Ini Tanggal Lebaran 2020 dan Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Untuk Menyambut Lebaran 2020

Lebaran 2020 – yang perlu disiapkan

Lebaran 2020 yang berjalan dari tanggal 23 april – 23 mei saat ini sudah mendekati akhir, tahun ini juga merupakan salah satu puasa paling berat yang harus kita lewati dikarenakan pada bulan ini seluruh dunia khususnya Indonesia sedan dilanda pandemik virus corona.

Lebaran 2020 – yang perlu disiapkan

Lalu lebaran sisa berapa hari lagi? Saat artikel ini dibuat yakni tanggal 14 Mei 2020 yang berarti lebaran tersisa 9 hari lagi, dan sudah memasuki malam ganjil yang mana merupakan malam yang paling ditunggu oleh seluruh umat muslim di dunia akan hadirnya malam lailatul qadar di sisa 9 hari lebaran ini.

Lebaran tanggal berapa? Jika dilihat dari tanggal mulainya puasa yakni tanggal 23 April, jika puasa disempurnakan selama 30 hari berarti lebaran 2020 ini akan jatuh pada tanggal 23 Mei 2020. Hal ini terjadi jika nantinya tidak ditemukan hilal. Maka sesuai sariat jika tidak Nampak hilal maka puasa disempurnakan selama 30 hari.

Apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut Idul Fitri 2020

Dalam menyambut hari kemenangan tentu kita harus mempersiapkan beberapa hal agar dihari kemenangan nanti sudah dipersiapkan dengan baik atau istilah kerennya “well Preper”. Lalu apa saja yang perlu disiapkan dalam menyambut idul FItri 2020.

1. Ucapan hari raya idul fitri 1441 H

Kita tahu diberbagai daerah saat ini telah menerapkan PSBB untuk menekan penyebaran virus corona agar lebih terkontrol, bagaimana jika nantinya PSBB ini diperpanjang hingga lebaran nanti. Tentu saja lebaran dengan memanfaatkan teknologi adalah pilihan yang bijak.

Pemanfaatan teknologi bisa menggunakan fitur chating maupunn video call agar silaturahmi tetap terjaga. Sebaiknya mulai dari sekarang kita menyiapkan ucapan-ucapan hari raya idul fitri 2020  ini dengan baik agar nantinya bisa kita kirimkan ke keluarga, sanak saudara maupun teman-teman.

Ucapan lebaran bisa dalam bentuk permintaan maaf yang dirangkum dalam kalimat pendek atau dalam bentuk puisi, umumnya ucapan lebaran ini sudah menjadi tradisi sejak dari dulu dengan mengirimkan ucapan lebaran melalui sms.

Contoh ucapan lebaran dalam bentuk kalimat pendek:

  • Di beningnya hati ada keruhnya prasangka, disantunnya sapa ada celanya kata. Mohon Maaf Lahir & Bathin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
  • Ketika hati menjadi bersih, kebahagiaan hadir tanpa beban, tanpa syarat. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
  • Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali suci, semoga kita tidak lelah berbagi kebaikan.
  • Memaafkan tidak akan membuat kita hina, meminta maaf tidak meruntuhkan harga diri, saling memaafkan membuat kita mulia. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri.
  • Mari saling menghargai dalam perbedaan dan saling menyayangi dalam keberagaman. Selamat Idul Fitri 1441H.Mohon Maaf Lahir dan Batin.
  • Selamat hari raya Idul Fitri 1441H. bersihkan hati, pikiran dan segalanya kembali ke suci.. mohon maaf lahir dan batin.
  • Bulan ramadhan telah berlalu, dan hari kemenangan telah datang, untuk itu mari bersihkan hati dan jiwa dengan saling memaafkan.

Contoh ucapan lebaran dalam bentuk puisi:

Untuk lisan yang tak terjaga.
Untuk janji yang terabaikan.
Untuk hati yang berprasangka.
Untuk sikap yang menyakitkan.
Di hari yang fitri ini dengan setulus hati kami ucapkan,
Selamat hari raya idul fitri.
Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin.

Jika jemari tak sempat berjabat,
jika ada kata membakar lara, menusuk hati,
semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat menyambut Hari Raya Iedul Fitri 1441 H,
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan ia keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin.

Untuk lisan yang tak terjaga.
Untuk janji yang terabaikan.
Untuk hati yang berprasangka.
Untuk sikap yang menyakitkan.
Di hari yang fitri ini dengan setulus hati kami ucapkan,
Selamat hari raya idul fitri.
Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin.

Untuk melihat koleksi yang lebih banyak tentang ucapan lebaran kamu bisa klik link berikut
75+ Ucapan Lebaran

2. Kartu ucapan lebaran 2020

Selain menyiapkan ucapan lebaran  yang nantinya dikirim melalui fitur chat whatsapp, kita juga bisa  menyiapkan kartu ucapan lebaran. Kartu ucapan lebaran ini bisa dalam bentuk gambar yang berisi tulisan ucapan permintaan maaf atau hanya sekedar ucapan selamat lebaran. Jika sedikit effort kamu bisa menyulap kartu lebaran ini dalam bentuk stiker whatsapp yang lebih keren. Selain itu sticker dalam bentuk gambar ketupat juga bisa menjadi symbol ucapan selamat hari raya idul fitri.

Ini adalah contoh gambar yang bisa kamu gunakan sebagai background kartu lebaran nantinya.

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

background kartu lebaran

Ini adalah gambar ketupat lebaran yang bisa kamu gunakan juga sebagai background atau sticker whatsapp.


gambar ketupat lebaran


gambar ketupat lebaran


gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran

gambar ketupat lebaran



3. Tata cara shalat Idul Fitri dirumah

Pertimbangkan untuk melaksanakan shalat ied dirumah jika nantinya penerapan PSBB di daerah kamu diperpanjang sampai lebaran nanti, maka kemungkinan besar shalat ied dimasjid akan dilarang. Jika memang demikian kita bisa melaksanakan shalat ied dirumah saja. Nah bagaimana tata cara shalat idul fitri dirumah, berikut adalah caranya:


  • Mengucapkan Takbiratul Ihram (Allah Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca Doa Iftitah.
  • Membaca Takbir sebanyak 7x pada rakaat pertama.


Di sela-sela setiap takbir membaca pelan: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar
Artinya, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.


  • Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunahkan surat al-A'la.
  • Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan berdiri lagi.
  • Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan, di antara setiap takbir itu membaca secara pelan Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar seperti pada rakaat pertama.
  • Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunahkan surat Al-Ghasyiyah.
  • Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tahiyyat, dan diakhiri salam. Selesai salam, kemudian disunahkan khutbah Idul Fitri.


4. Khutbah Idul Fitri

Agar semakin berkesan shalat ied dirumah alangkah baiknya kita juga menyiapkan khutbah-nya. Khutbah ini bertujuan untuk memberikan wejangan-wejangan agar semakin baik lagi dalam menjalani hidup setelah hari kemenangan. Khutbah bisa diisi dengan cerita-cerita islamik yang akan menambah wawasan atau hanya sekedar harapan kedepannya agar menjadi manusia lebih baik dari sebelumnya.

Ini adalah contoh khutbah Idul FItri

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْكُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْوَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ. اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Rasulullah SAW bersabda:

زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر

Hiasilah hari rayamu dengan takbir

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT sedangkan selain Allah semuanya kecil semata. Kalimat tasbih dan tahmid, kita tujukan untuk mensucikan Tuhan dan segenap yang berhubungan dengan-Nya.

Tidak lupa puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Jamaah Idul Fitri rahimakumullah

Setelah satu bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa dan atas karunia-Nya pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, maka sudah sepantasnya pada hari yang bahagia ini kita bergembira, merayakan sebuah momentum kemenangan dan kebahagiaan berkat limpahan rahmat dan maghfiroh-Nya sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadis Qudsi:

اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْااِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ

Artinya: “Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian maka Allah pun berkata: ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka’. Sesorang kemudian berseru: ‘Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.”

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Jama`ah Idul Fithri yang berbahagia

Seiring dengan berlalunya Bulan suci Ramadhan. Banyak pelajaran hukum dan hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika bisa diibaratkan, Ramadhan adalah sebuah madrasah. Sebab 12 jam x 30 hari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, semula sesuatu yang halal menjadi haram. Makan dan minum yang semula halal bagi manusia di sepanjang hari, maka di bulan Ramadhan menjadi haram.

Tapi setelah semua cobaan yg kita lewati pernahka kita memperhatikan aspek social Ramadhan, semua orang pernah merasa kenyang tapi tidak semuanya pernah merasakan lapar.

Lihatlah diri kita, bukankah seringkali kita merasa paling besar, gumedhe, jumawa seolah-olah semua manusia kecil dan harus takluk dihadapan kita. Kita berlagak seolah kita adalah Tuhan yang kuasa atas segala keadaan. Tidakkah kita sadar, bahwa kita sesungguhnya tidak lain adalah makhluk yang sangat-sangat lemah, maka kepada siapa lagi kita berharap selain kepada Allah swt yang telah menciptakan kita dan dengan kasih saying Allahlah kita diberi kesempatan menikmati hidup di dunia milik Allah ini.

Maka apa sesungguhnya yang menahan kaki kita tidak mau melangkah ke masjid? Apakah yang menahan kepala kita sehingga tidak mau menunduk ke tanah bersujud di hadapan Allah? Apakah yang menahan lidah kita sehingga kaku dan kelu mengucapkan dzikir dan takbir?? Apakah yang menahan hati kita sehingga sulit merindukan Allah?

Apakah yang menahan pikirankita sehingga tidak mendambakan surga? Apakah yang mendorong jiwa kita sehingga cenderung ke neraka? Apakah yang menahan diri kita sehingga mengabaikan hak-hak Allah dan cenderung memperturutkan hawa nafsu padahal hawa nafsu itu mendorong kepada kejelekan. Apakah kesombongan kita sudah demikian memuncak, sehingga sedemikan lantang kita durhaka kepada Allah. Na’udzu billah min dzalik…

Ma’syiral muslimin rahimakumullah…

Berbahagialah kita karena hingga saat ini kita dimudahkan oleh Allah untuk bersujud, rukuk, dihadapan Allah. Janganlah karena perilaku kita yang menetang Allah menjadikan Allah semakin murka kepada kita. Janganlah karena kesombongan dan kebodohan kita menjadi sebab terhalangnya kita dari jalan surga dan menghalangi kita mendekati Allah swt. Maka bersyukur kepada Allah atas segala karunia ini. Karunia iman dan islam. Apalah artinya kesenangan sesaat di dunia tapi membawa penyesalan berkepanjangan di akherat kelak.

Apakah selepas ramadhan semakin dekat dengan Islam ataukah justru semakin jauh?? hanya diri kita sendiri yang nanti akan membuktikan. Oleh karena itu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan yang sudah semestinya kita pegang teguh bersama susudah Ramadhan yang mulia ini.

Pesan pertama Ramadhan adalah Pesan moral atau Tahdzibun Nafsi
Artinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai. Rasulullah SAW bersabda: Jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fît Tarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat nafsu/naluri sejak ia dilahirkan. Yakni naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat. Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk dikendalikan dan dibersihkan adsalah naluri Syahwat.

Hujjatul Islam, Abû Hâmid al-Ghazâlî berkata: bahwa pada diri manusia terdapat empat sifat, tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan manusia, satu sifat berpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Pertama, sifat kebinatangan (بَهِيْمَةْ); tanda-tandanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, sifat buas (سَبُعِيَّةْ) ; tanda-tandanya banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan. Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar. ketiga sifat syaithaniyah; tanda-tandanya mempertahankan hawa nafsu yang menjatuhkan martabat manusia.

Jika ketiga tiga sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan social (keadaan masyarakat) yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan Dollar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan akhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.

Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah sifat rububiyah (رُبُوْبِيَّةْ) ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Ramadhan. Orang yang dapat mengoptimalkan dengan baik sifat rububiyah di dalam jiwanya niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya Al-Qur’an, prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah). Selanjutnya, ia akan menjadi insan muttaqin, insan pasca Ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya: menahan diri dari hawa nafsu, memberi ma`af dan berbuat baik pada sesama manusia sebagaimana firman Allah:

وَاْلكَاظِمِيْنَ اْلغَيْظَ وَاْلعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ

dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)

Jama`ah Idul Fithri yang berbahagia

Pesan kedua adalah pesan social
Pesan sosial Ramadhan ini terlukiskan dengan indah. Indah disini justru terlihat pada detik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketika umat muslim mengeluarkan zakat fithrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih sayang yang sebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik di hati maupun dalam tindakan. Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran untuk tolong menolong (ta`awun) antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, antara orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang-orang yang hidup kesehariannya serba kekurangan, sejalan hatinya sebab كُلُّكُمْ عِيَالُ اللهِ , kalian semua adalah ummat Allah.

Dalam kesempatan ini orang yang menerima zakat akan merasa terbantu beban hidupnya sedangkan yang memberi zakat mendapatkan jaminan dari Allah SWT; sebagaimana yang terkandung dalam hadis Qurthubi:

اِنّىِ رَأَيْتُ اْلبَارِحَةَ عَجَاً رَأَيْتُ مِنْ اُمَّتِى يَتَّقِى وَهَجَ النَّارَ وَشِرَرَهَا بِيَدِهِ عَنْ وَجْهِهِ فَجَائَتْ صَدَقَتُهُ فَصَارَتْ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Artinya: “Aku semalam bermimpi melihat kejadian yang menakjubkan. Aku melihat sebagian dari ummatku sedang melindungi wajahnya dari sengatan nyala api neraka. Kemudian datanglah shadaqah-nya menjadi pelindung dirinya dari api neraka.”

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Pesan ketiga adalah pesan jihad
Jihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertiannya yang sempit; yakni berperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh, yaitu:

بَذْلُ مَاعِنْدَهُ وَمَا فِى وُسْعِهِ لِنَيْلِ مَا عِنْدَ رَبِّهِ مِنْ جَزِيْلِ ثَوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ اَلِيْمِ عِقَابِهِ

Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya.

Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan maupun dalam kondisi damai. Jihad tetap dijalankan.

Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata. Akan tetapi jihad mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera serta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah.

Mengingat adanya aliran Islam yang mengkampanyekan jihad dengan senjata di negara damai Indonesia ini, maka perlu untuk ditekankan lebih dalam bahwa jihad seharusnya dilandasi niat yang baik dan dipimpin oleh kepala pemerintahan bukan oleh kelompok atau aliran tertentu.

Jangan sampai mengatasnamakan kesucian agama, akan tetapi tidak bisa memberikan garansi bagi kemaslahatan umat Islam. Islam haruslah didesain dan bergerak pada kemaslahatan masyarakat demi mencapai keridhaan Allah dan kemajuan ummat.

Pengalaman pahit salah mengartikan jihad menjadikan Islam dipandang sebagai agama teroris. Padahal Islam sebenarnya adalah rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin), agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,keadilan, kedamaian.

Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan adalah upaya mendukung terbangunnya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sehatera yang bersendikan pada ketaatan kepada Allah. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, terlebih lagi merugikan orang lain.

Jama`ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

رُوِىَ اَنَّ بَعْضَ الصَّحَابَةِ قَالُوْا يَا نَبِيَّ اللهِ لَوَدَدْنَا اَنْ نَعْلَمَ اَيَّ التِّجَارَةِ اَحَبُّ اِلَى اللهِ فَنَتَجَرُّ فِيْهَا فَنُزِلَتْ (يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ
تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ)

Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat mendatangi Rasulullah. Ketika berjumpa, salah seorang dari mereka berkata: “Wahai Nabi Allah, kami ingin sekali mengetahui bisnis apa yang paling dicintai oleh Allah agar kami bisa menjadikannya sebagai bisnis kami“.

Kemudian diturunkan ayat:

يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS Ash-Shaff:10-12)

Dalam konteks sosial masyarakat kita saat ini, dimana masih banyak sektor sosial yang perlu pembenahan lebih lanjut. Maka makna jihad harus mengacu pada pengentasan masalah-masalah sosial. Oleh sebab itu, sudah selayaknya pada momentum lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru akan tetapi gagasan-gagasan baru juga harus dikedepankan untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang selama ini membelenggu kemajuan umat Islam Indonesia pada khususnya dan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Jama’ah Sholat Idul Fithri rahimakumullah

Demikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain; menjalin hubungan silaturrahim serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِ



5. Kue Lebaran

Jangan lupakan mengenai kue lebarannya, kue lebaran adalah hal yang wajib yang perlu disiapkan untuk menyambut hari kemenangan nantinya. Kue lebaran sebagai ciri khas diantaranya adalah nastar,

Ini adalah contoh kue lebaran yang bisa kamu siapkan untuk menyambut lebaran 1441 H nantinya.


  • Nastar Selai Nanas
  • Chocolate Cornflakes Cookies
  • Kue Sagu Keju
  • Kue Kacang
  • Kue kering choco chips
  • Kue Kering Havermut Keju
  • Kue Kering Lidah Kucing
  • Kue Kering Kurma
  • Kue Kering Jagung
  • Kue Bangkit
  • Kue Kering Semprit Susu
  • Kue Coklat
  • Kue Kering Lontong Paris
  • Greentea Cookies
  • Macaroon
  • Kue Kering Kelapa Coklat
  • Kastengel Keju
  • Kue kering Putri Salju
  • Kue Kering Satu Kacang Hijau
  • Kue Kuping Gajah


6. Hampers Lebaran

Hampers adalah sebuah bingkisan yang tertata rapi atau orang Indonesia sering menyebutnya Parsel, namun kata yang lebih tepat untuk menyebut sebuah bingkisan yang disusun rapi sebagai hadiah lebih tepat dipanggil dengan kata hampers, sebab parsel sendiri sebenarnya adalah sebuah paket yang tertutup rapat untuk dikirimkan ke post.

Ini adalah contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

contoh hampers yang bisa sebagai hadiah lebaran:

Simak selengkapnya untuk Hampers ini dengan click Cara Membuat Hampers dan 10 Ide Hampers Kue Kering yang Unik

7. Baju Lebaran

Nah sebenarnya yang satu ini tidak wajib namun sudah merupakan tradisi juga bagi rakyat muslim Indonesia kalau menyambut hari raya idul fitri dengan menggunakan pakaian baru. Untuk membeli baju lebaran tentu dengan kondisi saat ini sepertinya tidak mungkin untuk datang langsung ke pusat perbelanjaan atau pasar, dikarenakan masih diterapkannya PSBB di kota-kota besar. Tidak usah bingung, walaupun banyak toko yang tutup namun beberapa diantara mereka masih melayani pembelian secara online.

Untuk kamu yang tinggal di Jakarta kamu bisa mengunjungi website cpjkt.co, ini adalah website shoping milik Mall Central Park yang akan memudahkan bagi kamu berbelanja kebutuhan pokok maupun fashion secara online.

8. Bayar Zakat FItrah

Yang terakhir jangan lupa membayar zakat ya, walaupun ekonomi saat ini sedang susah karena pandemic corona. Namun untuk urusan yang satu ini kamu wajib loh membayar zakat, lalu berapa total zakat fitrah yang harus dibayarkan? Zakat fitrah bisa berupa uang bahan, pokok seperti beras, gandum ataau sagu sesuai dengan kemampuan. Syaratnya zakat tersebut harus memiliki nilai yang sama dengan berat beras 2,5 KG. Sebenarnya takarannya setiap daerah berbeda-beda, mungkin di daerah timur Indonesia patokanya adalah sagu 2,5 Kg.


Semoga artikel Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Untuk Menyambut Lebaran 2020 bisa membantumu dalam menyiapkan hari lebaran nantinya yang InsyaAllah akan jatuh pada tanggal 23 Mei 2020.

Enkosa
Enkosa Halo perkenalkan nama saya Endik Eko Saputro untuk lebih mengenal saya bisa cek Instagram saya @endikekos

Posting Komentar untuk "Ini Tanggal Lebaran 2020 dan Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Untuk Menyambut Lebaran 2020 "