedunia? Penasaran bagaimana Sejarahnya? Simak berikut ulasan lengkapnya!

Sejarah Hari Puisi Sedunia 21 Maret

Hari Puisi Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 21 Maret setiap tahunnya.

Peringatan ini telah ditetapkan dan diresmikan berdasarkan resolusi Organisasi Pendidikan, Keilmuan serta Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sekitar tahun 1999.

UNESCO pertama kali mengadopsi tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia sejak adanya Konferensi Umum ke-30 yang dilakukan di Paris.

Penetapan tanggal tersebut tentu bukan tanpa alasan, UNESCO mengakui sepenuhnya bahwa kemampuan unik puisi dapat menangkap semangat kreatif dari pikiran manusia.

Menurut UNESCO, Hari Puisi Sedunia ini dimaksudkan untuk mendorong kembali tradisi lisan pembacaan puisi, mempromosikan pengajaran puisi hingga memulihkan dialog antara puisi dan seni.

Tak hanya itu saja, Hari Puisi Sedunia ini juga bertujuan untuk mendukung para penerbit kecil serta menciptakan citra puisi positif sehingga karya puisi tidak lagi dianggap sebagai seni yang ketinggalan zaman.

Dengan puisi, hal yang perih bisa diubah menjadi suatu hal yang indah.

Peringatan Hari Puisi Sedunia Di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara yang memperingati Hari Puisi Sedunia pada tanggal 21 Maret.

Ternyata selain memperingati Hari Puisi Sedunia, Indonesia juga memiliki hari khusus untuk memperingati Hari Puisi yaitu pada tanggal 28 April.

Jika berbicara tentang puisi, di Indonesia banyak sekali para tokoh inspiratif dimana salah satu tokoh yang paling terkenal dan menjadi salah satu alasan mengapa terdapat Hari Puisi Nasional yaitu Chairil Anwar.

Chairil Anwar merupakan seorang anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleh dimana sang ayah berada dari Nagari Taeh dan sang Ibu berasal dari Kota Gadang.

“Si Binatang Jalang” merupakan julukan khas dari Chairil Anwar yang sejak kecil sangat senang membaca buku.

Kecintaannya pada literasi ini telah membawanya bertemu dengan teman-teman sastrawan seperti Subagio Sastrowardoyo.

Chairil Anwar lahir di Medan pada tanggal 26 Juli 1922. Namanya semakin populer ketika tulisannya dimuat pada majalah Nisan tahun 1942.

Selain puisi perjuangan “Siap Sedunia” yang cukup kontroversial bagi penjajah Jepang, beliau juga membuat puisi berjudul “Aku”.

Puisi ini diterbitkan di Majalah Timur pada tahun 1945 dimana puisi “Aku” ini mampu mendobrak cara berpuisi bagi sebagian khalayak.

Hingga saat ini Chairil Anwar memang masih dikenal sebagai sastrawan yang sangat terkemuka di Indonesia walaupun memang bukan satu-satunya sastrawan.

Terlepas dari itu, setiap negara juga memiliki tokoh inspiratifnya masing-masing yang menjadi salah satu alasan mengapa Hari Puisi Sedunia selalu diperingati di setiap negara.

Demikian sekilas tentang sejarah 21 Maret, Hari Puisi Sedunia yang tentu saja jangan sampai anda lewatkan.

Ketika peringatan Hari Puisi Sedunia ini tiba, banyak sekali tema hingga kegiatan yang dilakukan yang pastinya sangat menarik dan bermanfaat.

Nah itulah sedikit ulasan mengenai Sejarah Hari Puisi Sedunia 21 Maret, mudah-mudahan informasi diatas dapat menambah wawasan untuk kita semua. Semoga bermanfaat!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • hari puisi sedunia 2022
  • sejarah hari puisi sedunia
  • tema peringatan hari puisi sedunia 2022
  • caption hari puisi sedunia 2022
  • kapan hari puisi sedunia
  • selamat hari puisi sedunia 2022
Baca juga:  Sejarah Hari Bebas Kendaraan Bermotor 22 September

Tinggalkan komentar