Tanda Malam Lailatul Qadar - Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan, satu malam dimana memiliki kebaikan hingga 1000 bulan. Sebagai umat muslim tentu kita menginginkan bisa merasakan hadirnya Malam Lailatul Qadar menghampiri kita, sebab tidak sembarang orang bisa menemui malam ini. Semua orang bisa melewatinya, tapi jarang orang yang secara sadar merasakan malam penuh kebaikan ini. 

Awal mula adanya lailatur qadar yakni pada saat Nabi Muhammad SAW bercerita tentang seorang Bani Israil dizaman Nabi Musa As. "Dia selalu melakukan kebaikan selama 80 tahun (1000 Bulan dicapai selama 80 Tahun), setiap hari selalu melakukan kebaikan siang berjihad, malam Qiyamul lail" Ujar ustadz UAS yang enkosa sport kutip dari sulawesion,com. 

Mendengar cerita tersebut, para sahabat Nabi Muhammad SAW bersedih, kemudian turunlah surat Al Qodr. Para sahabat lesu mendengar cerita tersebut, kemudian turunlah ayat "Inna anzalnaahu fii lailatul qadr. Lailatul qadri min al fisyahri,” kata Ustaz Abdul Somad.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari 1000 bulan atau malam yang lebih baik daripada malam 80 tahun. Dimalam ini para malaikat turun ke bumi dengan segala urusannya. 

Seperti yang di tegaskan oleh Allah SWT padat surat Al Qadr ayat 4, "pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan".

Sesuai dengan ayat tersebut bahwa malaikat Jibril diutus untuk mengatur segala urusan. Kalimat tersebut bisa berarti bahwa malaikat Jibril akan membantu melancarkan segala urusan bagi umat yang mendapatkan malam Lailatul Qadar. Urusan tersebut bisa merupakan doa atas segala hal yang kita dambakan. 

Munculnya malam Lailatul qadar adalah dimalam ganjil sebelum hari raya Idul Fitri, malam ganjil disini adalah malam setelah hari ke-20 kita menjalani puasa. Itu berarti malam ganjil pada saat malam 21-23-25 sampai malam 29. Kebenaran akan malam terjadinya Lailatul qadar adalah misteri, namun alangkah baiknya disetiap malam bulan Ramadhan selalu diisi dengan kebaikan. 

Sesuai dengan hadits dari Aisyah yang mengatakan  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” ” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar ditandai dengan berbagai macam tanda diantaranya adalah:

1. Langit cerah dengan awan beterbaran disinari cahaya bulan dan bintang berhamburan. 

2. Tidak ada angin yang membuat tubuh merasa dingin hingga ujung daun dipucuk pohon-pun terlihat mengayun melambai seperti memberi salam. 

3. Malam terasa sangat sunyi, sangat tenang hanya orang-orang tertentu yang merasakan ini. 

4. Udara sejuk tidak panas tidak dingin. 

5. Matahari terbit dengan lembut dan sedikit berwarna kemerahan. 

6. Tentu saja datang dimalam ganjil 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. 

7. Tidak hujan

Cara mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Sebaiknya selalu melakukan kebaikan pada setiap malam bulan Ramadhan, diisi dengan shalat malam (tarawih) dan membaca Al-Quran. Kita tidak tahu kapan akan turunnya malam Lailatul qadar, dengan itu alangkah baiknya setiap malam selalu diisi dengan hal-hal yang positif. 

Dalil mengenai Malam Lailatul Qadar

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Bagaimana Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam.

Ada ulama yang mengatakan bahwa menghidupkannya bisa hanya sesaat.

Sebagaimana dinukil oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas disebutkan,

أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ

Menghidupkan lailatul qadar bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjama’ah.

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim (yang lama),

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” Semua perkataan di atas diambil dari Lathaif Al-Ma’arif, hal. 329.

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dan ulama lainnya di atas sejalan dengan hadits dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an.[1]

Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Bisa juga kita mengamalkan do’a yang pernah diajarkan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam jikalau kita bertemu dengan malam Lailatul Qadar yaitu do’a: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Berarti amalan pada malam lailatul qadar bisa dengan:


  • Perbanyak shalat sunnah
  • Perbanyak do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
  • Perbanyak tilawah Al-Qur’an
  • Perbanyak dzikir

Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar dan mendapatkan ampunan dari seluruh dosa-dosa kita sebelumnya. Amin

Posting Komentar untuk "Tanda Malam Lailatul Qadar - Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar"