Interisti Wajib Tahu Sejarah Klub Inter Milan


Inter Milan merupakan salah satu klub Italia yang dijuluki sebagai il Nerazzuri (Si biru hitam). Klub yang satu ini dikenal seluruh dunia sebagai salah satu tim yang kuat. Banyak yang ngefans dengan Inter Milan, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Mereka menyukai klub ini karena beberapa faktor yang membuat seseorang terkesan dengan klub si biru hitam ini.

Kostum yang dikenakan sesuai dengan logonya, yakni bewarna hitam dan biru tua. Kostum tersebut akan selalu digunakan di setiap laga kandang. Banyak dari mereka yang suka dengan klub Inter Milan melalui prestasi yang diraihnya. Seperti yang anda ketahui, Inter Milan memang terkanal sebagai salah satu klub berprestasi yang sudah menyandang banyak gelar sejak berdirinya klub tersebut.

Selain itu, gaya permainan yang khas juga menjadikan orang-orang suka, sehingga munculah para fans sejati Inter Milan. Para penggemar Inter Milan juga banyak di Indonesia, negara yang satu ini memang sangat menggemari sepakbola, baik dalam negeri maupun luar. Saking antusiasnya seseorang ngefans dengan klubnya, banyak yang membuat komunitas klub inter Milan

Sejarah Lengkap Klub Inter Milan

Inter Milan berdiri pada tahun 1908 dimana pada saat itu merupakan perpecahan antara klub Kriket dengan sepakbola Milan. Klub yang satu ini memiliki prestasi yang cukup apik di tahun 1910 setelah berhasil menjuarai liga pertamanya. Prestasi tersebut kembali diulang pada tahun 1920. 

Tahun 1921, Inter Milan menjadi salah satu klub yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh CCI. Organisasi yang satu ini dibentuk oleh beberapa tim yang meminta anggota pengurangan klub Seria A.  Pada saat itu, Inter berada di grup B yang membuat dirinya berada di klasemen paling bawah dengan mengoleksi 11 poin. Meski begitu, Inter Milan masih berhasil menghindari degradasi setelah memenangkan dua playoff.

Pada tahun 1928, nama Inter berubah menjadi AS Ambrosiana disaat kepemimpinan presiden Oreste Simonotti. Perubahan pun terjadi kembali di tahun 1931 menjadi AS Ambrosiana-Inter. Pada tahun tersebut, Inter berhasil meraih juara liga yang ketiga kalinya dan meraih trofi keempat pada tahun 1938.

Prestasi Inter meraih Coppa Italia baru bisa didapatkan pada tahun 1939 setelah Giuseppe Meazza memimpin. Tidak lama berselang, tahun berikutnya Inter kembali meraih trofi yang kelimanya. Memasuki tahun 1940 an, nama AS Ambrosiana-Inter sudah tidak digunakan lagi dan berubah menjadi Internazionale Milano. 

Inter memiliki banyak prestasi pada masa lalu, memasuki tahun 1953 trofi Seria A kembali diraih olehnya dan pada tahun 1954 menjadi trofi yang ketujuh diraih Inter. Masa keemasan Inter terus diraih, bahkan klub yang satu ini mendapat sebutan sebagai La Grande Inter dengan masa keemasannya. 

Helenio Herrera yang menangani Inter memiliki peran yang sangat penting, dimana ia mampu membawa klub nya meraih tiga trofi pada tahun 1963,1965, dan 1966. Inter juga sempat meraih piala Eropa dua kali berturut-turut dan memenangkan trofi Liga Champions pertamanya setelah mengalahkan Real Madrid. Trofi Piala Eropa pun kembali diraih yang kedua kalinya setelah berhasil mengalahkan Benfica.

Prestasi terus diraih Inter pada tahun 1971 dan 1980, bahkan klub yang satu ini memenangkan trofi Coppa Italia dua sekaligus pada tahun 1978 dan 1982. Memasuki tahun 1989, gelar Scudetto berhasil diraih oleh klub yang satu ini.

Meski begitu, Inter harus puasa gelar selama 17 tahun akibat penurunan performa yang terjadi pada pemainnya. Gelar liga baru bisa diraih kembali pada tahun 2006 dengan menggunakan cara scudetto of honesty. Hal ini terjadi karena juara kejujuran yang membuktikan Inter tidak bersalah dalam melakukan kecurangan apapun. 

Tahun 2007 Inter kembali meraih gelarnya dan menjadikan klub tersebut sebagai juara bertahan. Rekor menjuarai gelar 17 kali di kompetisi lokal berhasil diraih oleh klub Inter hingga saat ini. 

Era Sekarang

Sejak Seria A bergulir, Inter menjadi salah satu klub yang belum pernah terdegradasi sama sekali. Pada tahun 2008, 2009, dan 2010, Inter kembali menjadi juara Seria A. Prestasi yang sangat baik terus dikembangkan oleh Inter Milan. Inter mendapatkan julukan C’e solo I’Inter yang merupakan satu-satunya gen Seria A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Pada tahun 2009-10 juga menjadi rekor yang menyamai Juventus dan torino yang menjuarai Seria A selama 5 kali beruntun. Untuk prestasi piala UEFA juga sudah diraih tiga kali pada musim 1990-91, 1993-94, dan 2009-2010. Prestasi tersebut benar-benar membuat bangga kota Milan. 

Berbagai klub besar seperti Barcelona juga dikalahkan di kompetisi UEFA, dimana saat itu Barcelona menjadi salah satu klub yang menjuarai 6 gelar di berbagai kompetisi.

Klub yang satu ini menjadi tim pertama yang mampu meraih treble winners pada musim 2009-10 setelah menjuarai liga Seria A Italia, Liga Champions dan Piala Italia. Torehan yang sangat baik dilakukan Inter Milan. Hal ini menjadikan pendukunya bangga dengan klub biru hitam tersebut.

Pada tahun 2013, Erick Thohir yang berasal dari Indonesia menandatangani sebuah kesepakatan untuk menyalip 70% saham milik Inter Milan. Bahkan Erick Thohir telah membagikan DC United dan Persib Bandung kala itu. 
Untuk saat ini, Inter Milan sedang dalam kondisi apik kembali setelah musim lalu berada di posisi keempat klasemen liga Seria A Italia. Di musim ini, Inter sedang mengalami kenaikan performa setelah beberapa pemain kelas atas datang seperti Lukaku, Alexis Sanchez, dan para pemain lainnya. 

Stadion Inter Milan

Inter Milan bermarkas di Stadion Giuseppe Maezza yang menjadi tempat pertandingan di kandang. Kapasitas dari Stadion yang satu ini mencapai 85.000 orang. Stadion yang satu ini juga dikenal dengan sebutan San Siro yang memiliki nama asli Nuovo Stadio Calcistico San Siro yang dibangun pada 1 Agustus 1925 – 15 September 1926. Stadion yang satu ini baru diresmikan pada 19 September 1926.

Sebelumnya, Stadion tersebut digunakan bersama-sama dengan AC Milan. Dimana pada saat itu digunakan oleh AC Milan hingga tahun 1935. Setelah mengalami kebangkrutan, Inter Milan kemudian menyewa Stadion tersebut dan menggunakannya sebagai markas kandang dalam menjalani laga.

Nama Giuseppe Maezza diambil dari salah satu pemain legendaris yang berhasil membawa Italia menjuarai Piala dunia pada tahun 1934 dan 1938, ia juga menjadi mantan pemain Inter Milan pada saat itu. Akan tetapi, untuk supporter AC Milan menggunakan stadion yang satu ini dengan sebutan San Siro sebagai identik dari klubnya sendiri. 

Inter Milan menjadi salah satu klub Italia tersukses hingga saat ini dengan berbagai macam prestasi yang sudah diraihnya. Tak heran jika klub yang satu ini memiliki banyak penggemar di dalamnya. Inter Milan juga menjadi klub yang tidak boleh diremehkan oleh klub lainnya di berbagai kompetisi.

Posting Komentar untuk "Interisti Wajib Tahu Sejarah Klub Inter Milan"