Sejarah Hari Maritim Nasional 23 September

Sejarah Hari Maritim Nasional 23 September

Beginilah Sejarah 23 September, Hari Maritim Nasional Yang Ditetapkan Oleh Ir. Soekarno 

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memiliki 16.056 pulau, serta perbatasan maritim dengan 10 negara. 

Dengan garis pantai sepanjang 54.716 km, karena hal inilah  Indonesia diakui dunia sebagai Negara Maritim terbesar. 

Tentu kita semua berharap bahwa Indonesia bisa menjadi negara maritim yang berjaya. 

Nah, dikarenakan hal ini juga tidak heran jika setiap tanggal 23 September selalu diperingati sebagai Hari Maritim Nasional. 

Sejarah Dibalik Penetapan 23 September, Hari Maritim Nasional 

Hari Maritim Nasional ditetapkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 23 September, melalui Surat Keputusan Nomor 249 Tahun 1964. 

Hari peringatan ini dibuat setiap tahunnya agar masyarakat seluruh Indonesia sadar akan potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia sebagai sebuah Negara Maritim. 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memantapkan posisi Indonesia sebagai Negara Maritim yaitu dengan menetapkan 7 Pilar Poros Maritim Dunia. 

Ketetapan ini dimuat dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Laut Indonesia. 

Berdasarkan dokumen Kebijakan Laut Indonesia, 7 Pilar Poros Maritim dunia dibuat sejalan dengan salah satu dari visi Indonesia.

Yaitu untuk menjadi sebuah Negara Maritim yang berdaulat, kuat, maju, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan serta perdamaian kawasan dunia sesuai dengan kepentingan Nasional. 

Berikut penjelasan singkat mengenai setiap pilar dalam kebijakan tersebut: 

7 Poros Pilar Maritim Indonesia

Dibawah ini adalah ulasan serta penjelasan mengenai apa itu 7 Pilar Maritim di Indonesia, simak penjelasannya dibawah ini:

1. Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 

Kebijakan sumber daya kelautan bertujuan untuk mendorong pemanfaatan serta pengusahaan sumber daya kelautan secara optimal dan berkelanjutan. 

Beberapa upaya serta program yang bisa dilaksanakan melalui strategi tersebut yaitu memanfaatkan sumber daya perikanan dengan baik, meningkatkan pemasaran produk kelautan, meningkatkan pengelolaan sumber daya pesisir serta lain-lain. 


Selain itu, kebijakan pengembangan sumber daya manusia juga memiliki tujuan untuk mengembangkan SDM di bidang kelautan yang profesional, berdedikasi, beretika serta mampu mengedepankan kepentingan Nasional. 

Upaya yang dilakukan berupa meningkatkan jasa di bidang kelautan, meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan, mengembangkan kualitas sekolah dan lainnya. 

2. Pertahanan, Keamanan, Penegakan Hukum dan Keselamatan di Laut 

Kebijakan satu ini ditetapkan dengan tujuan agar dapat menegakkan kedaulatan serta hukum. 

Yakni dengan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman, hambatan, tantangan, dan berbagai gangguan di wilayah laut. 

Beberapa program yang bisa dilakukan yaitu membangun pertahanan keamanan laut yang tangguh, meningkatkan peran aktif Indonesia dalam kerjasama regional maupun internasional, menegakkan kedaulatan serta hukum di wilayah perairan Indonesia. 

3. Tata Kelola dan Kelembagaan Laut 

Kebijakan ini dibuat dengan tujuan untuk menciptakan sistem tata kelola kelautan Nasional yang terintegrasi, komprehensif, efektif dan efisien. 

Program yang dilakukan mulai dari menata sistem hukum nasional di bidang kelautan, implementasi hukum Internasional di bidang kelautan sesuai dengan kepentingan Nasional. 

4. Ekonomi dan Infrastruktur Kelautan dan Peningkatan Kesejahteraan 

Kebijakan ini meliputi tiga poin utama yaitu ekonomi, infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan. 

Dengan adanya kebijakan ekonomi kelautan, diharapkan kelautan Indonesia menjadi basis pembangunan ekonomi. 

Kebijakan infrastruktur tentu saja menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ekonomi, dan adanya kebijakan peningkatan kesejahteraan, pemerintah bermaksud untuk mewujudkan pembangunan agar bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. 

5. Pengelolaan Ruang Laut dan Perlindungan Lingkungan Laut 

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan sumber daya dan lingkungan akan terlindungi serta dimanfaatkan menjadi sebuah potensi yang berskala nasional maupun internasional. 

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan bisa membantu melestarikan sumber daya kelautan. 

6. Budaya Bahari 

Budaya bahari atau yang dikenal dengan kata laut adalah poin penting dalam mewujudkan poros maritim dunia. 

Dengan diterapkannya kebijakan ini diharapkan masyarakat akan diajarkan kerja keras, gotong royong, serta kecintaan pada lingkungan. 

7. Diplomasi Maritim 

Kebijakan diplomasi maritim merupakan melaksanakan politik luar negeri yang berkaitan dengan kelautan Indonesia, ataupun aset-asetnya sesuai dengan ketentuan nasional dan internasional. 

Nah itulah sejarah 23 September, Hari Maritim Internasional yang sebaiknya kita ketahui. 

Cukup sekian informasi mengenai Sejarah Hari Maritim Nasional 23 September. Mudah-mudahan informasi diatas dapat menambah wawasan, serta menjadi referensi untuk kita semua. Selamat Hari Maritim Nasional!

Pencarian yang paling banyak dicari

  • hari maritim nasional 2021
  • peringatan hari maritim tahun 2021
  • ucapan hari maritim nasional
  • selamat hari maritim nasional
  • tema hari maritim indonesia
  • sejarah hari maritim nasional
  • apa hari maritim nasional
Enkosa
Enkosa Akurat dan terpercaya. Lebih dekat dengan saya cek IG @endikekos

Review Enkosa.Com