Milanisti Wajib Tahu Sejarah Klub AC Milan

Mendengar nama AC Milan pastinya sudah tidak asing lagi bagi anda. Klub yang satu ini sudah terkenal dari jaman dahulu hingga sekarang ini. AC Milan merupakan klub liga Seria Italia yang memiliki ciri khas tersendiri sebagai klub yang professional. Warna merah dan hitam menjadi ciri khas klub berjulukan rossoneri. AC Milan juga menjadi salah satu klub tersukses di Italia bersama dengan klub besar lainnya. 

Klub AC Milan memiliki banyak penggemar di luar sana, khususnya di Indonesia. Banyak yang suka dengan gaya permainan AC Milan ketika menghadapi lawan-lawannya. Hal itu menjadikan banyak orang tertarik untuk mengikuti perkembangan klub yang satu ini. Alhasil pun benar-benar mengejutkan. Berbagai macam prestasi sudah diraih klub rossoneri ini dengan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.

Melihat prestasi yang sudah diraihnya, fans klub semakin bertambah banyak. Bahkan ada yang membuat suatu komunitas klub AC Milan sebagai fans fanatik yang mendukung dari luar.

Sejarah Lengkap Klub AC Milan

AC Milan berdiri pada 16 Desember 1899 oleh ekspatriat Inggris, yakni Alfred Edwars dan Herbert Kilplin. Mereka datang dari Kota Nottingham, Inggris yang awalnya mendirikan sebuah klub Kriket dan sepakbola Milan. Untuk menghormatinya, klub tetap mempertahankan ejaan dari bahasa Inggris dengan nama kota, yakni Milano. Meski bahasa yang digunakan bertentangan dengan ejaan Italia.

Milan menjadi salah satu klub berprestasi pada saat itu, tahun 1901 menjadi kejuaraan pertama Italia yang diraihnya. Pada tahun 1906 dan 1907, Milan kembali merah gelar juara yang ketiga kalinya. Prestasi tersebut benar-benar membuat bangga kota Milan yang mampu meraih gelar tersebut.

Pada tahun 1908, Milan mengalami perpecahan akibat datangnya pemain asing. Hal ini menyebabkan tumbuhnya klub lain yaitu Internazionale Milano. Setelah terjadinya perpisahan, Milan kembali meraih kejuaraan pada tahhun 1910-11 dan tahun 1916 menjadikan Rossoneri menempatkan papan pengumuman Piala Federal. Kejuaraan daerah pun diraih Milan. Akan tetapi, untuk kejuaraan nasional gagal diraihnya.

Memasuki dekade 50an, Milan memiliki pemain spesial yang berasal dari Swedia, yakni Gunnar Gren, Gunnar Nordahi dan Nils Nieldholm. Para pemain tersebut menjadikan Milan sebagai tim yang mematikan karena memiliki penyerang yang sangat tajam dalam mencetak gol. Selain itu, dari Milan sendiri dihuni para pemain yang berkualitas seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. 

Milan kembali meraih gelar juara di musim 1961-62 semenjak dilatih oleh Nereo Rocco yang memiliki strategi inovatif dalam menaklukan tim lawan. Pada tahun 1968-69, Milan juga berhasil membawa Piala Eropa yang membuat bangga banyak orang. Prestasi yang diraihnya benar-benar membuat penggemarnya terkesan karena Piala Eropa menyajikan klub besar yang harus ditakhlukan.

Akan tetapi, penurunan performa pun terjadi pada tahun 1960an, dimana terdapat lawan yang cukup sulit yakni Inter Milan saat dilatih oleh Helenio Herrera. Memasuki tahun 1987, AC Milan kembali meraih scudetto. Pierino Pretti menjadi sosok penting yang mencetak banyak gol di liga Seria A Italia. 

Musim selanjutnya pun AC Milan kembali meraih prestasinya di Piala Eropa setelah mengalahkan Ajax dengan skor telak 4-1. Piala Interkontinental menjadi gelar pertamanya di tahun 1969.
Penakhlukan La Stella d’Oro

Memasuki tahun 1970 an, AC Milan mengalami kenaikan prestasi yang signifikan, tiga gelar sekaligus diraihnya yakni Coppa Italia, Piala Winners dan gelar liga. Gelar liga yang kesepuluh menjadikan tim tersebut mendapatkan bintang di bajunya. Tahun 1072, AC Milan hampir saja menjuarai Piala UEFA namun harus kalah oelh Tottenham Hotspur di babak semi final. Gelar liga kembali diraih pada tahun 1978-79.

Pada tahun 1080an AC Milan mengalami masa-masa sulit dimana klub yang satu ini harus terdegradasi ke Seria B. Hal ini dikarenakan AC Milan terlibat dalam kasus skandal perjudian Totonero pada tahun 1980. Meski begitu, AC Milan dengan mudahnya menjadi juara Seria B dan kembali berkompetisi di Seria A. 

Prestasi AC Milan pun kembali mengalami peningkatan setelah klubnya dibeli oleh enterpreanur Italia, yakni Berslusconi pada tahun 1986. Ia menjadi sinar harapan bagi AC Milan untuk meningkatkan prestasinya kembali. Beberapa pemain dan pelatih baru pun langsung diboyong oleh Berslusconi seperti Arrigo Sacchi sebagai pelatih dan Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkarard, dan Raul Gullit didatangkan ke AC Milan.

Prestasi diraih para tahun 1978-88 yang menjuarai Seria A, dan pada tahun 1989 AC Milan berhasil menjuarai Liga Champions yang ketiga kalinya. Hasil ini menjadikan AC Milan menjadi tim yang sangat kuat pada saat itu. 

Era Capello

Masa keemasan AC Milan semakin besar semenjak ditangani oleh Capeloo yang menjadi pelatih. Rekor yang dipecahkan adalah tampil selama 58 pertandingan belum pernah terkalahkan sama sekali. Pada saat itu terdapat sosok Maldini yang menjadi salah satu pemain bertahan dengan sangat baik. Beberapa pemain lainnya seperti Dejan Savicevic, Daniele Massaro juga berkonstribusi dengan baik di lini tengah.

Saat dilatih oleh Capello, para pemain sempat singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman. Saat itu, AC Milan berhadapan dengan klub lokal Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun 1944. Hal ini menjadi kebanggan besar bagi masyarakat Indonesia karena didatangi oleh klub luar yang memiliki prestasi sangat baik di dunia sepakbola. AC Milan pun menang dengan skor telak 8 gol tanpa balas.

Pada tahun 1996, Capello harus pergi meninggalkan AC Milan dan digantikan langsung oleh Oscar Washington Tabarez. Semenjak pindah tangan, AC Milan menjadi tak terkendali dan mengalami penurunan performa. Melihat itu, klub yang satu ini memanggil kembali Arrigo Sacchi yang pernah menangani AC Milan sebelumnya. Meski begitu, performanya masih belum mengalami perubahan hingga pada taun 1996-97, AC Milan berada di urutan kesebelas klasemen Seria A.

Capello pun kembali dipanggil untuk menangani AC Milan di musim berikutnya. Ia langsung mendatangkan para pemain yang memiliki potensi unggul seperti Christian Ziege, Jesper Blomqvist,dan Leonardo. Alhasil, AC Milan seperti terkena kutukan tidak bisa mengembalikan masa kejayaannya kembali.

Era Sekarang

Memasuki tahun milenial, AC Milan menjadi salah satu klub yang mengalami perubahan drastis dengan prestasi yang pernah diraih sebelumnya. AC Milan sekarang seperti tidak terlihat di kompetisi. Bahkan di tournament bergengsi seperti Liga Champions, AC Milan sudah tidak pernah tampil belakangan ini.

Saat ini AC Milan berada di peringkat ketuju berbeda jauh dengan rival lainnya seperti Juventus dan Inter Milan yang saat ini sedang mendominasi Liga Seria A. Harapan besar akan terjadi perubahan untuk klub Italia yang satu ini. Banyak yang sudah menanti-nantikan kejayaan dari AC Milan untuk meraih prestasinya kembali.

Itulah beberapa informasi mengenai sejarah klub AC Milan, semoga informasi tersebut bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Posting Komentar untuk "Milanisti Wajib Tahu Sejarah Klub AC Milan"