BLANTERTOKOv105
6700739585096372729

9 Anak di Sambar Petir saat Main Bola

9 Anak di Sambar Petir saat Main Bola

Peristiwa ini terjadi Kamis 27/08/2020 di kota Arua. Tiga berhasil bertahan. 

Badai listrik sering terjadi, pada tahun 2011, 18 anak telah meninggal. Terulang lagi di 2020 saat badai petir mengguncang Uganda . 

Kali ini sambaran petir merenggut nyawa sembilan anak berusia antara 13 dan 15 tahun saat mereka bermain sepak bola pada Kamis sore di kota Arua, seperti dilansir Palang Merah kepada EFE.

Salah satu anak meninggal di tempat dan delapan lainnya tidak selamat di rumah sakit tempat mereka dipindahkan.

Setidaknya tiga dari anak-anak yang memainkan permainan tersebut berhasil selamat dan sedang dirawat di rumah sakit, tetapi pihak berwenang belum memberikan laporan. Polisi juga tidak memberikan informasi dan membatasi diri dengan mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki “kecelakaan tragis” tersebut.

Ini bukan pertama kalinya badai petir berakhir dengan tragedi di negara Uganda. Sembilan tahun lalu petir menewaskan 18 anak di sebuah sekolah di barat laut Uganda . Wakil Menteri Pencegahan Bencana Uganda, Musa Ecweru, mengeluhkan banyak sekolah dan pusat kesehatan yang tidak memiliki penangkal petir.

"Ini adalah kelalaian dari orang-orang yang menyatakan apakah gedung-gedung ini layak untuk digunakan umum dan kami akan bekerja untuk mencegah lebih banyak kecelakaan," kata Ecweru.

Sumber: as.com - bit.ly/3jAqeXh

Detail Pemesanan

9 Anak di Sambar Petir saat Main Bola
9 Anak di Sambar Petir saat Main Bola
Jumlah: : :
Sub-Total :

*Belum termasuk Ongkos kirim

check_circle_outline Produk Lainnya