Kalender Bali Lengkap dan Sejarahnya

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember


Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

Sejarah Kalender Bali

Sejarah Kalender Bali - Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang diyakini sebagai hari pemurnian para dewa yang berada di tengah lautan membawa esensi amerta air hidup. Untuk alasan ini, umat Hindu melakukan ibadah suci terhadap mereka.

Tahun Baru Saka Dalam Kalender Menurut Kalender Saka Bali

Kalender Saka Bali merupakan kalender yang digunakan oleh umat Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Kalender Bali bisa dikatakan istimewa karena Kalender Bali adalah kalender "konvensi". Memang tidak sepenuhnya astronomis seperti kalender Hijriah, tetapi tidak seperti kalender Jawa, tetapi 'secara kasar' berada di antara keduanya.

Kalender ini biasanya ditandai dengan adanya bulan kabisat setiap beberapa tahun atau secara berurutan. Dengan demikian jumlah bulan dalam setahun bisa mencapai 12 sampai 13 bulan. Jadi kalender ini didasarkan pada posisi matahari dan bulan. Dikatakan konvensi atau kompromi, karena sepanjang perjalanan tanggal tersebut masih dibahas bagaimana cara menghitungnya.

Sebagai kompromi, disepakati bahwa: 1 hari lunar sama dengan 1 hari matahari. Faktanya, 1 hari lunar tidak sama dengan lamanya 1 hari matahari. Oleh karena itu, setiap 63 hari (9 wuku) ditetapkan satu hari matahari yang sama dengan dua hari lunar. 

Hari ini disebut pangunalatri. Ini tidak sulit diterapkan dalam teori aritmatika. Tingkat akurasinya cukup baik, hanya membutuhkan 1 hari kabisat dalam ratusan tahun. Nyepi berasal dari kata sepi (diam, diam). Nyepi gotong royong adalah perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan caka yang dimulai pada 78 Masehi. 

Berbeda dengan perayaan tahun baru, Tahun Baru Saka di Bali diawali dengan pengasingan. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua aktivitas ditiadakan termasuk pelayanan public, sekolah, bahkan Bandara Internasional ditutup namun tidak untuk rumah sakit.

Upacara Apakah Yang Dilakukan Oleh Umat Hindu di Bali?

Melasti, Tawur (Pecupdate), Dan Pengrupukan

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan penyucian dengan melaksanakan upacara Melasti atau disebut Melis atau Mekiyis. Pada hari itu semua sarana shalat yang ada di pura (tempat suci) diarak ke pantai atau telaga, karena bahari atau telaga merupakan sumber air suci (tirta amerta) dan dapat menyucikan segala leteh (kotor) pada manusia dan alam.


Pada "tilem sasih kesanga" (bulan wafat ke-9), yang umat Hindu laksanakan yakni upacara Buta Yadnya di semua lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan lain sebagainya. Dengan mengambil salah satu jenis caru (sejenis persembahan) berdasarkan kemampuannya. 

Puncak Acara Nyepi

Keesokan harinya, pada pisan pinanggal, Sasih Kedasa (1, 10 bulan), hari raya Nyepi yang sesungguhnya tiba. Pada hari ini suasananya seperti kematian. Tidak ada aktivitas sibuk seperti biasanya. Pada hari ini umat Hindu menampilkan Catur Brata.

Kesepian yang terdiri dari amati geni (tidak membakar, tidak menggunakan dan atau menyalakan api), mengamati karya (tidak bekerja), mengamati lelungan (tidak bepergian), dan mengamati pelelangan (tidak mendengarkan hiburan). Dan bagi yang bisa, mereka melakukan tapa, brata, yoga, dan semedhi.
Jadi untuk tahun baru, ini benar-benar dimulai dengan halaman putih bersih yang benar-benar baru. Bahkan untuk memulai hidup di tahun baru Caka, landasan ini digunakan, agar segala sesuatu yang kita lakukan dimulai dari nol, murni dan bersih. 

Demikianlah ulasan tentang sejarah kalender bali semoga bermanfaat.